Warga Jemaat Sudah Tak Sabar Ingin Ganti Pendeta, Pdt Haposan Sianturi Polisikan Sintua

Desak Usut Dugaan Penyelewengan Uang Gereja HKBP Kayu Tinggi

Desak Usut Dugaan Penyelewengan Uang Gereja HKBP Kayu Tinggi, Warga Jemaat Tak Sabar Ingin Ganti Pendeta, Pdt Haposan Sianturi Polisikan Jemaatnya.
Desak Usut Dugaan Penyelewengan Uang Gereja HKBP Kayu Tinggi, Warga Jemaat Tak Sabar Ingin Ganti Pendeta, Pdt Haposan Sianturi Polisikan Jemaatnya.

Pimpinan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort kayu Tinggi, Cakung, Jakarta Timur, Pendeta Haposan Sianturi melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan yang dialaminya dari jemaatnya sendiri.

Pdt Haposan Sianturi yang sudah melaporkan tindak kekerasan dan dugaan penganiayaan kepada dirinya pada Minggu, 30 Juni 2019 itu, kembali mendatangi Markas Polres Jakarta Timur pada Rabu 03 Juli 2019, untuk menanyakan sejauh mana proses pengusutan atas laporan yang sudah dilakukannya di Kepolisian itu.





“Saya lagi membuat laporan. Atas tuduhan pengeroyokan dan kekerasan yang dilakukan oleh para jemaat saya di HKBP Resort Kayu Tinggi,” kata Pdt Haposan Sianturi, saat ditemui di Kantor Kepolisian Resort Jakarta Timur, Rabu (3/7/2019).

Aksi kekerasan terhadap dirinya diduga karena karena adanya tuduhan terhadap Pendeta Haposan Sianturi menggunakan uang jemaat untuk kepentingan pribadi.

Puncaknya, pada tanggal 30 Juni 2019 di Gereja HKBP Resort Kayu Tinggi pada saat beribadah, seorang Penatua atau Sintua bernama Ridin Nainggolan ingin menaiki mimbar untuk menggantikan Pendeta Haposan Sianturi.





Aksi yang dilakukan oleh para jemaat HKBP Resort Kayu Tinggi tersebut meminta Pendeta Haposan Sianturi agar mundur dari jabatannya.

“Jadi, persoalan ini bermula, saya dituduh mengambil uang jemaat. Tapi saya sudah sampaikan, kalau memang betul silahkan diproses,” ucap Haposan.

Sebelumnya, Pdt Haposan Sianturi sudah pernah melakukan pertemuan dengan para jemaat HKBP Resort Kayu Tinggi guna membahas masalah keuangan jemaat tersebut. Dalam pertemuan itu juga disampaikan sejumlah permasalahan yang dihadapi bersama.





Namun, lanjut Pdt Haposan Sianturi, para jemaat tetap bersih keras meminta agar dirinya mundur dari jabatannya.

“Sebelumnya juga sudah pernah kita buat pertemuan. Tapi mereka memaksa saya suapaya mundur. Tapi itu kan tidak bisa. Karna masa jabatan saya belum habis,” pungkasnya.

Aksi Protes Jemaat Gereja HKBP Kayu Tinggi

Pada Minggu, 30 Juni 2019, terjadi kisruh di Gereja HKBP Kayu Tinggi. Kejadian tarik menarik dan menurunkan Pendeta Haposan Sianturi dari mimbar gereja pada saat peribadatan sedang berlangsung pagi hari.





Kisruh ini dipicu akibat mosi tidak percaya antara sebagian jemaat dan para pengurus gereja dan para penatua atau sintua  terhadap pendeta yang bertugas yakni Pdt Haposan Sianturi.

Salah satu penyebabnya mengangkut keuangan gereja, diduga manipulasi laporan keuangan dan penyelewengan dana hingga berjumlah ratusan juta seperti yang tertera pada surat dari Distrik (Tim Pareses HKBP).

Peristiwa kemarahan sebagian jemaat memuncak yang mana sesaat pendeta Haposan Sianturi akan membawakan materi khotbah dengan berjalan naik ke atas podium atau mimbar.





Pada saat bersamaan salah seorang penatua gereja (sintua) juga naik ke podium dan tampak sama-sama tiba hingga terlibat saling dorong lalu beberapa warga jemaat pun kisruh, bubar karena panik dan sebagian menghampiri podium.

Ada yang mendorong pendeta bahkan ada yang menarik narik Jubah Kebesaran pendeta hingga sobek dan ahirnya pendeta pun turun dan diamankan dengan cara dievakuasi keluar dari gedung peribadatan.

Peristiwa ini pun diupload  atau diunggah seorang pemilik akun “Belli Namora Huta Uruk” salah satu dari saya ruas Pemuda HKBP kayu tinggi ungkapnya denggan mengawali narasi berikut:





“Kejadian bertubi-tubi, dan memalukan terus berulang terjadi di gereja kami HKBP kayu tinggi yang saya cintai. Hari ini pendeta di turunkan paksa dari mimbar saat ingin memberikan firman Tuhan. kepada seluruh amang , inang dongan naposo seluruh HKBP boan hamu ma hami dibagasan tangiang muna di ibadah minggu on. Kiranya Tuhan memberikan hikmat kepada kami seluruh umat HKBP kayu tinggi. Tu sude na boi mambaen solusi, pihak Distrik 8 DKI Jakarta, dan pihak pusat HKBP . Somba nami oppung, amang, inang, kasihanilah kami. apakah kejadian ini harus terus berulang, hamba Tuhan dilakukan semena- mena seperti ini. Kasihani lah”. Tolong doakan kami.-dari saya ruas Pemuda HKBP Kayu Tinggi.

Sebelumnya, sejumlah jemaat HKBP Kayu Tinggi telah melakukan protes kepada pimpinan HKBP, termasuk ke Praeses HKBP Distrik Jakarta, Pdt Midian Sirait, namun belum ada solusi terhadap tuntutan jemaat.

Bahkan, beberapa kali jemaat dan situa HKBP Kayu Tinggi menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sopo Marpingkir, kantor Distrik HKBP, agar tuntutan mereka didengarkan.





 

Dengan menggelar orasi dan membentangkan spanduku, jemaat HKBP Kayu Tinggi meminta Pdt Haposan Sianturi segera dipindahkan dari HKPB Kayu Tinggi, karena tidak menjalankan tugas pelayanannya sebagai mana mestinya, terutama mengenai urusan keuangan.

 PGI Wilayah Jakarta Bersimpati Dengan Pdt Haposan Sianturi

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia untuk Wilayah DKI Jakarta (PGIW Jakarta), Pendeta Manuel Raintung, yang merupakan rekan pekerja Pdt Haposan Sianturi  menyampaikan rasa prihatin dan simpatinya kepada Pdt Haposan Sianturi dengan kejadian yang menimpa koleganya itu.

“Sebagai rekan sepelayanan dalam beroikumene di DKI Jakarta, saya menaruh simpati untuk rekan Pdt Haposan Sianturi, yang mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya di dalam ibadah hari Minggu di HKBP Jemaat Kayu Tinggi. Sesungguhnya peristiwa seperti itu jangan sampai terjadi di gereja apalagi dalam ibadah gereja,” tutur Manuel Raintung.





Dia mengatakan, untuk menghadapi permasalahan perselisihan semacam seperti yang terjadi di HKBP Kayu Tinggi itu, setiap pihak harusnya menahan diri.

“Kita harus menahan diri. Kita harus menjaga kekudusannya ibadah jemaat, serta keteguhan persekutuan umat. Kami berharap agar  Majelis HKBP Jemaat Kayu Tinggi dapat dengan bijak menyelesaikan permasalahan itu secara internal dan  dalam semangat gerejawi,” tutur Pdt Manuel Raintung.

Dia juga mengajak mendoakan rekan Pdt Haposan Sianturi dan semua pihak yang terkait dengan pergumulan masalah ini, kiranya dapat mengusahakan jalan keluar dan  usaha mendamaikan semua pihak.





Pdt Manuel Raintung juga meminta kepada semua pihak, untuk tidak menyebarkan berita yang belum diketahui pasti kebenaran informasinya.

Dan sebaiknya ajakan bangun dan bina damailah yang harus dibagikan. Pdt Manuel Raintung juga meminta semua pihak bisa meminimalisir kabar yang berlebihan seputar masalah ini.





“Sebagai teman sepelayanan dan seperjuangan, saya sangat mengharapkan pula Pdt Haposan Sianturi bisa kuat dan lebih menguasai diri. Saya tahu Pak Pdt Haposan Sianturi amat piawai dalam menyelesaikan masalah. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Salam damai,” ujarnya.(JR/Nando)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan