Breaking News

Untuk Membumikan Pancasila, Sebanyak 5000-an Relawan Jokowi Akan Gelar Silatnas

Untuk Membumikan Pancasila, Sebanyak 5000-an Relawan Jokowi Akan Gelar Silatnas.

Sebanyak 5000-an Relawan Jokowi akan berkumpul menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) untuk membumikan Pancasila.

 

Salah Seorang Koordinator Acara Siswaryudi Heru menyampaikan, rencana ini dipersiapkan akan dilaksanakan pada 23 Juli 2017 di Jakarta. Silatnas ini mengambil tema Pemerintahan Jokowi Membumikan Pancasila Mewujudkan Indonesia Sejahtera.

 

“Rencananya sih tanggal 23 Juli ini, tetapi masih menunggu Pak Jokowi. Ini merupakan Silatnas kali ke dua, yang  akan diikuti oleh 5000 peserta yang berasal dari 27 organisasi relawan. Adapun tema Silatnas II nanti adalah Pancasila Rumah Kita. Tujuan utamanya, tentu saja selain bersilaturahmi diantara organ pendukung Jokowi-JK, juga konsolidasi untuk memperkuat dukungan  terhadap kebijakan dan program pemerintah,” tutur Siswaryudi, di Jakarta, Kamis (20/07/2017).

 

Dia menjelaskan, Silatnas ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan terhadap pemerintah Jokowi-JK.

 

“Ini merupakan kerja-kerja pengorganisasian di masing-masing organ relawan dan mensinergikannya diantara organ relawan,” ujar Siswaryudi.

 

Dia mengatakan, tujuan perngorganisiran itu untuk berkontribusi pada keberhasilan kebijakan dan program pemerintah,  yang dilakukan dalam bentuk menginformasikan keberhasilan pemerintah, dan meluruskan informasi yang salah yang beredar di masyarakat.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana M Yamin menyampaikan, silatnas ini adalah untuk mendukung kebijakan pengarusutamaan (mainstreaming) Pancasila.

 

Menurut M Yamin, pemerintah telah membentuk Unit Kerja Presiden Bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), unit kerja ini tujuannya menjadikan Pancasila sebagai arus utama (mainstream) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Organ relawan dalam Silatnas mendukung semua kebijakan dan program pemerintan yang berkaitan dengan upaya memperkuat Pancasila. Organ relawan juga tidak pernah ragu sedikitpun untuk mendukung Pancasila sebagai ideologi bangsa, dan melawan faham-faham radikal yang anti terhadapnya,” tutur Yamin.

 

Dia menyampaikan, kebijakan Pemerintah yang memperkuat peran Pancasila tentu akan terus didukung para relawan. Hal itu karena Pancasila telah menjadi perekat kebhinekaan Indonesia, yang mempersatukan Indonesia.

 

“Maka tidak heran jika Tema Silatnas kali ini adalah adalah Pancasila Rumah Kita,” tuturnya.

 

Terkait memanasnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang pembubaran Ormas, Yamin menyampaikan, diterbitkannya Perppu itu menunjukan pemerintah konsisten dalam upaya pengarusutamaan (mainstreaming) Pancasila.

 

“Tuduhan bahwa Perppu akan menimbulkan sentralisme kekuasaan, dan membuka peluang pemerintah menjadi otoriter, sangat tidak berdasar. Karena, tiap putusan pemerintah atas pembubaran ormas bisa dibawa ke pengadilan TUN, dan bisa diuji materialkan kelak di MK,” ujarnya.

 

Yamin juga mengatakan bahwa Silatnas II akan meluruskan informasi tentang Perppu, baik secara langsung dalam kegiatan pengorganisasian masyarakat, maupun lewat berbagai media. Hal ini dilakukan untuk mengatasi darurat radikalisme, yang saat ini terjadi.

 

Sedangkan terkait informasi mengenai prestasi pemerintah di antara hinbgar bingar kritik maupun hoax, Yamin mengatakan bahwa kritik yang bertubi-tubi dengan berbagai motivasi di baliknya, beserta hujatan, tidak menghilangkan fokus pemerintah Jokowi-JK untuk terus membangun dan memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat.

 

“Ini harus diapresiasi. Hasilnya, kinerja pemerintah meningkat dari waktu ke waktu, yang ditandai dengan pengakuan masyarakat di dalam negeri (nasional) maupun internasional,” kata dia.

 

Dia menyebut, stabilitas harga sembako dan kebutuhan lainnya semasa ramadhan dan idhul fitri, diakui oleh berbagai pihak di dalam negeri. Demikian pula halnya dengan peningkatan kelancaran dan kenyamanan masyarakat saat mudik, juga dirasakan oleh masyarakat.

 

“Peninggkatan kinerja pararel dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. Hal ini juga diakui secara internasional,” katanya.

 

Hasilnya, lanjut Yamin, Indonesia menempati peringkat pertama, dalam survey tingkat keyakinan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah (Trust and Confidence in National Government), yang dilakukan oleh Gallup Poll. Data hasil survey Gallup ini dikeluarkan pada tanggal 13 Juli 2017 oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).

 

“Capaian itu harus terus didengungkan, bukan untuk menunjukan rasa cepat puas. Capaian itu dan capaian lainnya harus terus diinformasikan, selain untuk meluruskan informasi, juga membangun mental optimistik,” ujarnya.

 

Dia mengingatkan, acara ini digagas dan diselenggarakan oleh 27 organ relawan pendukung setia Jokowi, yakni, Buruh Sahabat Jokowi; Guru Sahabat Jokowi, Seknas Jokowi; Bara JP; GK Centre; Almisbat; Jokowi Mania; Pos Raya; Bravo 5; Kornas; Arus Bawah Jokowi; Nelayan Sahabat Jokowi; Kawan Jokowi; Korni; Komunitas Alumni Perguruan Tinggi; GRI; RPJB; Sekber Jokowi Nusantara; Laskar Rakyat Jokowi; Getar; Repdem; Jasmev; Laskar Nawacita Jokowi; Foreder Indonesia; Relawan Rakyat Merah Putih; Sedulur Jokowi; Solidaritas Merah Putih.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*