Usut Dugaan Korupsi Program Kartu Prakerja, Komunikolog Emrus Sihombing Tantang Aktor Sosial Bongkar Virus Korupsi Corona

Usut Dugaan Korupsi Program Kartu Prakerja, Komunikolog Emrus Sihombing Tantang Aktor Sosial Bongkar Virus Korupsi Corona.
Usut Dugaan Korupsi Program Kartu Prakerja, Komunikolog Emrus Sihombing Tantang Aktor Sosial Bongkar Virus Korupsi Corona.

Pakar Komunikasi Publik atau Komunikolog Universitas Pelita Harapan (UPH) Dr Emrus Sihombing menantang para aktor sosial untuk membongkar adanya dugaan praktik korupsi dalam Program Kartu Prakerja.

Tantangan itu disampaikan Emrus, dalam bentuk diskusi terbuka. Tujuannya, untuk membongkar dan menghentikan adanya Virus Korupsi Corona.

Menurut Direktur Eksekutif EmrusCorner ini, adanya dugaan korupsi terkait permasalahan Kartu Prakerja mencuat di tengah penanganan Covid-19. Hal itu bisa didiagnosa dengan pendekatan Ilmu Komunikasi.

“Benarkah ada dugaan tindak pidana korupsi? Jika ada petunjuk kuat ada indikasi tindak pidana korupsi, pihak siapa saja yang ada di pusaran dugaaan tersebut? Atau tidak ada sama sekali tindak pidana korupsi. Ini bisa dilakukan diteksi awal dengan terapi komunikasi,” ujar Emrus Sihombing, Kamis (30/04/2020).

Untuk  mengurai dugaan tindak pidana tersebut, lanjut Emrus, ada tiga aktor sosial yang muncul dalam wacana. Agar segera saling mengundang untuk melakukan diskusi publik secara bersama. Sehingga menjadi terang benderang.

“Sehingga tidak ada dusta di antara kita sesama anak bangsa. Siapa yang proaktif mengundang dan atau menyatakan siap menghadiri, dari aspek psikologi komunikasi,  dia lebih memiliki fakta, data dan bukti yang valid,” cetusnya.

Sedangkan, kata dia, bagi siapa tidak proaktif mengundang, apalagi tidak merespon undangan dari salah satu aktor sosial tersebut, maka perlu dipertanyakan orang yang bersangkutan.

“Jika tiga aktor tersebut tidak proaktif saling mengundang, apalagi tidak satupun di antara mereka menyatakan hadir, maka wacana ini hanya sekedar panas-panas  … ayam atau boleh jadi sudah masuk angin,” lanjut Emrus.

Emrus menyarankan, diskusi publik ini harus membongkar prosedur penganggaran, alokasi dan rasionalitas biaya untuk apa saja,  persetujuan,  penunjukan serta teknis pelaksanaanya. “Karena ini uang rakyat. Agar tidak satu peserpun ditelan oleh virus korupsi corona,” ujarnya.

Untuk itu, Emrus Sihombing menyarankan agar tiga aktor sosial segera melakukan diskusi publik. Tiga aktor sosial tersebut yaitu, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan, Staf Khusus Presiden Joko Widodo yang juga CEO Ruangguru Adamas Belva Devara, dan Anggota DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily.

“Diskusi publik dilakukan live-interaktif melalui berbagai media. Agar seluruh masyatakat dapat berpartisipasi langsung,” kata Emrus.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan