Warning Keras, Dunia Dikepung Wabah Mematikan Virus Corona, Presiden Jokowi Mesti Blusukan ke Rakyat

Warning Keras, Dunia Dikepung Wabah Mematikan Virus Corona, Presiden Jokowi Mesti Blusukan ke Rakyat. Foto: Gambar Ilustrasi Penyebaran Virus Corona.
Warning Keras, Dunia Dikepung Wabah Mematikan Virus Corona, Presiden Jokowi Mesti Blusukan ke Rakyat. Foto: Gambar Ilustrasi Penyebaran Virus Corona.

Penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia terkesan sangat tertutup. Bagai bara dalam sekam, penanganan persoalan wabah yang sangat berbahaya ini terkesan sangat tertutup.

Wabah virus corona yang sangat berbahaya ini disebutkan sudah mengepung  104 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia Provinsi DKI Jakarta (DPD GAMKI DKI Jakarta) Jhon Roy P Siregar mengingatkan, Pemerintah Pusat harus men-declare secara serius bahwa serangan wabah virus corona itu sangat berbahaya, dan harus dilakukan upaya serius untuk menanganinya.

“Termasuk keseriusan Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto agar terjun langsung ke masyarakat untuk memimpin pencegahan penyebaran virus corona. Di saat-saat seperti inilah, rakyat sangat membutuhkan perhatian nyata dari pemerintahnya, untuk bersama-sama kuat menghadapi serangan virus berbahaya ini,” tuturnya, di Jakarta, Jumat (13/03/2020).

Jika pada sejumlah momentum, seperti Pemilu dan Pilpres, Joko Widodo dan para petinggi Negara Indonesia, dikenal rajin turun ke bawah, melakukan blusukan, bertemu langsung dengan rakyat, maka kini hal yang sama harus dilakukan, untuk melihat langsung dan merasakan penderitaan rakyatnya.

“Presiden Jokowi harus blusukan ke rakyat bawah. Agar bisa merasakan langsung kecemasan dan kekhawatiran rakyatnya. Dan bisa melakukan upaya serius menangani persoalan virus corona yang mengepung dunia, termasuk Indonesia ini,” bebernya.

Mantan aktivis mahasiswa di Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) ini menegaskan, di seluruh dunia, saat ini ancaman virus corona sudah sangat mengkhawatirkan.

Namun, kok di Indonesia, seperti ada kesan disengaja menutup-nutupi kondisi sebenarnya. Bahkan, tersebar ancaman-ancaman di media-media sosial, yang menyatakan bahwa apabila ada yang mempublikasi persoalan dan kondisi sebenarnya, akan dipidanakan.

Jhon Roy P Siregar yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Politik Dewan Pimpinan Pusat Serikat Rakyat Indonesia (DPP Serindo) ini mengaku jengkel dan geram dengan ulah pejabat elit di Indonesia, yang terkesan sibuk dengan publikasi dan pencitraan dirinya, melalui media-media massa dan media-media sosial. Tanpa merasakan dan melihat langsung kondisi sebenarnya di masyarakat bawah.

Karena itu, dia berharap, Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’aruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Kapolri, Panglima TNI, Para Gubernur, Para Bupati hingga Camat dan Kepala-Kepala Desa, harus turun langsung ke masyarakat, melakukan upaya sangat serius melindungi warga Negara Indonesia dari serangan virus corona.

“Termasuk para tokoh-tokoh agama, seperti Ephorus, Paus, Pendeta, Pastor, Ustad, Kiyai, Bikhu, harus turun ke masyarakat bawah, merasakan langsung keringat dan nyawa rakyat yang menderita. Demikian juga para Ketua Umum Partai Politik, elit-elit politik, pejabat teras, harus bergerak turun ke bawah. Jangan kalau di momentum kepentingannya saja mau blusukan. Justru di saat seperti sekaranglah itu juga harus dilakukan,” tandas Jhon Roy P Siregar.

Terpisah, Aktivis Kemanusiaan Wira Leonardi mengatakan, hampir setiap hari ini dirinya mendengar dan menyaksikan mobil ambulance berseliweran di jalanan dekat tempat tinggalnya di Jakarta.

“Tidak biasanya. Kemarin saja, saya lagi rehat seharian, ada 30-an mobil ambulance bersirene bolak-balik. Entah membawa orang sakit karena virus corona atau bukan. Tetapi beberapa warga menyatakan itu pasien suspect virus corona,” tutur Wira Leonardi.

Wira yang juga memantau perkembangan informasi dan berita-berita wabah virus corona di berbagai belahan dunia mengaku heran dengan Pemerintah Indonesia, yang terkesan sangat santai, tertutup dan tidak ambil pusing dengan penyebaran virus corona yang mematikan itu.

“Berita-berita dunia menyebut sudah 104 negara terkepung virus corona. Bahkan, sejumlah elit dan petinggi dunia, tak luput dari serangan. Negara-negara yang maju, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Iran dan lain-lainnya sudah warning keras. Kok Indonesia malah selow,” terangnya.

Wira menuturkan,  salah satu anggota penasihat Presiden Iran, Mohammad Mirmohammadi bahkan meninggal karena virus ini pada 2 Maret 2020 waktu setempat.

Kemudian, penasihat Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Hossein Sheikholeslam meninggal dunia karena terinfeksi virus corona.

“Selain itu, ada juga 23 anggota parlemen Iran yang diberitakan tertular virus corona,” ungkap Wira.

Informasi lainnya, Menteri Kebudayaan Prancis, Franck Riester, dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Riester kini sedang menjalani karantina di rumahnya yang ada di Paris.

Menteri Kesetaraan Spanyol Irene Montero dinyatakan positif Corona. Irene kini tengah dikarantina bersama pasangannya yang juga Wakil Perdana Menteri Pablo Iglesias.

Tidak hanya itu, sejumlah aktor dan selebritis kelas dunia juga diberitakan tertular virus corona. Seperti aktor Tom Hanks, atlit Timo Hubert, atlit Rudy Gobert, atlit Daniele Rugani.

Kepala Staf Angkatan Darat Italia Salvatore Farina, Nadine Dorries, Menteri Kesehatan Junior dan Anggota Parlemen Konservatif Inggris, mengatakan dia telah didiagnosis positif Virus Corona.

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Haririchi, Wakil Presiden Iran Masoumeh Ebtekar. Pejabat Iran lainnya yang terinfeksi meliputi Mojtaba Zolnour, anggota Parlemen dari Qom dan kepala komite keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Parlemen Mahmoud Sadeghi, anggota Parlemen yang blak-blakan dari Teheran Iraj Harirchi.

“Indonesia harus melakukan upaya sangat serius dan luar biasa dalam menangani persoalan virus corona ini,” tandas Wira.(Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan