Kisruh Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar

Kisruh Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor Universitas Negeri Makassar

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
1292
0
Foto: Ilustrasi - Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa di area kampus. (Dok)Foto: Ilustrasi - Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi unjuk rasa di area kampus. (Dok)

Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memroses dugaan kecurangan Pemilihan Rektor (Pilrek) di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Tim investigasi dari Itjen Kemendikbudristek telah memeriksa 3 orang dalam kasus dugaan kecurangan tersebut.

Tiga orang yang dimaksud adalah Prof Ichsan Ali sebagai pelapor, Ketua Panitia Pilrek UNM Prof Hamsu Abdul Gani, dan Dekan Fakultas Teknik UNM Prof Muh Yahya sebagai terlapor.

“Sudah (diperiksa). Sekitar satu jam lah. Fakta-faktanya sudah disampaikan,” ujar Prof Ichsan, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (6/3/2024).

Prof Ichsan mengungkapkan bahwa dirinya dimintain keterangan atas 9 laporan yang ia layangkan pada Kamis (29/2/2024).

“Saya siap dikenai sanksi apabila berbohong. masa kita mau bohong. Bukan main-main ini,” tegas Prof Ichsan.

Terpisah, Prof Hamsu Abdul Gani juga mengaku dirinya diperiska sebagai terlapor.

“Saya selaku anggota senat tentu berhak berkomunikasi kepada anggota senat yang lain. Tapi tidak selaku ketua panitia,” ungkap Prof Hamsu kepada wartawan.

Prof Hamsu mengaku kalau hanya mengajak anggota senat menyukseskan pemilihan rektor, tidak menyebut untuk memilih salah satu calon.

Diketahui, senat UNM telah melakukan penyaringan 3 calon rektor yang lolos pada putaran kedua.

Tiga calon yang lolos adalah Prof Hasmyati, Prof Karta Jayadi dan Prof Hasnawi Haris. Prof Hasmyati unggul telak dengan 51 suara, disusul Prof Karta jayadi dengan 5 suara dan Prof Hasnawi meraih 4 suara.

Terkait investigasi Itjen Kementerian juga, hal ini merembet berbagai hal termasuk pada Prof Hasmyati yang sebelumnya unggul telak.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan civitas akademik UNM, Itjen Kementerian proses mendalami dugaan keterlibatan Prof Hasmyati dalam penyalahgunaan kekuasaan dan isu praktik Pungutan Liar (Pungli) yang sedang terjadi di FIKK UNM selama periodenya menjadi Dekan.

“Bukan mi rahasia dek, habis pemilihan unggul telak, kasus (Pungli) keterlibatan bu Dekan (di FIK) jadi terungkit juga,” ungkap salah satu Dosen.

Dugaan Kecurangan ini membuat Proses Pilrek UNM lanjutan yang sedianya akan dilaksanakan pada Kamis ini (7 Maret 2024) dibatalkan karena mungkin menunggu hasil Investigasi dari Itjen Kementerian.

Beberapa kasus pemilihan rektor PTN dibatalkan dan dianulir oleh Kementerian seperti yang terjadi pada UNS sebelumnya. Kasus UNS seperti yang diketahui hasil Pemilihan Rektor dibatalkan oleh Menteri.

Pihak Itjen di Jakarta yang dihubungi terpisah mengungkapkan jika terdapat temuan menyalahi aspek integritas atau kesalahan oleh Calon Rektor terpilih, akan dibatalkan oleh Kementerian.

Selanjutnya proses Pemilihan Rektor akan diulang dan dapat diambil alih oleh Kementerian.

“Bisa lihat di UNS tahun 2023 kemarin,” tegasnya.

 

Panitia Pemilihan Rektor Jalani Pemeriksaan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) melakukan investigasi di Universitas Negeri Makassar (UNM), Selasa, 5 Maret 2024.

Investigasi ini berkaitan dengan dugaan laporan kecurangan Pemilihan Rektor (Pilrek) UNM 2024/2028. Sejumlah nama pun sudah dan masih sementara diperiksa.

Pemeriksaan ini berlangsung di Lantai 6 Manara Pinisi UNM. Dimulai sejak siang yang dihadiri sejumlah tim investigasi dari Kemendikbud-Ristek.

Ketua Panitia Pilrek UNM, Prof Hamsu Abdul Gani tak menampik kehadiran tim Kemendikbud-Ristek. Dia bahkan salah satu yang baru saja diperiksa.

“Jadi sekaitaan dengan pilrek ini, ada laporan sehingga itulah yang ditindaklanjuti kementerian hari ini. Mereka menverifikasi laporan itu,” ujarnya, Selasa, 5 Maret 2024.

Prof Hamsu pun mengaku dirinya menjadi orang kedua yang baru saja diperiksa. Pemeriksaan ini karena dia sebagai panitia dianggap tidak netral.

“Pemeriksaan ini karena kami panitia dianggap tidak netral. Ini dari dugaan terlapor dan kementerian memverifikasi itu,” jelasnya lagi.

Direktur Program Pascasarjana UNM ini menyebut pemerikasaan dirinya berlangsung kurang lebih 2 jam.

“Hampir 2 jam (pemeriksaan). Saya menunggu dari jam 11.30. Itu sesuai dengan surat panggilan. Namun memang terlambat sehingga baru mulai setelah shalat zuhur,” ungkapnya lagi.

Meski begitu, Prof Hamsu tidak tahu pasti jumlah pertanyaan yang diajukan kepadanya. Dia hanya menjawab tugasnya menjalankan proses pemilihan sebagai panitia.

“Ada banyak hal pertanyaan. Tetapi yang jelas berkaitan dengan fungsi saya sebagai ketua panitia Pilrek UNM,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan ini, Kemendikbud-Ristek juga telah memeriksa Prof Ichsan Ali sebagai pelapor dugaan kecurangan Pilrek UNM putaran pertama.

“Sebelum saya, Prof Ichsan pertama yang diperiksa. Setelahnya, baru saya dan saat ini dekan teknik,” tandas Prof Hamsu.

Sebagai informasi, Prof Ichsan Ali sebelumnya bakal calon Rektor UNM 2024/2028. Kendati dia gagal melaju ke putaran kedua usai hanya meraih 3 suara.

Prof Ichsan lantas mengadu ke Kemendikbud-Ristek. Dia mengajukan sembilan poin dugaan kecurangan Pilrek UNM.

Laporan ini lantaran Prof Ichsan menilai pemilihan putaran pertama sangat timpang. Selisih suara para calon sangat jauh sehingga memicu banyak perdebatan.

Tiga calon rektor yang berhasil melaju ke putaran kedua ialah Prof Hasmyati, Prof Karta Jayadi dan Prof Hasnawi Haris.

Prof Hasmyati meraih suara terbanyak dengan 51 suara dari 64 anggota senat. Prof Karta Jayadi mengamankan posisi kedua usai meraih 5 suara. Prof Hasnawi Haris diposisi ketiga dengan 4 suara.

Dua kandidat lainnya Prof Ichsan Ali dan Prof Eko Hadi Sudjiono harus tersingkir. Keduanya masing-masing hanya meraih 3 dan 1 suara.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Hakim ‘Gemes’ di Sidang Bongkar Kejahatan Biksu Perempuan dan Keluarganya pada PN Jakarta Utara

Persidangan kasus pidana dengan Nomor Perkara 246/Pid.B/2024, di