Disomasi Pengusaha Makassar, Mertua Menpora Dito Yakni Fuad Hasan Masyhur Kirim Hak Jawab

Disomasi Pengusaha Makassar, Mertua Menpora Dito Yakni Fuad Hasan Masyhur Kirim Hak Jawab

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, HIBURAN, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
8022
0
Foto: Mertuanya Menpora Dito Ariotedjo yakni Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur, yang merupakan pengusaha Travel Umroh Maktour. (Net)Foto: Mertuanya Menpora Dito Ariotedjo yakni Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur, yang merupakan pengusaha Travel Umroh Maktour. (Net)

Mertua Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yakni pemilik Maktour, Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur, mengirimkan hak jawab atas somasi yang dilayangkan pengusaha asal Makassar bernama Annar Salahuddin Sampetoding, melalui Kuasa Hukumnya, Yoel Bello, yang menyebut bahwa Fuad Hasan Mashur memiliki hutang Rp 105 Miliar lebih yang belum dibayarkan kepada Annar Salahuddin Sampetoding.

Surat yang dilayangkan oleh Fuad Hasan Mashur melalui Kuasa Hukumnya dari Faisal Miza Associates yang beralamat di Menara Rajawali, Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Lot 5.1 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, bertanggal 31 Juli 2023.

Dalam surat yang dibubuhi tanda tangan Kuasa Hukum Fuad Hasan Masyhur, yakni Faisal Miza., SH., MH, Ishemat Soeria Alam, SH., Awang Dermawan, SH., Rigel Abner Rumlawang, SH., Gelora Sinaga, SH., dan Azrian Yaurin Abdillah SH., MH., meminta kepada redaksi Sinarkeadilan.com untuk memuat hak jawab atas berita berjudul: Disebut Harta Rp 162 Miliar Berasal dari Orang Tua Istri, Pengusaha Makassar Kirim Somasi Kepada Mertua Menpora Dito Untuk Bayar Hutang Hingga Rp 105 Miliar Lebih.

Kemudian, mertua Menpora Dito Ariotedjo yakni Fuad Hasan Masyhur, melalui para kuasa hukumnya, menyatakan bahwa pemberitaan tersebut tidak memiliki kebenaran atas keseluruhan isinya, serta tidak didasarkan pada fakta-fakta yang sesungguhnya terjadi.

“Tidak benar, dan nilai tersebut imajinatif dan asumtif belaka secara sepihak dan informasi dalam berita tersebut belum teruji serta tidak berimbang dan menyesatkan,” tulisnya salam suratnya, yang diterima redaksi, Senin (07/08/2023).

Atas surat tersebut, Redaksi Sinarkeadilan, menyampaikan terimakasih atas surat yang ditujukan kepada redaksi.

Perlu dijelaskan, bahwa dalam proses pembuatan berita, adalah benar bahwa yang dimuat adalah sebagaimana persis isi Surat Somasi yang disampaikan Pengusaha asal Makassar bernama Annar Salahuddin Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya, dari Law Firm Yoel Bello & Associates.

Tidak ditemukan rekayasa, atau informasi imajinatif dalam berita. Serta tidak ditemukan adanya pemberitaan yang kurang tepat. Memang, redaksi tidak mendapat nomor kontak Fuad Hasan Mashur alias Fuad Hasan Masyhur pada saat pemberitaan.

Namun, untuk keberimbangan informasi, redaksi melampirkan berita yang dimuat di media massa, yang telah terpublikasi, seperti pada detik.com.

Untuk selanjutnya, para pihak bisa menghubungi kontak redaksi, seperti di alamat yang tertera pada website Sinarkeadilan.com.

Sementara, terkait Surat yang dikirimkan oleh Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur itu, pengusaha asal Makassar, Annar Salahuddin Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya Yoel Bello, memastikan bahwa somasi yang dikirimkan oleh Annar Salahuddin Sampetoding kepada mertua Menpora Dito Arioyedjo, yakni Fuad Hasan Mashur, adalah benar adanya.

“Terkait pandangan hukum pihak Kuasa Hukum pak Fuad itu sangat keliru kalau menggabungkan antara perkara pidana dengan perdata. Perkara pidana itu perbuatan, sedangkan perdata itu adalah hak dan kewajiban yang harus dipenuhi, tidak bisa hak perdata hilang atau hapus karena perbuatan pidana,” ujar Yoel Bello, dalam keterangannya yang diterima, Senin (07/08/2023).

Karena itu pula, Fuad Hasan Mashur atau Fuad Hasan Masyhur melalui Kuasa Hukumnya dari Faisal Miza Associates, yakni Faisal Miza., SH., MH, Ishemat Soeria Alam, SH., Awang Dermawan, SH., Rigel Abner Rumlawang, SH., Gelora Sinaga, SH., dan Azrian Yaurin Abdillah SH., MH., dapat diduga telah bersengaja menghalang-halangi dan diduga mengancam kerja-kerja jurnalis yang melakukan tugas-tugas pemberitaan sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalis (KEJ).

Sebelumnya diberitakan, seorang pengusaha asal Makassar, Sulawesi Selatan, Annar S Sampetoding, mengirimkan surat somasi kepada mertua Menpora Dito Ariotedjo, yaitu Fuad Hasan Mashur.

Somasi tertanggal 23 Juli 2023 itu dikirimkan oleh Law Firm Yoel Bello & Associates, yang beralamat di Jalan Rajawali 1 No 100a, Kota Makassar, untuk Fuad Hasan Mashur, yang beralamat di Jalan Cipinang Cempedak I/10, RT 013/RW 06, Kelurahan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dalam Surat Somasi yang ditujukan kepada mertuanya Menpora Dito Ariotedjo itu, pengusaha asal Makassar Annar S Sampetoding melalui Kuasa Hukumnya, Yoel Bello, SH., MH, menyampaikan, agar Fuad Hasan Mashur membayarkan hutangnya kepada Annar S Sampetoding sebesar Rp 105 miliar lebih.

“Bahwa melalui Surat ini, kami menyampaikan kepada Bapak Fuad Hasan Mashur bahwa berdasarkan Perikatan Jual Beli No 38 pembayaran keempat (4), tanggal 28 September 2017, pembayaran sekaligus dengan Denda sesuai kesepakatan Perjanjian sebesar Rp 105. 540. 000. 000 (seratus lima miliar lima ratus empat puluh juta rupiah), dan pembayaran kelima (5) tanggal 28 Maret 2018, Pembayaran sekaligus dengan Denda sesuai dengan Kesepakatan  Perjanjian sebesar Rp 88. 190. 100. 000,- dan sampai sekarang Saudara belum pernah melakukan pembayaran kepada klien kami,” tulis Kuasa Hukum Annar S Sampetoding, Yoel Bello, dalam Surat Somasinya, yang diterima redaksi, Rabu (26/07/2023).

“Bahwa kami menunggu itikad baik dari Bapak Fuad Hasan Mashur untuk segera melakukan pembayaran kepada klien kami, paling lambat pada Hari Sabtu tanggal 5 Agustus 2023, pembayaran kepada klien kami di rumah Jalan Sunu III No N5, Kota Makassar. Apabila belum melakukan pembayaran, maka jumlah denda akan semakin bertambah, selanjutnya akan dilakukan perhitungan kembali bersamaan dengan pembayaran denda,” lanjutnya dalam Surat Somasi.

“Apabila Saudara belum melakukan pengembalian kepada Klien kami, maka dengan sangat menyesal, perkara ini akan kami ajukan Permohonan PKPU/Pailit Saudara kepada Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Makassar berdasarkan Pasal 11 Perikatan Jual Beli Nomor 38, bahwa akibat hukum jika Saudara dinyatakan pailit berdasarkan Pasal 24 ayat (1) UU 37 Tahun 2004 tentang PKPU dan Kepailitan, menyatakan bahwa: Debitor demi hukum, kehilangan haknya untuk menguasai dan mengurus kekayaannya yang termasuk dalam harta pailit, sejak tanggal putusan pernyataan pailit diucapkan,” tandas Yoel Bello dalam Surat Somasi.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengakui empat rumah dan satu mobil senilai Rp 162 miliar di LHKPN merupakan pemberian orang tua istrinya. Ayah mertua Dito adalah seorang pengusaha jasa travel haji dan umrah.

Sebagaimana diberitakan detikcom, Rabu (19/7/2023), Dito menikahi Niena Kirana Riskyana yang merupakan putri dari Fuad Hasan Mashur.

Fuad Hasan Mashur adalah pendiri dan pemilik Maktour. Maktour merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa travel umrah dan haji.

Selain dikenal sebagai pengusaha, Fuad Hasan Mashur juga aktif di berbagai organisasi. Salah satunya, dia pernah menjadi Ketua Dewan Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah (Forum SATHU). Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai politikus senior Partai Golkar.

Sebelumnya, kekayaan Dito disorot karena nilainya fantastis. Padahal, Dito masih tergolong sangat muda untuk seorang penyelenggara Negara.

“Ini menjadi ramai mungkin karena fantastis angkanya dan saya masih muda,” kata Dito Ariotedjo, Rabu (19/7/2023).

Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang telah dilaporkannya ke KPK pekan lalu, kekayaan Dito mencapai Rp 282 miliar. Namun ada lima aset yang ditulis berasal dari pemberian hadiah.

Kelima aset itu terdiri atas empat bangunan rumah dan satu mobil. Jika ditotal, kelima aset berlabel hadiah itu mencapai Rp 162 miliar. Artinya, setengah dari kekayaan Dito merupakan pemberian dari orang tuanya.

Meski menyadari perolehan asetnya bisa menimbulkan polemik, Dito berdalih tidak bisa memilih lahir dari keluarga mana hingga mendapatkan hadiah sebesar itu. “Kita kan tidak bisa milih lahir dari mana,” kata Dito Ariotedjo.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Tolak Keras Permodalan China di PT Dairi Prima Mineral (DPM), Masyarakat Dairi Geruduk Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta

Masyarakat Dairi, Sumatera Utara, yang tergabung dalam Warga