Urusan Revitalisasi dan Pengelolaan Taman Ismail Marzuki , Seniman dan Budayawan Akan Terus Kejar Anies

Urusan Revitalisasi dan Pengelolaan Taman Ismail Marzuki , Seniman dan Budayawan Akan Terus Kejar Anies.
Urusan Revitalisasi dan Pengelolaan Taman Ismail Marzuki , Seniman dan Budayawan Akan Terus Kejar Anies.

Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki yang terdiri dari para seniman, budayawan dan para pegiat seni akan mengejar Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait revitalisasi dan komersialisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dianggap sudah lari dari fungsinya.

Salah seorang Jurubicara Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki yakni Koordinator Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA) Jhohannes Marbun atau disapa Joe alias Mas Marbun mengatakan, informasi yang disampaikan pihak Gubernur DKI kepada publik sering kali tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

Oleh karena itu, ditegaskan Joe, Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki akan terus mengejar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan agar menghentikan komersialisasi TIM.

“Kesimpulan hasil Rapat Dengar Pendapat Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki dengan Komisi X DPR sering dipelintir dan disampaikan berbeda kepada public. Ini harus diluruskan, dan Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki akan mengejar terus,” tutur Joe Marbun di Jakarta, Jumat (28/02/2020).

Joe menegaskan, salah satu hasil RDP dengan Komisi X DPR adalah menegaskan agar pembangunan TIM tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan, cagar budaya dan aset lain di area Taman Ismail Marzuki.

“Namun, kenyataan di lapangan berkebalikan. Ada saja informasi-informasi yang tidak benar yang disampaikan di forum publik. Dan ini harus diluruskan. Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki tetap menolak revitalisasi model PT Jakpro itu. Sebaiknya Pak Gubernur melihat langsung ke lapangan, dan juga bertemu Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki,” ujar Joe Marbun.

Setelah mendapatkan penolakan dan menuai kritik keras dari Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pihaknya tak pernah berniat melakukan komersialisasi Taman Ismail Jakarta (TIM) setelah revitalisasi.

Menurut Anies, fasilitas-fasilitas yang saat ini sedang dibangun di kawasan TIM itu, nantinya tetap berbiaya terjangkau.

“Apakah nantinya mahal? Tidak. Justru dibangun fasilitas dengan skala internasional dan kualitas internasional, tetapi harganya terjangkau,” kata Anies dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X DPR di Gedung DPR RI, Kamis (27/2/2020).

Anies menekankan, Pemprov DKI Jakarta tak akan menjadikan TIM sebagai tempat mencari pendapatan daerah lewat biaya sewa fasilitas.

“Tidak, justru pemiliknya harus kita, tapi pengelolanya, badannya, harus bentuk PT supaya leluasa. Lalu apakah komersial? Sama sekali tidak,” ujarnya.

Anies mengemukakan, nantinya pengelolaan antara infrastruktur dan konten kebudayaan di TIM juga akan dipisah. Pengelolaan infrastruktur dan properti akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo atau Jakpro.

“Tapi kegiatan seninya, programnya, aktivitasnya, seni dan budaya itu diselenggarakannya oleh Dinas Kebudayaan bersama juga dengan Dewan Kesenian Jakarta. Jadi kontennya sama sekali tidak di Jakpro dan Jakpro tidak punya kompetensi dan tidak punya ‘track record’ mengelola konten di situ,” ujar Anies.

Sebelumnya, puluhan seniman dari Forum Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki mendatangi Gedung DPR RI, untuk menyampaikan aspirasinya menolak komersialisasi TIM oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Senin (17/2) kepada Komisi X DPR RI.

Salah satu seniman TIM Radhar Panca Dahana mengatakan, sekitar 40 seniman TIM hadir bertemu dengan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi.

“Kabar #saveTIM, (16/2). Akhirnya, Forum Seniman Peduli TIM, diterima oleh Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, dkk yang membidangi urusan kebudayaan. Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara para seniman dengan para wakil rakyat itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 sampai 13.00,” kata Radhar melalui keterangan tertulisnya, Senin (17/2/2020).(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*