Usung Jargon ‘Asli Kerja Buat Jakarta’, Menuju Senayan Putra Nababan Layani Masyarakat Door to Door

Usung Jargon ‘Asli Kerja Buat Jakarta’, Menuju Senayan Putra Nababan Layani Masyarakat Door to Door

Ubah Paradigma Parpol Untuk Perubahan Masyarakat, Usung Jargon ‘Asli Kerja Buat Jakarta’, Menuju Senayan Putra Nababan Layani Masyarakat Door to Door.

Wartawan Senior Putra Nababan maju sebagai Calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur.

Pria yang malang melintang di dunia jurnalistik ini mengusung jargon Asli Kerja Buat Jakarta. Untuk mewujudkan visi dan misi itu, anak kandung Wartawan Senior yang juga politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Panda Nababan ini menyatakan pentingnya kerja nyata dan langsung dari setiap kader partai politik (parpol) bersama para caleg-nya secara door to door.

Oleh karena itu, menurut Putra Nababan, perubahan yang lebih baik di masyarakat akan terwujud jika dimulai dari elemen parpol yang mau terjun langsung membawa perubahan itu.

“Pertama-tama perlu perubahan paradigma, terutama dari kader-kader partai, untuk terjun langsung dan bertatap muka langsung, melihat, mendengar, merasakan dan mengerti persoalan-persoalan riil masyarakat. Door to door,” tuturnya, ketika dijumpai di Posko Putra Nababan, Jalan Tjokroaminoto Nomor 113, Jakarta Pusat, Senin (19/11/2018).

Putra Nababan yang di awal karirnya sebagai wartawan pernah menjadi Redaktur Pelaksana di Harian Rakyat Merdeka itu menuturkan, dirinya sejak dini sudah mengerti dunia politik.

Selain keluarga besarnya banyak yang terjun ke dunia politik, seperti ayahnya Panda Nababan, juga dari keluarga pihak isterinya, yaitu mertuanya Sabam Sirait yang merupakan politisi senior yang ulung di PDIP.

“Di rumah, sudah kenal politik. Bicara dan mengobrol dengan Bapak saya di rumah juga banyak topik, terutama politik. Demikian pula keluarga mertua saya, Bapak Sabam Sirait. Ipar saya juga politisi bagus dan berintegritas, Maruarar Sirait. Jadi, sudah sangat kental dengan dunia politik. Apalagi pekerjaan saya, banyak juga bersentuhan dengan dunia politik,” tutur Putra Nababan.

Putra Nababan yang pernah menjadi jurnalis dan produser di RCTI, lalu menjadi jurnalis dan Produser di Metro TV sudah hitungan dua tahun terakhir memilih terjun ke dunia politik praktis. Selain memiliki kesamaan visi dan misi, dan juga banyak bergaul dengan latar belakang keluarga politisi, dia berlabuh di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Untuk kontestasi politik di Pemilu dan Pilpres 2019, Putra Nababan pun nyaleg di PDIP, dengan nomor urut 2 dari Dapil Jakarta Timur.

Putra menyampaikan, menjadi caleg mesti mampu melayani masyarakat serta mewujudkan program Partai dan visi misi Nawacita, agar dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Yang terpenting, saya hadir di tengah-tengah masyarakat serta menjadi penampung aspirasi masyarakat. Setiap turun ke Dapil Jakarta Timur, saya selalu sosialisasikan Program Nawacita Jokowi dan visi misi PDIP ke masyarakat. Saya hadir dan sharing bersama masyarakat, menggali masalah bersama,” ujarnya.

Menurut Putra, persoalan warga di Dapilnya Jakarta Timur lebih ke persoalan paradigma dan pembentukan karakter atau charachter building manusia.

“Itu sebenarnya suda ada di Sembilan Nawacita Jokowi. Pembentukan karakter. Dan, poin-poin turunannya jelas. Termasuk perlunya reformasi pelayanan kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan. Kemudian, ada persoalan penanganan sampah, tawuran, persoalan narkoba dan lain-lain,” tuturnya.

Putra lebih memilih pendekatan langsung ke masyarakat, dengan cara bertemu bertatap muka langsung. Menyusuri tanggung-tanggul kali, mampir ke rumah-rumah warga, bersalaman, berkenalan, mengobrol dan berdiskusi dan berdialog bersama warga.

“Saya sudah susuri Kali Ciliwung. Saya juga berjalan kaki, satu setengah kilometer ke permukiman warga di sekitarnya. Saya harus tahu dan harus melihat langsung dan merasakan langsung warga itu seperti apa. Ya itu yang saya lakukan,” ujarnya.

Dalam ajang pertarungan kontestasi Pileg 2019, Putra Nababan juga mendorong adu program dengan caleg dan parpol lain.

“Mari, sama-sama kita adu program, mengukir prestasi-prestasi riil yang dapat dirasakan masyarakat langsung, sama-sama meraih kepercayaan dari masyarakat. Tak bisa dipungkiri, prestasi partai dan Capres-Cawapres (Jokowi-Maruf Amin) yang diusung oleh Partai PDIP juga sebagai bagian dari prestasi yang dirasakan masyarakat,” ujar Putra.

Sampai kini, dia menegaskan, berpolitik ialah tentang bagaimana konsistensi mendaratkan program yang ada dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Putra, PDIP tetap konsisten dalam kaderisasi terhadap anggotanya. Putra juga mengatakan, menjadi caleg bukan pertarungan visi misi individu si caleg, melainkan visi misi partai serta Capres-Cawapres yang diusung.

“Sementara bicara minat keunggulan, saya lebih pada bidang komunikasi, hubungan Luar Negeri, Enterpreneur Start up atau usahawan muda, milenial, juga segmen pendidikan, talenta anak muda, dan lain-lain,” ujarnya.

Putra Nababan juga dipercaya menjadi salah seorang tim inti pemenangan Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin. “Saya juga mendirikan sebuah wadah yakni start up digital yang bertujuan mengatasi krisis talenta di Indonesia. Bisa dibuka di website idtalent.id,” ujarnya.

Putra Nababan juga dikenal sebagai wartawan senior yang malang melintang di dunia koran, radio, televisi, hingga kanal berita online.

Karirnya selama 25 tahun sebagai jurnalis sangat berprestasi. Dia juga pembawa berita terbaik dalam ajang Panasonic Award selama 4 tahun berturut-turut, dari tahun 2009 hingga 2014.

Putra Nababan juga menjadi satu-satunya wartawan di Asia-Pasifik yang berhasil mewawancarai Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara langsung di Gedung Putih pada tahun 2010.

Setelah menuntaskan perjuangannya menjadi Pimred di Metro TV, Putra memilih jalur pengabdian di dunia politik dengan bergabung sebagai kader PDIP. Saat ini, dia menjadi Calon Anggota Legislatif DPR RI DKI Jakarta 1, Jakarta Timur Nomor Urut 2.

Putra Nababan juga telah resmi terpilih sebagai Wakil Direktur Komunikasi Politik di Tim Kampanye Nasional Jokowi-KH Ma’ruf Amin menuju Pilpres 17 April 2019 mendatang.

“Semua kesibukan dan waktu ini harus di-manage dengan efektif. Bekerja efektif. Bekerja riil di dapil juga,” ujarnya.(Jepri)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan