Usut Tuntas Mega Korupsi Jiwasrayagate, 5 Orang Ditetapkan Tersangka, Jampidsus M Adi Toegarisman Langsung Lakukan Penahanan

Usut Tuntas Mega Korupsi Jiwasrayagate, 5 Orang Ditetapkan Tersangka, Jampidsus M Adi Toegarisman Langsung Lakukan Penahanan.
Usut Tuntas Mega Korupsi Jiwasrayagate, 5 Orang Ditetapkan Tersangka, Jampidsus M Adi Toegarisman Langsung Lakukan Penahanan.

Kejaksaan Agung telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus mega korupsi Jiwasrayagate.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) M Adi Toegarisman menyampaikan, kelima orang tersangka itu adalah Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokroputro, Mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (PT TRAM) Heru Hidayat, Mantan Dirut PT Asuransijiwasraya Hendrisman Rahim dan Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan.

“Mereka langsung dilakukan penahanan, untuk 20 hari ke depan, dalam rangka proses penyidikan,” tutur M Adi Toegarisman, di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Selasa sore (14/01/2020).

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) ini melanjutkan, pihaknya masih terus mendalami dan akan mengusut kasus yang diprediksi menimbulkan kerugian keuangan negara hingga Rp 13,7 triliun itu.

Kelima tersangka di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) yang berbeda. Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokroputro ditahan di Rutan KPK,  Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera (PT TRAM) Heru Hidayat di Rutan Salembang Cabang Kejagung, Mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya Hary Prasetyo di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan, Mantan Dirut PT Asuransijiwasraya Hendrisman Rahim di Rutan Guntur, dan Mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Jiwasraya Syahmirwan ditahan di Rutan Cipinang.

Adi Toegarisman menjelaskan, penetapan tersangka dan penahanan atas pertimbangan penyidik Kejagung yang menangani kasus ditaksir merugikan dana nasabah hingga Rp 13 triliun tersebut.

“Proses berikutnya kami masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti guna kesempurnaan berkas perkara dan setiap saat kami evaluasi perkembangan perkara,” ujarnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ini enggan menjelaskan peran masing-masing para tersangka. Sebab, hal itu dinilai sudah masuk ke dalam materi penyidikan.

“Kita masih tahap penyidikan, kami enggak mungkin jelaskan peran masing-masing. Itu kan masih strategi kami. Kalau nanti pada saat waktunya di mana tahapannya kita akan secara terbuka sampaikan. Ini kan masih penyidikan perkara yang bersangkutan masih berjalan secara keseluruhan. Perannya berarti kita menjelaskan rangkaian perbuatannya. Ini kan masih penyidikan. Semua langkah hukum akan kami lakukan,” tutur M Adi Toegarisman.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan