Breaking News

Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah Tekankan Korps Adhiyaksa Mesti Bahagia Berpancasila

Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah Tekankan Korps Adhiyaksa Mesti Bahagia Berpancasila. Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah Tekankan Korps Adhiyaksa Mesti Bahagia Berpancasila.

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Dr Arminsyah menekankan, kehidupan sehari-hari dalam Negara Pancasila harus dengan bahagia.

Hal itu menjadi salah satu penekanan yang disampaikan Arminsyah saat menjadi Inspektur Upacara pada Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Korps Adhiyaksa yang dipusatkan di Lapangan Utama Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Badiklat), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (01/06/2019).




Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) ini menuturkan, sebagai warga Negara Indonesia, Korps Adhiyaksa bangga memiliki falsafah hidup dan dasar Negara Pancasila.

“Terimakasih kepada Saudara-Saudari sekalian yang hadir dalam Upacara Hari Lahir Pancasila di Kejaksaan, meskipun suasana yang tidak mudah, karena masih dalam Bulan Puasa dan sebentar lagi menyambut Hari Raya Lebaran, namun sejak pagi-pagi sekali kita semua sudah berkumpul untuk mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila kita. Kita patut berbangga memiliki Pancasila. Dan saya melihat, wajah-wajah yang ceria, senyum merekah, bahagia dan semangat untuk mengikuti Upacara Hari Lahirnya Pancasila,” tutur Arminsyah sebelum memulai membacakan Sambutan Resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasil (BPIP) Republik Indonesia.




Lebih lanjut, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung (Jamintel) ini mengajak Korps Adhiyaksa mendoakan orang-orang yang dikarenakan kondisi kesehatan, atau kendala yang tak bisa ditinggalkan, sehingga tidak bisa mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila secara bersama-sama, kiranya diberikan kesehatan dan kebahagiaan juga.

“Saya juga menyampaikan, Bapak Jaksa Agung tidak bisa melaksanakan Upacara bersama-sama kita, karena beliau harus mengikuti Upacara bersama jajaran kabinet,” ujar Arminsyah.




Upacara diikuti oleh jaksa dan staf kejaksaan dari semua aras. Tampak para Eselon I Kejaksaan Agung hadir dalam Upacara Hari Lahir Pancasila itu, Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) M Adi Toegarisman, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) Setia Untung Arimuladi,  Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Jamwas) yang sekaligus sebagai Plt Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Muh Yusni, Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung (Jamdatun) Loeke Larasati Agoestine, Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Yusuf, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta (Kajati DKI) Warih Sadono, para Kepala Kejaksaan Negeri di wilayah DKI Jakarta beserta jajarannya, Staf Ahli Jaksa Agung. Namun, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka tak tampak di lokasi.

Arminsyah mengatakan, upacara kali ini juga dipantau dengan menggunakan pesawat drone. “Jadi, ketahuan siapa yang hadir dan siapa yang tak hadir,” selorohnya.

Arminsyah pun membacakan Sambutan Tertulis Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasil (BPIP) Republik Indonesia Hariyono dalam upacara itu.(JR)




Berikut, isi Sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasil (BPIP) Republik Indonesia Hariyono, dalam rangka  Hari Lahir Pancasila 1 Juni, yang dibacakan Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah.

Pada pagi hari ini, Sabtu 1 Juni 2019 kita patut panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita dapat berkumpul dan mengadakan upacara untuk memperingati hari kelahiran Pancasila. Pancasila mampu menyatukan kita semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagaimana yang sudah kita ketahui semua bahwa kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan Tanah Air Indonesia. Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, Pasifik dan Hindia, serta di antara dua Benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah-air sebagai satu kesatuan.

Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Di wilayah Nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakteristik dari keindonesiaan. Demikian pula secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang. Kita Indonesia hidup dan bahagia dalam keberagaman.

Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia. Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan.

Pertama kita berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”.

Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni buka sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan “Piagam Jakarta” oleh “panitia kecil” tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945. Jadi 3 peristiwa penting tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik. Pancasila sebagai“leitstars dinamis”, bintang penuntun mengandung visi dan misi negara yang memberikan orientasi, arah perjuangan dan pembangunan bangsa ke depan.

Sebagai energi positif bangsa, Pancasila terus memberikan harapan untuk masa depan, khususnya dalam merealisasi visi dan misi bangsa Indonesia.

Bapak, Ibu, Saudara sebangsa dan setanah air,

Sebagai negara bangsa yang inklusif dan tidak chauvinis diperlukan pengelolaan unit kultural dan unit politik secara dialektis. Maksudnya keberagaman yang ada secara alami dan kultural harus dikelola dan dikembangkan untuk membangun “Tamansari Kebudayaan” yang memungkinkan semua mahkluk hidup tumbuh sesuai dengan ekosistem yang sehat. Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua.

Untuk itu diperlukan kesadaran dan pemahaman untuk saling menghormati, saling bekerjasama, bergotong royong dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Kondisi demikian dapat berkembang melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan. Kita Indonesia, Kita Pancasila adalah sosok yang percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur.

Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila.

Jakarta, 1 Juni 2019

Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia,

-ttd-

HARIYONO

Leave a comment

Your email address will not be published.


*