Breaking News

Usut Dugaan Korupsi Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat, Sebagai Saksi, Jaksa Periksa Jemi Utia Rachman

Usut Dugaan Korupsi Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat, Sebagai Saksi, Jaksa Periksa Jemi Utia Rachman. Usut Dugaan Korupsi Bantuan Dana Pemerintah Kepada KONI Pusat, Sebagai Saksi, Jaksa Periksa Jemi Utia Rachman.

Untuk mendalami dan mengembangkan pengusutan dugaan korupsi Bantuan Pemerintah kepada KONI Pusat 2017, Penyidik Kejaksaan Agung memanggil dan memeriksa Jemi Utia Rachman.

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, Jemi Utia Rachman dipanggil dan diperiksa sebagai kapasitasnya Direktur CV Batavia Sporting Goods dalam kasus itu. Pemeriksaan kepada Jemi dilakukan pada Senin 24 Juni 2019.





“Saksi Jemi Utia Rachman diperiksa kapasitasnya selaku rekanan KONI Pusat yang menyiapkan perlengkapan umum dalam rangka pendampingan, pengawasan, dan monitoring multi event 18 th Asian Games 2018 dan 3 rd Asian Paralympic Games 2018,” tutur Mukri, Senin (24/06/2019).

Kasus dugaan tindak pidana korupsi ini terjadi pada tanggal 24 Nopember 2017. KONI Pusat telah menyampaikan kepada Menpora untuk dapat menerima atau memperoleh bantuan sebesar Rp 26.679.540.000,- dan sebagai tindaklanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017 Menpora memerintahkan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk segera menindaklanjuti proposal dari KONI Pusat tersebut.





Dengan mengingat dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Kemenpora Tahun 2017 belum ada peruntukan anggaran untuk merespon proposal KONI tersebut, kemudian Kemenpora melalui Biro Perencanaan melakukan revisi berdasarkan usulan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

Pada bulan Desember 2017 Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan bantuan dana kepada KONI Pusat Tahun Anggaran 2017 senilai Rp 25 miliar yang dicairkan ke rekening KONI.

“Yang penggunaannya diperuntukan dalam rangka pembiayaan program pendampingan, pengawasan, dan monitoring program peningkatan prestasi olahraga Nasional menuju 18 th Asian Games 2018,” ujar Mukri.





Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, diduga telah terjadi penyimpangan penggunaan dan pengelolaan dana yang dilakukan oleh oknum dari Kemenpora RI maupun oknum dari KONI Pusat dengan cara melawan hukum membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara tidak benar (tidak sah/fiktif) serta melakukan pengadaan barang dan jasa tanpa prosesdur lelang sehingga, mengakibatkan kerugian keuangan negara.

Mukri menerangkan, untuk mengusut kasus ini, penyidik kejaksaan agung telah memeriksa  sebanyak 29 orang saksi.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*