Usut Dugaan Korupsi Pada PT Danareksa Sekuritas, Jaksa Menetapkan Pemilik Modal Perusahaan Sebagai Tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang

Usut Dugaan Korupsi Pada PT Danareksa Sekuritas, Jaksa Menetapkan Pemilik Modal Perusahaan Sebagai Tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)
Usut Dugaan Korupsi Pada PT Danareksa Sekuritas, Jaksa Menetapkan Pemilik Modal Perusahaan Sebagai Tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang. – Foto: Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono. (Net)

Jaksa menetapkan 1 orang sebagai tersangka dalam dugaan korupsi yang terjadi di PT Danareksa Sekuritas.

Yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Pemilik Modal pada PT Evio Sekuritas dan selaku Komisaris di PT Aditya Tirta Renata, Rennier Abdul Rahman Latief.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Hari Setiyono mengungkapkan, Rennier Abdul Rahman Latief ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Pada Rabu, 24 Juni 2020, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah mengembangkan penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pemberian Fasilitas Pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas Tahun 2014-2015. Dan kepada PT Aditya Tirta Renata Tahun 2014-2015.

Rennier Abdul Rahman Latief ditetapkan sebagai tersangka yang diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari perkara tindak pidana utama atau predicate crime Tindak Pidana Korupsi Dalam Pemberian Fasilitas Pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas kepada PT Evio Sekuritas Tahun 2014-2015 dan kepada PT Aditya Tirta Renata Tahun 2014-2015.

“Untuk kesekian kali, Tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka pada hari ini Rabu, 25 Juni 2020. Usai pemeriksaan, penyidik menetapkannya sebagai tersangka,” ujar Hari Setiyono, Rabu (25/06/2020).

Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang berkembang, berdasarkan keterangan saksi-saksi yang sebelumnya yang sudah diperiksa. Khususnya, mengenai aliran uang atau follow the money, pada hasil korupsi yang dilakukan oleh para Tersangka dalam tindak pidana korupsi di PT Danareksa Sekuritas tersebut.

Hari Setiyono melanjutkan, sementara itu, pasal TPPU yang disangkakan kepada Tersangka Rennier Abdul Rahman Latief, terhadap pasal yang telah disangkakan memenuhi rumusan tindak pidana korupsi sebagai tindak pidana utamanya atau predicate crime, yaitu, kesatu, Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian  Uang. Atau, kedua, Pasal 4 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian  Uang.

Pemeriksaan Tersangka masih dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19. Dimana Penyidik mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dan pemeriksaan dilaksanakan dengan memperhatikan jarak aman antara Tersangka dengan Penyidik. Serta Tersangka yang diperiksa mengenakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan