Warganya Diterjang Banjir Bandang, Bupati Samosir Rapidin Simbolon Lamban

Banjir bandang terjadi Desa Holbung, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Senin (9/12/2019). Akibat banjir akses jalan penghubung antar Kecamatan Sitio-tio terputus dan lumpuh.
Banjir bandang terjadi Desa Holbung, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Senin (9/12/2019). Akibat banjir akses jalan penghubung antar Kecamatan Sitio-tio terputus dan lumpuh.

Warga Kabupaten Samosir diterjang banjir bandang. Namun, Bupati Samosir Rapidin Simbolon tampak lamban mengatasi bencana yang meluluhlantakkan Desa Holbung, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir itu.

Protes terhadap penanganan banjir bandang datang dari Generasi Milenial Samosir, Swangro Marbun Lumbanbatu. Menurut dia, banjir yang terjadi sejak Minggu malam (08/12/2019) itu terjadi sekitar pukul sepuluh malam jelang tengah malam, namun tak ada upaya cepat yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menyelamatkan warganya dari bencana itu.

“Bupati Samosir Rapidin Simbolon kurang cekatan. Tidak cepat menangani banjir bandang yang menimpa warga,” ujar Swangro Marbun Lumbanbatu, Rabu (11/12/2019).

Lebih lanjut, menurut pria jebolan S2 Fakultas Teknik Sipil Jurusan Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan Universitas Sumatera Utara (USU) ini, banjir itu kini telah memutus akses jalan penghubung antar Kecamatan Sitio-tio. “Lumpuh. Karena jalanan tertutupi materi lumpur tebal dan kayu-kayu yang terseret banjir,” ujarnya.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi berulang tidak dengan tanggap direspon oleh Pemkab Samosir. “Bupati Samosir harus tanggap menangani ini. Harus teliti dengan kejadian ini. Kalau kita mengingat kembali selama 2 tahun belakangan ini sudah 3 kali banjir,” ujarnya.

Dikatakan Putra Asli Samosir ini, di kampung halamannya itu, kini sudah bagai langganan banjir, padahal sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi bencana banjir seperti itu. Seharusnya, Bupati Samosir sudah mempersiapkan segala kemungkinan jika terjadi banjir.

Apalagi, lanjut Swangro, jika terjadi banjir di Pulau yang berada di tengah Danau Toba itu, akan membuat masyarakat menderita dua kali lipat daripada biasanya.

“Apakah karena sudah tidak ada lagi penahan banjir atau banyak penebangan kayu dengan sembarangan? Seharusnya,  Bupati  mampu memberi solusi cepat atas kejadian ini. Dan ini harus di cek mulai dari hulu ke hilir,” ujar pria yang berencana maju sebagai Calon Bupati Samosir pada Pilbub Samosir 2020 mendatang.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kata dia, dalam bencana banjir bandang ini terjadi kerusakan yang besar. “Terjadi kerusakan fasilitas umum, yakni jembatan dan pelabuhan. Dan ini harus ditangani secara serius,” ujar Swangro Marbun Lumbanbatu.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan