Breaking News

Warung Mi Gomak Mardongan Rawa Sari Digusur Lurah, Gubernur Anies Harus Tindak Tegas Bawahannya

Warung Mi Gomak Mardongan Rawa Sari Digusur Lurah, Gubernur Anies Harus Tindak Tegas Bawahannya. Warung Mi Gomak Mardongan Rawa Sari Digusur Lurah, Gubernur Anies Harus Tindak Tegas Bawahannya.

Penyalahgunaan kewenangan oleh sejumlah aparatur Pemerintah di tingkat bawah masih terjadi. Di Jakarta Timur, Lurah di wilayah Mardongan diduga menggerakkan aparaturnya melakukan penggusuran rumah dan tempat usaha warga dengan sewenang-wenang.





Simanjuntak Boru Pardede, salah seorang  ibu yang merupakan warga di Jalan Barat, Mardongan, Jakarta Timur, sangat menyesalkan tindakan aparatur yang dipimpin Lurah Artika yang semena-mena menggusur rumah yang menjadi tempat usahanya selama puluhan tahun.

“Selama ini, kalau ada apa-apa dengan permukiman dan lingkungan kami, saya selalu melapor ke pihak kelurahan. Kok, kini malah kami yang digusur. Tidak tahu persis alasannya apa menggusur kami,” tutur Simanjuntak Boru Pardede, Rabu (19/06/2019).

Ibu yang sudah tinggal dan bermukim selama lebih 30 tahunan di rumahnya yang terletak di Jalan Barat Nomor 50 itu memang menjadikan rumahnya sebagai tempat usaha, dengan membuka warung makan, dengan menjual mi gomak, yakni mi khas Medan.





Ada dua rumah yang digusur mendadak oleh pihak kelurahan. Yakni rumahnya dan rumah di sebelahnya. Wilayah Mardongan, di daerah Rawa Sari, Jakarta Timur itu memang dikenal dengan permukiman padat penduduk, dan sebagian besar pemilik rumah menjadikan rumah huniannya juga sebagai tempat usaha mencari makan.

“Kalau rumahnya Pak Lubis di sebelah, belum digusur. Lurah Artika sendiri yang datang membawa Satpol PP dan petugas Pasukan Kuning untuk melakukan penggusuran,” ujar Simanjuntak Boru Pardede.

Penggusuran berlangsung pada Selasa, 18 Juni 2019, sekitar pukul 11 siang. Ratusan orang anggota Satpol PP dan Petugas Pasukan Kuning dengan dipimpin oleh Lurah Artika segera melakukan pembongkaran dan menggusur.





Memang, kata dia, ada tiga kali surat peringatan dikeluarkan oleh kelurahan. Namun dikarenakan alasan dalam suratnya tidak jelas, warga pun hanya menunggu saja.

“Alasannya kan karena ada laporan dari salah seorang warga, yang melaporkan adanya yang berjudi di warung. Kami tak pernah memelihara perjudian, kami hanya dagang saja. Kalau ada yang main catur ya entahlah apakah itu perjudian,” tuturnya lagi.

Dia mengaku ada yang aneh dengan tindakan lurah itu. Sebab, jika alasannya adalah ada yang main judi, maka sebaiknya dilaporkan ke aparat Kepolisian supaya yang berjudi ditangkap. “Lah kalau benar ada judi yak e Polisi saja, ngapain juga Lurah menggusur,” tanyanya.





Menurut penelusuran Simanjuntak Boru Pardede, warga yang disebut melapor ke Lurah itu adalah salah seorang warga yang rumahnya dijadikan tempat cucian mobil. Merasa terhalang dengan rumah dan usaha warga di sekitarnya, dia memanfaatkan Lurah untuk melakukan penggusuran semena-mena.

“Soalnya dia mau bikin jalan sendiri khusus ke cucian mobilnya, dan kami yang dikorbankan. Sayangnya, lurah pun malah ikutin maunya dia,” tuturnya.

Ketika dihalangi hendak melakukan penggusuran, salah seorang petugas menyahut, sebaiknya ditanyakan saja kepada pimpinan tertinggi alasan penggusurannya.





“Kami minta Pak Gubernur Anies Baswedan untuk memperhatikan warga, dan menindak tegas kesewenang-wenangan aparaturnya di tingkat kelurahan yang bermain mata dengan pihak tertentu, dan malah menggusur warga yang tak bersalah dengan sewenang-wenang,” pintanya.

Sitor Siringo-ringo, salah seorang tokoh warga masyarakat di wilayah itu pun merasa heran dengan kelakuan aparatur pemerintahan di tingkat warga yang main gusur begitu saja.

“Sikap dan tindakan yang begini ini nih yang bikin warga marah dan protes keras kepada aparatur pemerintahan,” tutur Sitor Siringo-ringo.





Dia menyesalkan langkah lurah yang terkesan arogan dan semena-mena melakukan penggusuran kepada warga. Dia meminta warga lainnya bersolidaritas menolak penggusuran yang dilakukan semena-mena kepada warga lainnya.

Sitor juga meminta aparat penegak hukum segera menindaktegas lurah yang telah dengan semena-mena melakukan pengggusuran sepihak.





“Kepada Bapak Gubernur DKI, Anies, yang begini-begini jangan dibiarkan. Lurahnya boleh dong salah. Ya salah harus ditindak dong. Tindak tegas. Jangan warga melulu yang disalahkan dan diperlakukan dengan tidak adil. Aparaturnya juga harus ditindak tegas,” pintanya.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*