Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Tukang Mangkrak, Jelas Bedalah Dengan Mendikbud Nadiem Makarim

Ada Pembangunan Tugu Pahlawan, Kini Malah Lupa Hari Guru, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Tukang Mangkrak, Nadiem Makarim Dan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Jelas Beda!
Ada Pembangunan Tugu Pahlawan, Kini Malah Lupa Hari Guru, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Tukang Mangkrak, Nadiem Makarim Dan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, Jelas Beda!

Walikota Pematangsiantar Hefriansyah dinilai sebagai tukang mangkrak. Selain mangkrak dalam menyelesaikan Pembangunan Tugu Pahlawan Sang Naualuh di Kota Pematangsiantar, Hefriansyah juga mangkrak dalam momentum-momentum penting. Seperti momentum Hari Guru yang baru saja diperingati.

Kaum Millenial Kota Pematangsiantar mengkritisi kinerja Sang Walikota yang dikenal abai dalam banyak kebutuhan warga kota.

Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP HIMAPSI) Jhon Mejer Purba mengungkapkan, seharusnya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah meniru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbub) yang baru, Nadiem Makarim.

Jhon Mejer Purba yang juga Ketua Millenial Simalungun ini mengatakan, Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 mendapat respons positif.

Menurut Purba, naskah pidato yang dituliskan dalam 2 halaman itu mencerminkan sifat milenial yang tidak suka bertele-tele, lebih menyukai aksi ketimbang teori dan birokrasi.

“Dalam isi pidatonya, Menteri Nadiem berjanji akan berjuang untuk kemerdekaan belajar di Indonesia, ini memberikan harapan perubahan. Walau Perjuangan tersebut tidak mudah. Ini sangat berbeda dengan watak dan perilaku Walikota Pematangsiantar Hefriansyah,” tutur Jhon Mejer Purba yang merupakan Putra Asli Batak Simalungun itu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (26/11/2019).

Di Kota Pematangsiantar, lanjutnya, dimana setiap tanggal 25 November seluruh masyarakat di Indonesia, pasti tidak lupa mengucapkan Selamat Hari Guru. “Tapi lain dengan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah yang mengaku lupa perayaan Hari Guru,” cetusnya.

Satu tahun lalu, diingatkan Jhon Mejer Purba, persisnya pada Peringatan Hari Pahlawan pada Sabtu 10 November 2018, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah melakukan aksi seremoni peletakan batu pertama, untuk pembangunan Tugu Pahlawan Sang Naualuh, di Kota Pematangsiantar.

Namun, pembangunan Tugu Sang Naualuh itu pun sampai kini mangkrak. “Pak Hefriansyah ini memang unik ya, baru pada 10 November kemarin kita memperingati Hari Pahlawan dimana mengingatkan juga tepat setahun mangkraknya pembangunan tugu Raja Siantar Sang Naualuh yang belum tahu bagaimana nasib selanjutnya,” lanjut Jhon Mejer Purba.

Padahal, lanjutnya, semua atraksi Walikota Pematangsiantar Hefriansyah itu, oleh kalangan Millenial Simalungun dinilai sebagai bagian dari upaya pencitraan menuju Pilkada 2020, yang mana Walikota Pematangsiantar Hefriansyah dikabarkan akan kembali maju untuk Pilwakot Pematangsiantar.

Jhon Mejer Purba mengatakan, tahun 2020 mendatang ada 270 daerah yang akan mengikuti Pilkada Serentak, termasuk Kota Pematangsiantar.

“Pak Hefriansyah kalau mau dipercaya rakyat Pematangsiantar lagi, baiknya lakukanlah yang terbaik di penghujung periode ini,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan