Breaking News

Wujudkan Sektor Perdata dan Tata Usaha Negara Jadi Primadona; Wakil Jaksa Agung Arminsyah Picu Optimalisasi Kinerja Jaksa

Wujudkan Sektor Perdata dan Tata Usaha Negara Jadi Primadona; Wakil Jaksa Agung Arminsyah Picu Optimalisasi Kinerja Jaksa.

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia (Waja) Dr Arminsyah mengharapkan kinerja Kejaksaan di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (DATUN) menjadi primadona baru dalam penegakan hukum.

Karena itu, Arminsyah menekankan perlunya akselerasi dan peningkatan kinerja Bidang DATUN dengan prestasi-prestasi yang membanggakan.

Hal itu disampaikan Wakil Jaksa Agung Arminsyah saat membuka Rapat Kerja Teknis Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Rakernis Datun), yang diikuti para Pejabat Eselon II dan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM DATUN), serta pada Asdatun dan Kasi Datun pada Kejaksaan Negeri Tipe A se-Indonesia, pada Selasa, 9 April 2019.

Rakernis yang digelar di Aula Sasana Pradata Kejaksaan Agung itu juga diikuti oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Seluruh Indonesia, melalui video conference.

“Dimasa-masa yang akan datang, nantinya Bidang Datun akan menjadi primadona Kejaksaan. Sebuah kenyataan yang sangat logis, terutama melihat realitas perkembangan dunia usaha dan bisnis dewasa ini. Seiring dengan berbagai kebijakan pemerintah untuk menciptakan suasana kondusif dan nyaman bagi para pelaku usaha, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari luar negeri,” tutur Arminsyah.

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel) ini menegaskan, fokus pemerintah untuk memacu laju pertumbuhan ekonomi, salah satunya juga dapat dilihat dari keberhasilan Indonesia untuk mempertahankan rating layak investasi dari Standard & Poor’s (S&P) di tahun 2018.

“Yang mana hal tersebut tentu akan semakin meningkatkan iklim berusaha dan investasi di Indonesia,” ujar Arminsyah.

Oleh karena itu, lanjut Arminsyah, dalam rangka mendukung dan mempercepat akselerasi pembangunan nasional, maka perlu komitmen penuh dari seluruh jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN), untuk senantiasa bekerja secara bersungguh-sungguh, profesional dan berintegritas tinggi sebagai bentuk darma bakti bagi institusi dan tanah air.

Tidak lupa, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (JAM Pidsus) ini menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada segenap jajaran satuan kerja Satker Datun di Pusat maupun daerah, yang telah bekerja keras mewujudkan kegiatan rakernis ini.

Seraya berharap agar penyelenggaraan Rakernis bukan hanya sekedar untuk mengidentifikasi berbagai kompleksitas permasalahan, Arminsyah menekankan perlunya menciptakan harmonisasi pola pikir di setiap jajaran Bidang Datun.

Arminsyah juga menyebut, ada capaian kinerja Bidang DATUN yang baru-baru ini telah berhasil memenangkan gugatan arbitrase. Yaitu memenangkan gugatan yang diajukan oleh Indian Metal Ferro & Alloys Limited (IMFA) terhadap Pemerintah Republik Indonesia dalam persidangan Den Haag, Belanda.

Menurut Arminsyah,  kemenangan itu adalah sebuah perjuangan panjang di tengah berbagai keterbatasan.

“Walaupun demikian, tidak menyurutkan langkah para Jaksa Pengacara Negara untuk senantiasa mencurahkan segenap upaya untuk memenangkan perkara tersebut,” katanya.

Dari kemenangan pada Arbitrase itu, lanjutnya lagi, Kejaksaan telah menyelamatkan dan memulihkan keuangan negara dalam jumlah yang fantastis, sekaligus mampu menjaga marwah martabat bangsa di mata dunia.

“Yang mana kesemuanya itu menjadi prasyarat utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah,” tutur Arminsyah.

Di sisi lain, Wakil Jaksa Agung berharap, keberhasilan yang diraih tersebut janganlah sampai membuai dan berhenti untuk berbuat.

“Melainkan haruslah semakin memotivasi kita untuk senantiasa bekerja, meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas diri dan citra institusi,” ujar pria yang disebut-sebut layak menjadi Calon Jaksa Agung pada periode berikutnya itu.

Prestasi dan capaian kinerja yang sudah dilakukan, lanjut Arminsyah, haruslah semakin memotivasi untuk senantiasa bekerja, meningkatkan profesionalisme dan menjaga integritas diri dan citra institusi.

Arminsyah mengingatkan, ada kalanya terdapat ketidakharmonisan antara pengusaha atau investor dengan pemerintah, dikarenakan adanya kebijakan maupun langkah-langkah pemerintah yang dianggap berpotensi mengakibatkan kerugian bagi suatu lingkup usaha.

Bahkan, lanjutnya, dalam situasi yang lebih jauh, acap kali ketidakharmonisan tersebut berkembang dan harus diselesaikan melalui jalur hukum, melalui pengadilan, maupun di luar pengadilan (out of court settlement), seperti forum arbitrase dan mediasi.

Dalam kondisi sedemikian, ditegaskan Arminsyah, peran Jaksa Pengacara Negara menjadi sangat penting. Karena tidak hanya dituntut menjamin kebenaran dari kebijakan maupun langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah, tetapi juga menjamin terjaganya kepastian hukum dalam praktik bisnis.

“Terutama mengingat bahwa kepastian hukum merupakan salah satu komponen utama, dan demikian signifikan yang mampu menjadi motor penggerak maju dan kuatnya perekonomian bangsa,” ujarnya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya, jelas Arminsyah, adalah memastikan bahwa pelaksanaan suatu kegiatan usaha berlangsung dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi kepentingan umum.

Oleh karenanya, maka fungsi penegakan hukum membubarkan dan mempailitkan Perseroan Terbatas (PT) yang melanggar kepentingan umum atau peraturan perundang-undangan, menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan secara konsisten, sehingga dapat mencegah jatuhnya korban dari praktik bisnis menyimpang yang berpotensi merugikan masyarakat maupun negara.

“Kiranya, lewat Rakernis ini, dapat dirumuskan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan. Sehingga seluruh rekomendasi, dapat segera terlaksana dan dapat mendorong peningkatan kinerja Bidang Datun secara keseluruhan,” tutup Arminsyah.

Rakernis DATUN itu juga diikuti oleh Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM DATUN) sendiri, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intel), Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM WAS), Staf Ahli, Para Pejabat Eselon I, II dan Iii di lingkungan Kejaksaan Agung.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*