Breaking News

Usut Kasus Fasilitas Kredit Bank BTN, Kejaksaan Agung Periksa Komisaris PT Nugrah Alam Prima dan Deputi Brand Managemen Kantor Cabang BTN Semarang

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Dr Mukri. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Dr Mukri.

Penyidik di Kejaksaan Agung sudah memeriksa Komisaris PT Nugrah Alam Prima (PT NAP) Dr Aries Rosyan Rachman, dalam dugaan kasus korupsi fasilitas kredit Bank Tabungan Negara (BTN).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Dr Mukri mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepada Aries Rosyan Rachman masih sebatas meminta keterangan.

“Pemeriksaannya dilakukan kemarin, Selasa 05 November 2019. Komisaris PT NAP sebagai saksi, dimintai konfirmasinyta tentang pengambilalihan fasilitas kredit atau menjadi novator, atas fasilitas kredit PT Tiara Fatuba dan PT Graha Permata Wahana dari PT Bank Tabungan Negara,” tutur Mukri, di Komplek Kejaksaan Agung, Rabu (06/11/2019).

Dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut, sekitar pada tahun 2014 PTBank Tabungan Negara (BTN) memberikan Fasilitas Kredit Griya Yasa kepada PT Graha Permata Wahana (GPW) dan PT Tiara Fatuba.

Dalam perjalanan kredit tersebut macet. Selanjutnya pada tahun 2016 PT Nugrah Alam Prima (PT NAP) pengambil alih fasilitas kredit atau menjadi Novator PT  Graha Permata Wahana (GPW) dan PT Tiara Fatuba dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) dengan Plafon yang lebih besar tanpa mengubah agunan. Namun dalam perjalanan kredit PT Nugrah Alam Prima (PT NAP) tersebut pun macet. “Yang berdampak terhadap adanya kerugian negara,” ujar Mukri.

Sedangkan pada Rabu, 06 November 2019, mantan Deputi Brand Managemen Kantor Cabang Semarang Bank Tabungan Negara (BTN), Ninik Kusuma Wardani, diperiksa oleh penyidik di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

Ninik yang menjadi Deputi Brand Managemen Kantor Cabang BTN Semarang  pada kurun waktu 1 Mei 2015 sampai 1 April 2016, diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pengusul proses pencairan Novator pasilitas Kredit PT Tiara Fatuba oleh PT NAP dari  BTN.

“Ninik Kusuma Wardani diperiksa sebagai saksi,” ujar Mukri.

Ninik dianggap menjadi bagian dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian Fasilitas Kredit Griya Yasa dari PT Bank Tabungan Negara (BTN) kepada PT Tiara Fatuba pada tahun 2014.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*