Breaking News

Hari Kesepuluh Aksi di Jakarta, Buruh PT Pelindo I Belawan Tidur di Gerbang Kementerian BUMN, Sampai Pemerintah Peduli

Hari Kesepuluh Aksi di Jakarta, Buruh PT Pelindo I Belawan Tidur di Gerbang Kementerian BUMN, Sampai Pemerintah Peduli.

Hari kesepuluh menggelar aksi damai di Jakarta, para buruh PT pelindo I Belawan kembali mendatangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemenneg BUMN), di Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 13, Jakarta Pusat.

 

Selain membentangkan spanduk dan sesekali berorasi, para buruh itu juga tidur di depan pintu gerbang kantor Menteri Rini Soemarno itu.

 

Ketua Dewan Pengurus Cabang Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (DPC SBSI) Medan April Waruwu menyampaikan, hingga hari kesepuluh mereka di Jakarta, dua lokasi yang mereka datangi untuk menyampaikan aspirasi mereka yakni Istana Negara dan Kantor Kementerian BUMN. Namun, hingga kini, pihak Istana dan pihak Kementerian BUMN tidak juga memberikan respon atas kondisi buruh.

 

April menyampaikan, dengan sulitnya menyampaikan aspirasi, meskipun ratusan buruh yang tergabung dalam Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan itu datang ke Jakarta dengan melakukan aksi long march dari Kota Medan ke Jakarta sejak Jumat 20 Januari 2017, berjalan kaki selama 40 hari dengan menempuh jarak 2000 kilometer, namun tak kunjung diperhatikan pemerintah.

 

Dia mengatakan, sikap pemerintah seperti itu adalah wujud ketidakpedulian pejabat pemerintahan terhadap persoalan buruh.

 

“Kami masih ada di sini. Hingga saat ini bertahan, untuk menunjukkan dan ini sebagai bukti bahwa pemerintah tidak perduli sama kami. Tidak perduli sama masyarakat Indonesia” kata April di depan Kementerian BUMN, Selasa (07/03/2017).

 

Meski berharap akan didengarkan, namun rasa kecea para buruh tidak bisa ditutupi. Mereka kecewa karena  tidak adanya respon yang diberikan oleh pemerintah. April mengatakan, pemerintah saat ini bukanlah pemerintah yang pro kepada rakyat.

 

Menurutnya, kedatangan Raja Arab Saudi ke Indonesia langsung direspon dan disambut oleh seluruh jajaran pemerintah. Tetapi kedatangan buruh yang meminta keadilan dari pemerintah tidak ditanggapi dan dibiarkan begitu saja.

 

April mengatakan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang pernah berjanji untuk mewujudkan Nawacita di Indonesia pada pemilihan Presiden 2014 lalu merupakan janji palsu yang dirasakan buruh.

 

“Kami sudah satu Minggu didepan Istana Presiden, tapi presiden tutup mata sama kami. Sekarang kami berada didepan Kementerian BUMN, tetap juga tidak dipedulikan,” lanjut April.

 

Ratusan buruh tergabung dalam Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Federasi Industri, Kesehatan, Energi dan Pertambangan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FIKEP SBSI) Medan juga meninggalkan anak istri mereka.

 

Mereka sudah sangat merindukan. Keluarga mereka dan berharap dapat secepatnya berkumpul seperti biasanya. Mereka meminta agar pemerintah perduli dan memberikan solusi untuk menyelesaikan persoalan mereka.

 

“Anak istri kami sudah lama kami tinggalkan. Kami enggak tahu lagi bagaimana keadaan mereka di sana. Permintaan kami cuma satu, yaitu tuntutan kami dikabulkan oleh pemerintah. Karena kami hanya menuntut agar hak kami dikembalikan sebagai karyawan tetap PT Pelindo I. Hanya itu saja,” pungkasnya.(Nando)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*