Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Listrik, Jaksa Agung Malah Hentikan Penyidikan Kepada Mantan Dirut Perum Perikanan Agus Suherman, Ada Apa?

Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Mobil Listrik, Jaksa Agung Malah Hentikan Penyidikan Kepada Mantan Dirut Perum Perikanan Agus Suherman, Ada Apa?

Kejaksaan Agung (Kejagung) menghentikan penyidikan tersangka pengadaan 16 mobil listrik untuk KTT APEC 2013 di Bali atas nama Agus Suherman yang saat itu menjabat Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia.

 

Kasubdit Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengatakan, penghentian penyidikan terhadap Agus Suherman berdasarkan hasil evaluasi terkait kasus tersebut.

 

“Dari hasil evaluasi, posisi Agus Suherman dihentikan penyidikannya. Pertimbangannya dalam Pasal 109 KUHAP,” ujar Yulianto di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (06/03/2017).

 

Sebelumnya, pada bulan Juni 2015 penyidik Pidana Khusus Kejagung menetapkan Agus Suherman sebagai tersangka dalam kasus pengadaan mobil listrik bersama Dasep Ahmadi, Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama. Belakangan hanya perkara Dasep Ahmadi yang berlanjut dan dalam putusan kasasi Mahkamah Agung pada 2016, hukumannya diperberat dari tiga tahun penjara menjadi tujuh tahun penjara dengan denda 200 juta rupiah subsider enam bulan kurungan.

 

Dalam putusan kasasi Dasep, menyebutkan secara bersama-sama dengan Dahlan Iskan yang saat itu Menteri BUMN melakukan tindak pidana korupsi hingga akhirnya Kejagung menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka pada Februari 2017.

 

Yulianto mengatakan, penghentian penyidikan terhadap Agus Suherman itu karena tidak cukup alat bukti.

 

“Pasal 109 KUHAP ayat (2) menyebutkan dalam hal penyidik menghentikan penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut ternyata bukan merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum,” ucapnya.

 

Kasus tersebut bermula pada 2013, Dahlan Iskan yang menjabat sebagai Menteri BUMN menugaskan tiga BUMN, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Pertamina untuk menjadi sponsor pengadaan 16 mobil listrik untuk KTT APEC tahun 2013 di Bali.

 

Namun mobil listrik itu tidak bisa digunakan sampai batas waktu acara konferensi tingkat tinggi itu yang kemudian mobil listrik itu dihibahkan kepada UI, ITB, UGM, UniBraw, dan Universitas Riau. Akibatnya ketiga BUMN itu mengalami kerugian.(Richard)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*