Wacana Pembuaran OJK, Pengamat Ekonomi: Pemerintah Kekanak-kanakan

Wacana Pembuaran OJK, Pengamat Ekonomi: Pemerintah Kekanak-kanakan.
Wacana Pembuaran OJK, Pengamat Ekonomi: Pemerintah Kekanak-kanakan.

Pengamat Ekonomi Moneter, Piter Abdullah, menilai wacana pengembalian fungsi pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ke Bank Indonesia (BI) akan memperburuk keadaan.

Menurutnya, pengembalian fungsi tersebut bukan berarti bahwa OJK akan dibubarkan. Jika hal itu dilakukan harus dimulai dengan masuknya Revisi Undang-Undang BI untuk dibahas oleh DPR.

“Wacana ini muncul karena masuknya RUU BI  untuk dibahas di DPR. Amandamen UU BI memang mendesak, tapi amandamen itu sendiri bukan berarti akan membubarkan OJK,” kata Piter Abdullah kepada Sinarkeadilan.com, Senin (06/07/2020).

Piter Abdullah yang juga menjabat sebagai Direktur Riset Center Of Reform on Economic (CORE Indonesia) mengatakan kinerja OJK di tengah pandemi sudah cukup baik.

“Saya berpendapat saat ini kinerja OJK ditengah pandemi sudah cukup baik, kecepatan OJK mengambil kebijakan melonggarkan restrukturisasi misalnya sdh mampu menahan lonjakan NPL (Non Performing Loan),” ujarnya.

Piter beranggapan, wacana pembubaran OJK adalah sikap pemerintah yang kekanak-kanakan.

“Kalaupun pemerintah kecewa dengan kinerja OJK, bukan juga alasan yang tepat untuk membubarkan OJK. Rasanya terlalu kekanak-kanakan kalau pemerintah kemudian melakukan itu,” tegasnya.

Piter menambahkan, wacana yang digulirkan saat ini dapat membunuh semangat petugas OJK yang sedang berjuang penuh ditengah situasi sulit pandemi Covid-19.

Selain itu, UU Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK, yang menjadi awal mula pemisahan fungsi dari BI ke OJK, menyebabkan hampir semua tenaga ahli perbankan ada di OJK.

“Dan ingat tenaga ahli perbankan sudah hampir tidak ada lagi di BI. Hampir semuanya sudah di OJK. Mereka tidak bisa diombang-ambingkan oleh politik seperti ini. Sangat tidak baik untuk upaya kita memulihkan perekonomian di tengah wabah,” tutupnya.(Tarsan Morris)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan