Hutang Ratusan Miliar Rupiah Tak Kunjung Dibayar Eh.. Malah Ributin Media, Pengusaha Makassar Berencana Pidanakan Mertua Menpora Dito Ariotedjo

Hutang Ratusan Miliar Rupiah Tak Kunjung Dibayar Eh.. Malah Ributin Media, Pengusaha Makassar Berencana Pidanakan Mertua Menpora Dito Ariotedjo

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, HIBURAN, HUKUM, NASIONAL, OLAHRAGA, POLITIK, PROFIL
7138
0
Foto: Fuad Hasan Mashur, mertua Menpora Dito Ariotedjo, yang merupakan pemilik Travel Haji dan Umroh, Maktour. (Net)Foto: Fuad Hasan Mashur, mertua Menpora Dito Ariotedjo, yang merupakan pemilik Travel Haji dan Umroh, Maktour. (Net)

Pengusaha asal Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding, berencana akan mempidanakan mertua Menpora Dito Ariotedjo, yang juga pemilik usaha Travel Maktour, yakni Fuad Hasan Mashur dikarenakan tidak merespon somasi yang diajukan.

Kuasa Hukum Annar Salahuddin Sampetoding, Yoel Bello, menegaskan, langkah hukum lanjutan akan dilakukan oleh kliennya, jika Fuad Hasan Mashur tak ada niat baik untuk menyelesaikan urusan Perdata, terutama tagihan hingga Rp 105 miliar lebih yang tak kunjung dibayarkan Fuad Hasan Mashur kepada Annar Salahuddin Sampetoding.

“Hanya tanggapan ke media pers saja, tapi secara resmi ke kami itu belum ada kami terima sampai hari ini,” tutur Kuasa Hukum Annar Salahuddin Sampetoding, Yoel Bello, ketika dikonfirmasi Senin malam (07/08/2023).

Padahal, lanjutnya, pihaknya sudah mengeluarkan somasi kepada Fuad Hasan Mashur pada tanggal 23 Juli 2023. Somasi itu dikirimkan oleh Law Firm Yoel Bello & Associates, yang beralamat di Jalan Rajawali 1 No 100a, Kota Makassar, untuk Fuad Hasan Mashur, yang beralamat di Jalan Cipinang Cempedak I/10, RT 013/RW 06, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Kemudian, kata Yoel Bello, di dalam somasi itu Fuad Hasan Mashur diberi kesempatan untuk memberikan respon positif kepada Annar Salahuddin Sampetoding hingga Sabtu, 05 Agustus 2023.

Ternyata, pihak Fuad Hasan Mashur tidak menanggapi. “Kami tunggu surat tanggapan somasi yang kami kirim. Setelah itu baru kami lanjut ke langka hukum selanjutnya. Tentu, kalau tidak ada respon, maka kami segera melakukan tindakan hukum lebih lanjut,” tegas Yoel Bello.

Yoel Bello sangat menyayangkan sikap Fuad Hasan Mashur yang malah dianggap menyerang media yang memberitakan persoalan ini. Sedangkan surat somasi yang dikirimkan Annar Salahuddin Sampetoding dicuekin.

“Sekali lagi, hanya tanggapan ke media pers saja yang ada. Kalau secara resmi ke kami, belum ada kami terima sampai hari ini. Maka sesuai somasi, akan diajukan PKPU. Dan tidak menutup kemungkinan kami lakukan langkah hukum pidana apabila memang ada perbuatan pidana di dalamnya,” ujar Yoel Bello.

Sebelumnya, beredar undangan konferensi pers yang mengatasnamakan Kuasa Hukum Fuad Hasan Masyhur. Isinya, untuk menyerang para media yang memberitakan Fuad Hasan Masyhur.

Kepada Yth. PIMPINAN REDAKSI

Dengan hormat, Bahwa terkait dengan pemberitaan yang tidak memiliki nilai kebenaran dan menyesatkan terhadap Bapak Fuad Hasan Masyhur (“Klien”), yang telah dimuat di dalam artikel berita pada MEDIA ONLINE pada hari Minggu, tanggal 06 Agustus 2023.

Maka, bersama dengan ini, Kami selaku Kuasa Hukum dari Klien Kami, mengundang rekan media untuk dapat menghadiri agenda Press Conference dari Klien Kami yang akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal : Senin, 07 Agustus 2023.

Waktu : 14.00 WIB

Tempat : Gedung Maktour, Jl. Otista Raya No. 80, RT 002 / RW 005, Kel. Bidara Cina, Kec. Jatinegara, Jakarta Timur – 13330

Demikian Surat Undangan Press Conference ini Kami sampaikan.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Kami melalui nomor 081517369040 (Rigel Abner Rumlawang). Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami, FMA & ASSOCIATES

Rigel Abner Rumlawang, S.H.

Sebelumnya, Disomasi Pengusaha Makassar, Mertua Menpora Dito Yakni Fuad Hasan Masyhur Kirim Hak Jawab

Mertua Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yakni pemilik Maktour, Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur, mengirimkan hak jawab atas somasi yang dilayangkan pengusaha asal Makassar bernama Annar Salahuddin Sampetoding, melalui Kuasa Hukumnya, Yoel Bello, yang menyebut bahwa Fuad Hasan Mashur memiliki hutang Rp 105 Miliar lebih yang belum dibayarkan kepada Annar Salahuddin Sampetoding.

Surat yang dilayangkan oleh Fuad Hasan Mashur melalui Kuasa Hukumnya dari Faisal Miza Associates yang beralamat di Menara Rajawali, Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Lot 5.1 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, bertanggal 31 Juli 2023.

Dalam surat yang dibubuhi tanda tangan Kuasa Hukum Fuad Hasan Masyhur, yakni Faisal Miza., SH., MH, Ishemat Soeria Alam, SH., Awang Dermawan, SH., Rigel Abner Rumlawang, SH., Gelora Sinaga, SH., dan Azrian Yaurin Abdillah SH., MH., meminta kepada redaksi Sinarkeadilan.com untuk memuat hak jawab atas berita berjudul: Disebut Harta Rp 162 Miliar Berasal dari Orang Tua Istri, Pengusaha Makassar Kirim Somasi Kepada Mertua Menpora Dito Untuk Bayar Hutang Hingga Rp 105 Miliar Lebih.

Kemudian, mertua Menpora Dito Ariotedjo yakni Fuad Hasan Masyhur, melalui para kuasa hukumnya, menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak memiliki kebenaran atas keseluruhan isinya, serta tidak didasarkan pada fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi.

“Tidak benar, dan nilai tersebut imajinatif dan asumtif belaka secara sepihak dan informasi dalam berita tersebut belum teruji serta tidak berimbang dan menyesatkan,” tulisnya salam suratnya, yang diterima redaksi, Senin (07/08/2023).

Atas surat tersebut, Redaksi Sinarkeadilan, menyampaikan terima kasih atas surat yang ditujukan kepada redaksi.

Perlu dijelaskan, bahwa dalam proses pembuatan berita, adalah benar bahwa yang dimuat adalah sebagaimana persis isi Surat Somasi yang disampaikan Pengusaha asal Makassar bernama Annar Salahuddin Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya, dari Law Firm Yoel Bello & Associates.

Tidak ditemukan rekayasa, atau informasi imajinatif dalam berita. Serta tidak ditemukan adanya pemberitaan yang kurang tepat. Memang, redaksi tidak mendapat nomor kontak Fuad Hasan Mashur alias Fuad Hasan Masyhur pada saat pemberitaan.

Namun, untuk keberimbangan informasi, redaksi melampirkan berita yang dimuat di media massa, yang telah terpublikasi, seperti pada detik.com.

Untuk selanjutnya, para pihak bisa menghubungi kontak redaksi, seperti di alamat yang tertera pada website Sinarkeadilan.com.

Sementara, terkait Surat yang dikirimkan oleh Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur itu, pengusaha asal Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya Yoel Bello, memastikan bahwa somasi yang dikirimkan oleh Annar Salahuddin Sampetoding kepada mertua Menpora Dito Arioyedjo, yakni Fuad Hasan Mashur, adalah benar adanya.

“Terkait pandangan hukum pihak Kuasa Hukum pak Fuad itu sangat keliru kalau menggabungkan antara perkara pidana dengan perdata. Perkara pidana itu perbuatan, sedangkan perdata itu adalah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, tidak bisa hak perdata hilang atau hapus karena perbuatan pidana,” ujar Yoel Bello, dalam keterangannya yang diterima, Senin (07/08/2023).

Karena itu pula, Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur melalui Kuasa Hukumnya dari Faisal Miza Associates, yakni Faisal Miza., SH., MH, Ishemat Soeria Alam, SH., Awang Dermawan, SH., Rigel Abner Rumlawang, SH., Gelora Sinaga, SH., dan Azrian Yaurin Abdillah SH., MH., dapat diduga telah bersengaja menghalang-halangi dan diduga mengancam kerja-kerja jurnalis yang melakukan tugas-tugas pemberitaan sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalis (KEJ).

Sebelumnya diberitakan, seorang pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, Annar S Sampetoding, mengirimkan surat somasi kepada mertua Menpora Dito Ariotedjo, yaitu Fuad Hasan Mashur.

Somasi tertanggal 23 Juli 2023 itu dikirimkan oleh Law Firm Yoel Bello & Associates, yang beralamat di Jalan Rajawali 1 No 100a, Kota Makassar, untuk Fuad Hasan Mashur, yang beralamat di Jalan Cipinang Cempedak I/10, RT 013/RW 06, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dalam Surat Somasi yang ditujukan kepada mertuanya Menpora Dito Ariotedjo itu, pengusaha asal Makassar Annar S Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya, Yoel Bello, SH., MH, menyampaikan, agar Fuad Hasan Mashur membayarkan hutangnya kepada Annar S Sampetoding sebesar Rp 105 miliar lebih.

“Bahwa melalui Surat ini, kami menyampaikan kepada Bapak Fuad Hasan Mashur bahwa berdasarkan Perikatan Jual Beli No 38 pembayaran keempat (4), tanggal 28 September 2017, pembayaran sekaligus dengan Denda sesuai kesepakatan Perjanjian sebesar Rp 105. 540. 000. 000 (seratus lima miliar lima ratus empat puluh juta rupiah), dan pembayaran kelima (5) tanggal 28 Maret 2018, Pembayaran sekaligus dengan Denda sesuai dengan Kesepakatan  Perjanjian sebesar Rp 88. 190. 100. 000,- dan sampai sekarang Saudara belum pernah melakukan pembayaran kepada klien kami,” tulis Kuasa Hukum Annar S Sampetoding, Yoel Bello, dalam Surat Somasinya, yang diterima redaksi, Rabu (26/07/2023).

“Bahwa kami menunggu itikad baik dari Bapak Fuad Hasan Mashur untuk segera melakukan pembayaran kepada klien kami, paling lambat pada Hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2023, pembayaran kepada klien kami di rumah Jalan Sunu III No N5, Kota Makassar. Apabila belum melakukan pembayaran, maka jumlah denda akan semakin bertambah, selanjutnya akan dilakukan perhitungan kembali bersamaan dengan pembayaran denda,” lanjutnya dalam Surat Somasi.

“Apabila Saudara belum melakukan pengembalian kepada Klien kami, maka dengan sangat menyesal, perkara ini akan kami ajukan Permohonan PKPU/Pailit Saudara kepada Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Makassar berdasarkan Pasal 11 Perikatan Jual Beli Nomor 38, bahwa akibat hukum jika Saudara dinyatakan pailit berdasarkan Pasal 24 ayat (1) UU 37 Tahun 2004 tentang PKPU dan Kepailitan, menyatakan bahwa: Debitor demi hukum, kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan,” tandas Yoel Bello dalam Surat Somasi.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengakui empat rumah dan satu mobil senilai Rp 162 miliar di LHKPN merupakan pemberian orang tua istrinya. Ayah mertua Dito adalah seorang pengusaha jasa travel haji dan umrah.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Rabu (19/7/2023), Dito menikahi Niena Kirana Riskyana yang merupakan putri dari Fuad Hasan Mashur.

Fuad Hasan Mashur adalah pendiri dan pemilik Maktour. Maktour merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa travel umrah dan haji.

Selain dikenal sebagai pengusaha, Fuad Hasan Mashur juga aktif di berbagai organisasi. Salah satunya, dia pernah menjadi Ketua Dewan Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU). Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai politikus senior Partai Golkar.

Sebelumnya, kekayaan Dito disorot karena nilainya fantastis. Padahal, Dito masih tergolong sangat muda untuk seorang penyelenggara Negara.

“Ini menjadi ramai mungkin karena fantastis angkanya dan saya masih muda,” kata Dito Ariotedjo, Rabu (19/7/2023).

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah dilaporkannya ke KPK pekan lalu, kekayaan Dito mencapai Rp 282 miliar. Namun ada lima aset yang ditulis berasal dari pemberian hadiah.

Kelima aset itu terdiri atas empat bangunan rumah dan satu mobil. Jika ditotal, kelima aset berlabel hadiah itu mencapai Rp 162 miliar. Artinya, setengah dari kekayaan Dito merupakan pemberian dari orang tuanya.

Meski menyadari perolehan asetnya bisa menimbulkan polemik, Dito berdalih tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana hingga mendapatkan hadiah sebesar itu. “Kita kan tidak bisa milih lahir dari mana,” kata Dito Ariotedjo.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada respon dari Fuad Hasan Mashur, yang merupakan mertua dari Menpora Dito Ariotedjo, yang juga sebagai pemilik Travel Maktour.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kelas 1,2,3 BPJS Kesehatan Resmi Diganti; Kebijakan KRIS Membuka Sekat Sosial

Pemerintah resmi mengganti kelas 1, 2, dan 3