Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
599
0
Foto: Bujang Musa, SH., MH. (Dok)Foto: Bujang Musa, SH., MH. (Dok)

Salah seorang Tokoh Masyarakat Bangka Belitung, Bujang Musa, SH., MH, mengungkapkan, aroma money politics dan dugaan penyusupan pencoblosan sangat terasa di wilayah Bangka Belitung.

Karena itu, Bujang Musa yang berprofesi sebagai Advokat itu, memperingatkan seluruh anggota masyarakat, terutama kepada para petugas, agar menghentikan praktik-praktik politik kotor dalam proses Pesta Demokrasi di Pemilu 2024 ini.

“Politik uang atau money politics untuk meraih suara Masyarakat oleh para oknum Caleg, mulai dari DPRD Kabupaten/Kota hingga DPR RI diduga marak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Bujang Musa kepada wartawan, Selasa (13/2/2024).

“Namun, sebagian masih ada para Caleg dan masyarakat yang cerdas, yang tetap menolak politik uang,” lanjutnya.

Bujang Musa yang juga Ketua Lembaga Bantuan Hukum Bangka Belitung, memperingatkan penyelenggaraan Pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU), serta aparat Kepolisian, untuk melakukan Tindakan preventif terhadap potensi-potensi kecurangan dalam proses Pemilu.

Selain upaya preventif, lanjutnya, tindakan tegas berupa proses hukum harus dilakukan bagi para pelanggar, yang melakukan money politics.

“KPU dan pihak kepolisian harus lebih pro aktif menjaga di setiap Tempat Pemungutan Suara agar demokrasi kita berjalan dengan baik. Nilai dari setiap suara bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu per pemilih,” ujarnya.

Yang sangat miris lagi, ungkap Bujang Musa, kertas suara cadangan sebanyak 2,5 persen yang dilebihkan untuk mengantisipasi kertas suara rusak, malah akan dijadikan sebagai peluang jual beli suara.

“Kertas suara cadangan malah terindikasi akan dijadikan ajang jual beli suara,” katanya.

Kemudian, lanjut Bujang Musa, ditemukan sejumlah indikasi adanya kedekatan para oknum tertentu dengan petugas di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Hal ini sangat berindikasi adanya dugaan permainan di antara mereka.

Bujang Musa juga memperingatkan, agar petugas dan pelaksana pemilu bersungguh-sungguh melaksanakan tugasnya, dan jangan mencederai Pesta Demokrasi di Pemilu 2024 ini.

“Selain itu perlu dilakukan pengawasan proses dan pelaksanaan pencoblosan di pelosok-pelosok, di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan), dan lain-lainnya, sebab tempat-tempat itu mudah dan disusupi oleh para oknum,” ungkapnya.

“Saya menghimbau masyarakat dan kita seluruhnya, mari kita jalankan pesta demokrasi ini menjadi bersih dan bertanggungjawab,” katanya.

“Dan saya berharap rakyat harus pintar dan cerdas, jangan tergoyah dengan nilai suara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu yang akan membuat kita menderita selama 5 tahun ke depan,” tandas Bujang Musa.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Loyal Dukung Prabowo, Ikatan Batak untuk Indonesia Raya (IBARA) Ikut Pastikan Kemenangan Paslon Nomor 2 Satu Putaran

Masyarakat Batak yang tergabung dalam Ikatan Batak untuk