Usut Dugaan Korupsi Kredit Bank Tabungan Negara, Kejagung Mulai Bidik Tersangka

Kejagung Teliti Lima Berkas Perkara Match Fixing Liga Indonesia.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaaan Agung (Kejagung) tengah membongkar kasus dugaan korupsi perbankan di PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Dugaan korupsi  itu terkait pemberian Kredit Yasa Griya (KYG) oleh Bank BTN cabang Gresik kepada debitur PT Graha Permata Wahana dan Novasi kepada PT Nugraha Alam Prima serta PT Lintang Jaya Property.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menyampaikan, saat ini kasus tersebut sudah dalam tahap penyidikan, namun belum pada penetapan tersangka.

Penyidik masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, baik dari unsur pemerintah maupun dari unsur swasta, yang diduga mengetahui proses dari pemberian kredit yang diprediksi merugikan keuangan Negara hingga puluhan miliar rupiah.

“Saat ini sudah penyidikan, penyidik masih terus mendalami pihak-pihak yang diduga mengetahui pemberian kredit ini,” kata Mukri, di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Dia mengatakan, penyidik telah memeriksa puluhan orang saksi baik dari pihak swasta maupun Bank BTN.

Saat ini, lanjut Mukri yang juga mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DIY Yogyakarta ini, ada beberapa saksi-saksi yang dijadwalkan pemanggilan untuk dimintai keterangan diantaranya, Direktur Utama PT Nugraha Alam Prima, Eddy George Tauran, Komisaris PT Nugraha Alam Prima, Sigit Wahyudi, Rosyan Rahman, Christan Yudianto Tauran dan Siswadji.

“Semuanya diperiksa sebagai saksi, penyidik menilai perlu mendengar keterangan para saksi dalam pendalaman perkara ini,” ujarnya.

Disinggung mengenai upaya penetapan tersangka baru dalam waktu dekat, Mukri menyerahkannya ke proses di tim penyidik.

“Kalau soal penetapan tersangka hanya penyidik yang tahu, nanti akan diinformasikan jika sudah ada tersangkanya,” ucapnya.

Beberapa pegawai dari Bank BTN yang sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik yakni Kepala Departemen Supporting Asset Manajement AMD BTN Pusat Alpin Chandra, Area Head II Surabaya tahun 2016 Atjuk Winarto, AMD Head Area II Setyanto Basuki, serta Kepala AMD Kantor Pusat Setya Wijayantara.(Richard)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*