Breaking News

Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi: Kini Banyak Lapangan Sepak Bola Tak Layak Pakai

Buka Laga Amal Peduli Lombok dan Palu di Stadion Taman Sari

Buka Laga Amal Peduli Lombok dan Palu di Stadion Taman Sari, Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi: Kini Banyak Lapangan Sepak Bola Tak Layak Pakai.

Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi mengaku sudah berkali-kali melapor ke Gubernur DKI Jakarta mengenai kondisi berbagai lapangan, termasuk stadion yang dijadikan lapangan sepak bola, yang tersebar di Jakarta Barat, namun tak kunjung diperbaiki.

Rustam Effendi mengaku sangat prihatin dengan kian minimnya lapangan sepak bola bagi masyarakat sebagai ajang olah raga dan bersosial.

Hal itu disampaikan Rustam Effendi, sewaktu membuka dan kick off pertandingan sepak bola bertajuk Laga Amal Peduli Lombok dan Palu, Lembaga Program Beasiswa Pelagi INTI mempertandingkan Sekolah Sepak Bola INTI DKI Jakarta, yang digelar Jumat (26/10/2018) siang, di Stadion Taman Sari, Jakarta Barat.

Rustam Effendi yang mengaku menghabiskan masa kecil dan masa remajanya di wilayah Jakarta Barat itu menyatakan Lapangan Taman Sari memiliki sejarah tersendiri khusunya bagi warga-warga di sekitar daerah kecamatan Mangga Besar.

“Sudah berkali-kali saya sampaikan ke Pak Gubernur. Ya masih begini. Pak Lurah (Khambali) sudah saya pesankan untuk memperhatikan kondisi lapangan agar layak digunakan oleh anak-anak yang bermain bola” ujar Rustam Effendi.

Dia melanjutkan, saat ini untuk Wilayah Jakarta Barat, hanya tersisa 9 Lapangan Sepak Bola yang kondisinya memprihatinkan. “Salah satunya ya stadion Taman Sari ini,” ujarnya.

Dengan melihat kondisi Stadion Taman Sari, lanjut Rustam Effendi, sebenarnya perlu keseriusan semua pihak untuk membenahinya, termasuk warga masyarakat bergandengan tangan menjaga dan melakukan pembenahan yang lebih baik.

“Saya melihat kondisi tanah dan rumput di lapangan ini tidak terlihat elok karena sebagian ada yang tampak gundul, ini riskan buat para pesepakbola muda kita. Apalagi kalau sampai mereka terguling guling waktu terjatuh saat sedang menggiring bola,” ujarnya.

Kedepannya, lanjut dia, Walikota Jakarta Barat dan Kelurahan Taman Sari akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui pemeliharaan lapangan yang lebih ektra lagi.

“Ini adalah fasilitas umum untuk masyarakat dapat gunakan, khususnya untuk mengasah bakat dan talenta anak-anak kita yang tergabung dalam sekolah sepak bola,” ujar Rustam Effendi.

Terkait pertandingan sepak bola bertajuk Laga Amal Peduli Lombok dan Palu, untuk menggalang batuan yang akan diserahkan kepada para korban bencana di Lombok dan Palu, Rustam Effendi mengatakan, patut diapresiasi.

Selain mengadakan kegiatan penggalangan dana untuk korban bandana alam, Perhimpunan Indonesia Tionghoa atau INTI juga memberikan banyak menampung dan membina anak-anak yang tidak mampu mendapatkan pendidikan.

“Nah oleh kebaradaan INTI ini membantu mereka memberikan beasiswa, sehingga di pastikan bahwa anak-anak kita ini dilanjutkan pendidikannya. Sekali lagi, sumbangsih INTI untuk membina generasi muda saat ini kita berikan apresiasi setinggi-tingginya,” tutur Rustam Effendi.

Menurutnya, INTI sudah memberikan kontribusi besar bagi Negeri ini dengan memberikan pendidikan kepada generasi muda saat ini.

“Barang kali ini menjadi sumbangsih dari INTI buat mempersiapkan generasi muda kita ke depan sehingga generasi muda kita mampu bersaing. Bukan hanya di dalam negeri bersaingnya tapi juga bersaing di internasional,” ucapnya.

Rustam Effendi juga menyampaikan, sebuah upaya yang menyentuh dilakukan oleh INTI untuk membantu para korban bencana.

“Di sini saya lihat, ada anak-anak yang kulitnya tidak terang, ada yang kulitnya gelap, ada yang pakai kerudung, ada yang kulitnya agak terang, inilah keberagaman, dan inilah persudaraan kita yang harus terus dikembangkan dan dijaga. Kita semua NKRI dan Pancasila,” tutur Rustam Effendi.

Dia pun berharap, seluruh elemen masyarakat Indonesia lainnya, khususnya yang berada di wilayah Jakarta Barat, agar terus memperkokoh persaudaraan, kepedulian dan kemauan bersama untuk membangun anak-anak Indonesia dan Negeri ini semakin baik lagi.

Koordinator SSB INTI DKI Jakarta, Bernard Sutarman menyampaikan, pihaknya menyambut baik ketika mendengar ide laga amal itu.

“Kebetulan anak-anak kami juga sedang melakukan penggalangan dana di setiap sesi latihan seminggu 3 kali. Senang sekali, mereka ketika mendengar ide ini,” tutur Bernard.

Sedangkan Ketua Program Beasiswa Pelangi INTI Lim Ko Phing mengatakan, dirinya terharu dan bangga serta mengapresiasi kepedulian para alumni dan siswa-siswi Beasiswa pelangi, serta anak-anak SSB INTI DKI Jakarta.

“Pastinya kami sangat bangga. Anak-anak ini walau tidak berkecukupan secara materi, bahkan masih berjuang untuk tetap bisa bersekolah, tetapi memiliki kepedulian tinggi untuk membantu saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang tertimpa bencana, yang menjadi korban bencana di Lombok dan Palu. Ini patut didukung,” tutur Lim Ko Phing.

Dalam kesempatan itu, Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi diberikan pataka dan jaket INTI, serta didapuk untuk melakukan kick off atau tendangan pertama sebelum pertandingan amal dimulai. Rustam Effendi didampingi Ketua Umum INTI Teddy Sugianto dan Kabag Opsnalev Baharkam Mabes Polri Kombes Pol Drs Ricky F Wakanno.

Selain laga amal, pada kesempatan itu diberikan juga pembekalan dan motivasi mengenai tanggap bencana oleh Kombes Pol Ricky F Wakanno.

Pada kegiatan itu, Kombes Pol Drs Ricky F Wakannon didampingi Kasubdit Bin Polmas Ditbintibmas Korbinmas Baharkam Polri Komisaris Besar Polisi (KBP) Terr Pratiknyo. KBP Terr memberikan arahan kepada Generasi INTI di tribun Stadion Taman Sari, dengan materi Wawasan Kebangsaan Millenial.

Kegiatan penggalangan dana ini mendapat penjagaan ketat dari jajaran Koramil setempat, Polsek Taman Sari dan Sat Pol PP.(JR/Nando/Michael Nababan)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*