Usut Dugaan Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Jaksa Sudah Garap 19 Saksi

Usut Dugaan Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Jaksa Sudah Garap 19 Saksi.
Usut Dugaan Korupsi KONI Pusat di Kemenpora, Jaksa Sudah Garap 19 Saksi.

Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung kembali menggarap kasus dugaan korupsi bantuan dana pemerintah kepada Koni Pusat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Tahun 2017. Sebanyak 5 orang saksi kembali dipanggil dan diperiksa ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung, pada Rabu 19 Juni 2019.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menjelaskan, untuk pengusutan kasus ini, sudah sebanyak 19 saksi yang diperiksa.

“Kemarin diperiksa 5 saksi. Hingga hari ini total saksi yang diperiksa untuk kasus ini menjadi 19 orang,” tutur Mukri, Kamis (20/06/2019).

Kelima saksi yang diperiksa pada Rabu 19 Juni 2019 itu adalah; Wakil Sekretaris Jenderal I KONI Pusat L Wahyu Priyanto, Ketua Internal Audit KONI Pusat Tia Adityasih, Wakil Sekretaris Jenderal PB PBSI Bayu Deya Giovani, Ketua Bidang Perencanaan Program dan Anggaran KONI Pusat Twisyono, Wakil Bendahara KONI Pusat Lina Nurhasanah.

Para Saksi diperiksa terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi pada tanggal 24 Nopember 2017, KONI Pusat telah menyampaikan dan mengirimkan kepada Menpora untuk dapat menerima atau memperoleh bantuan sebesar Rp 26.679.540.000,-.

Dan sebagai tindaklanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017, Menpora memerintahkan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk segera menindaklanjuti proposal dari KONI Pusat tersebut dan mengingat dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Kemenpora Tahun 2017 belum ada peruntukan anggaran untuk merespon proposal KONI tersebut.

“Kemudian Kemenpora melalui Biro Perencanaan melakukan revisi berdasarkan usulan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga,” ujar Mukri.

Pada bulan Desember 2017 Pemerintah melalui Kemenpora memberikan bantuan dana kepada KONI Pusat Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 25 miliar, yang dicairkan ke rekening KONI. Peruntukannya adalah dalam rangka pembiayaan program pendampingan, pengawasan, dan monitoring program peningkatan prestasi olahraga Nasional menuju Asian Games ke 18 Tahun 2018.

Dalam pelaksanaannya diduga telah terjadi penyimpangan penggunaan dan pengelolaan dana yang dilakukan oleh oknum dari Kemenpora RI maupun oknum dari KONI Pusat dengan cara melawan hukum membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara tidak benar (tidak sah/ fiktif) serta melakukan pengadaan barang dan jasa tanpa prosesdur lelang sehingga, mengakibatkan kerugian keuangan negara.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan