Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan

Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan

- in DAERAH, HUKUM
16
0
Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan. - Foto: Aksi Penertiban Pasar Tradisional Sidikalang oleh Satpol PP, di Kabupaten Dairi yang berlangsung anarkis.(Ist)Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan. - Foto: Aksi Penertiban Pasar Tradisional Sidikalang oleh Satpol PP, di Kabupaten Dairi yang berlangsung anarkis.(Ist)

Pedang Pasar Tradisional Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, melaporkan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke Polres Dairi yang melakukan tindakan anarkis saat melakukan penertiban. Aksi penertiban anarkis yang dilakukan Satpol PP itu menyebabkan seorang warga mengalami luka berat berupa patah kaki. 

Humas Polres Dairi, Iptu Donni Saleh membenarkan adanya laporan warga atas oknum Satpol PP tersebut. Namun, Iptu Donni Saleh juga mengungkapkan, pihak Satpol PP Pemkab Dairi juga melaporkan balik pedagang pasar. 

“Iya benar. Dilaporkan di Polsek Kota. Satpol PP pun buat laporan juga. Mereka sama-sama mengadukan,” ujar Iptu Donni saat dikonfirmasi, Jumat (09/04/2021). 

Sementara itu, saat dihubungi berbeda, Kepala Satpol PP Kabupaten Dairi, Eddy Banurea mengatakan penertiban berujung tindakan anarkis itu terjadi lantaran para pedagang pasar tidak menggubris permintaan Satpol PP, yang meminta agar para pedagang tidak berjualan di trotoar dan badan jalan. 

Menurutnya, anak buahnya sudah melakukan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. 

“Dalam melakukan penataan pasar, tim penataan tidak menggunakan kekerasan, tapi tetap melakukan pendekatan secara persuasif. Mulai subuh tim sudah mengingatkan para pedagang supaya tidak berjualan di trotoar dan badan jalan. Namun pedagang tidak mengindahkan himbauan. Tim melakukan penertiban yang terukur sesuai dengan SOP,” tutur Eddy Banurea. 

Eddy mengatakan, dalam proses penertiban yang berujung terjadinya tindakan anarkis itu, anak buahnya juga mendapat perlakuan yang tidak baik dari para pedagang pasar saat melakukan penertiban. 

Dia menambahkan, para pedagang pasar tidak terima saat ditertibkan dan melakukan perlawanan dengan memukul anggota Satpol PP yang sedang bertugas. 

“Tidak ada yang mengharapkan ada insiden di lapangan. Sebagaimana kami juga tidak mengharapkan personil kami diperlakukan tidak wajar di lapangan. Petugas kita juga dipukul dan menerima ucapan yang tidak pantas,” bebernya. 

Selain itu, Eddy meminta para pedagang pasar untuk mengikuti himbauan dari aparat Satpol PP untuk tidak berjualan di trotoar dan badan jalan di lingkungan pasar tradisional Kabupaten Dairi. 

“Kita harapkan semua pihak mendukung kegiatan penataan pasar ini sehingga berjalan dengan baik. Dan pasar kita bisa lebih baik dan teratur ke depannya,” katanya.

Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan. - Foto: Artha Sitanggang, warga Jalan Cipta, Desa Huta Rakyat, Kabupaten Dairi, yang mengalami patah kaki akibat aksi penertiban Pasar Tradisional Sidikalang oleh Satpol PP di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.(Ist)
Warga Alami Patah Kaki Akibat Penertiban Anarkis di Pasar Sidikalang Dairi, Oknum Satpol PP Dipolisikan. – Foto: Artha Sitanggang, warga Jalan Cipta, Desa Huta Rakyat, Kabupaten Dairi, yang mengalami patah kaki akibat aksi penertiban Pasar Tradisional Sidikalang oleh Satpol PP di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.(Ist)

Sebelumnya, seorang gadis bernama Artha Sitanggang, warga Jalan Cipta, Desa Huta Rakyat, Kabupaten Dairi, diduga mengalami patah kaki. Luka berat itu terjadi yang diduga dilakukan oknum Satpol PP Dairi dalam aksi penertiban pasar itu. 

Kejadian tersebut bermula saat Artha hendak mengantar makan siang untuk orang tuanya yang sedang berjualan di Pasar Sidikalang Dairi pada Sabtu 3 April 2021. 

Sesampainya di pasar, ia melihat tim gabungan Satpol PP bersama TNI dan Polisi sedang melakukan penertiban di area orang tuanya berdagang. 

“Awalnya aku mau mengantar makan siang untuk orang tua saya ke pasar. Sampai di pasar udah ada tim gabungan mau menertibkan pedagang,” tutur Artha Sitanggang. 

Pada saat itu, Artha melihat anggota Satpol PP yang ingin mengangkut barang dagangan orang tuanya dan beko sorong (angkong). 

Artha pun berupaya menahan Satpol PP agar tidak mengangkut barang dagangan dan angkong orang tuanya. Bahkan ia mengaku sempat terjadi tarik-menarik dengan anggota Satpol PP. 

Menurut Artha, pada saat ia berusaha menahan angkong tersebut dari rampasan petugas, secara tiba-tiba dari arah belakang oknum Satpol PP lainnya menarik  dan menginjak kaki sebelah kanannya hingga ia terjungkal ke belakang. 

“Pas aku mau berupaya berdiri,  ternyata tidak bisa lagi. Aku tidak bisa berdiri untuk berjalan. Lalu warga pedagang di sekitar menolong saya dan melarikan saya ke Klinik Katolik yang persis ada dekat lokasi kejadian,” ucap Artha.(Nando)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Sulitnya Pemenuhan Hak Kesehatan di Daerah, Pasien Sekarat Tak Mendapat Pelayanan Memadai di RSUD Dairi

Telah dibaca: 74 Pelayanan kesehatan masyarakat di daerah