Untuk Capai SDM Indonesia Unggul, Kapan Petani Kelapa Sawit Akan Serius Diberdayakan

Untuk Capai SDM Indonesia Unggul, Kapan Petani Kelapa Sawit Akan Serius Diberdayakan.
Untuk Capai SDM Indonesia Unggul, Kapan Petani Kelapa Sawit Akan Serius Diberdayakan.

Visi misi Presiden Jokowi untuk mendorong terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul disambut oleh Petani Kelapa Sawit. Karena itu, peningkatan pemberdayaan di kalangan petani sawit harus segera dilakukan. Agar tercapai SDM unggul.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Yusron Fadli menyampaikan, pihaknya gembira jika memang SDM unggul itu yang akan dilakukan oleh pemerintah.

“Kalau begitu, kami meminta Pemerintah Pusat dan Daerah agar serius mengurusi peningkatan SDM petani sawit. Karena ini salah satu faktor kunci agar produktivitas petani meningkat. Seperti negara tetanga Malaysia yang petaninya sudah memilki produktivitas di atas petani Indonesia,” ujar Yusron, Selasa (20/08/2019).

Selama ini, ditegaskan Yusron, masalah utama yang dihadapi petani kelapa sawit berkenaan dengan anggaran. Di daerah, katanya, anggaran untuk  peningkatan SDM petani tidak ada.

“Ini harusnya menjadi perhatian pemerintah pusat. Karena Indonesia sudah memiliki Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit atau BPDP Sawit. BPDP ini yang mengumpulkan uang dari sawit. Sudah dikumpulkan kok. Seharusnya dana itu kembali ke petani juga dong,” tutur Yusron.

Jika masih sulit mengembalikan dana itu untuk peningkatan SDM petani, lanjutnya, para petani mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo supaya diperiode pemerintahannya yang kedua ini bisa membentuk lembaga khusus sawit.

“Atau, dibuatkan sajalah satu kementerian yang mengurusi sawit. Supaya lebih fokus mengurusi sawit sampai pada meningkatkan SDM petani,” saran Yusron Fadli.

Manajer Organisasi dan Keanggotaan SPKS, Sabarudin mengatakan, tema Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-74 di tahun 2019 ini adalah SDM Unggul Indonesia Maju.

Visi dan misi itu patut diapresiasi dan didukung oleh Serikat petani Kelapa Sawit (SPKS). Karena ini akan menjadi kunci Indonesia di masa depan. Itu seperti dalam Pidato Kenegaraan Bapak Presiden Joko Widodo menyambut Hari Kemerdekaan di Gedung DPR. Salah satu poin yang akan ditingkatkan adalah penguasaan keterampilan dan ilmu pengetahuan.

“Kami mengharapkan penguasaan keterampilan tidak hanya terbatas pada sektor tertentu. Tetapi harus sampai pada pengingkatan SDM Petani Sawit. Sampai saat ini petani sawit menghadapi tantangan SDM yang terbatas dalam pengelolaan sawit,” ujar Sabarudin.

Dia menerangkan, sampai saat ini produktivitas petani masih di angka 12-14 ton tandan buah segar (TBS) per hektar per tahun. Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah yang harus serius diurusi oleh pemerintah ke depan.

“Karena salah satu penyebab rendahnya produktivitas petani itu adalah SDM petani masih rendah. Selain faktor lain, misalnya, ketersedian pupuk untuk petani dan bibit yang berkualitas,” tambah Sabarudin.

Pemerintah harus memperhatikan SDM petani karena sawit telah memberikan kontribusi yang multiplayer efek dalam perekonomian Indonesia. Sebut saja, sektor sawit ini telah menjadi sumber penghidupan sekitar 17 juta rakyat Indonesia.

“Sawit menyumbang sekitar Rp 320 triliun devisa negara pada tahun 2017. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk tidak memperhatikan peningkatan SDM petani sawit,” ujar Sabarudin.

Langkah pemerintah membentuk Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), lanjut Sabarudin, seharusnya juga mengemban misi meningkatkan kualitas SDM di sektor perkebunan, termasuk petani.

Sebab, katanya, melalui dana yang dikumpulkan BPDP itu, bisa dipergunakan untuk peningkatan SDM petani kelapa sawit.

“Lagi pula, mandat Inpres No 8 tentang moratorium sawit yang harusnya sudah bisa menyentuh perbaikan pada kualitas SDM petani sawit,” kata Sabarudin.

Hanya saja, kata dia, semua ini belum maksimal dijalankan. Untuk itu, dia ingin pemerintah membuktikan keseriusannya mewujudkan peningkatan SDM petani kelapa sawit.

“Kita minta serius, Pak Presiden untuk segera melakukan evaluasi. Agar SDM Unggul untuk Indonesia Maju bisa menyentuh sampai pada petani,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan