Breaking News

Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden Jokowi, Masyarakat Adat Tagih Janji Pelaksanaan 6 Nawacita

Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden Jokowi, Masyarakat Adat Tagih Janji Pelaksanaan 6 Nawacita. Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Presiden Jokowi, Masyarakat Adat Tagih Janji Pelaksanaan 6 Nawacita.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’aruf Amin, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024.

Selain menyampaikan ucapan selamat itu, sejumlah janji Jokowi kepada Masyarakat Adat pun berhamburan untuk segera ditagih. Terutama, upaya mensegerakan pelaksanaan 6 komitmen Nawacitanya Jokowi terhadap masyarakat adat, dalam rangkan mengakui, melindungi dan memajukan masyarakat adat.

Dalam siaran persnya, Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sambolinggi Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) mengucapkan Selamat atas pelantikan H Joko Widodo dan Prof Dr KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia untuk masa bhakti 2019-2024 yang dilaksanakan pada Hari Minggu, 20 Oktober tahun 2019.

“Kami mendoakan semoga Bapak Presiden dan Wakil Presiden senantiasa memimpin bangsa dan negara yang besar ini dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945. Serta berhasil memenuhi janji-janji Bapak Presiden dan Wakil Presiden kepada rakyat, khususnya kepada masyarakat adat,” tutur Rukka Sambolinggi, Minggu (20/10/2019).

Selanjutnya, Rukka menyampaikan, pihaknya memiliki kewajiban untuk kembali mengingatkan Presiden dan Wakil Presiden. Bahwa 5 tahun lalu, pada periode pertama Pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, telah berkomitmen untuk mengesahkan RUU Masyarakat Adat, membentuk kelembagaan khusus untuk Masyarakat Adat, meninjau ulang berbagai peraturan sektoral, membentuk mekanisme nasional penyelesaian sengketa, melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 dan memulihkan korban-korban kriminalisasi.

“Namun, hingga kini komitmen itu tidak terlaksana,” ujar Rukka.

Hingga hari ini, lanjutnya, masyarakat adat di seluruh nusantara masih menanti realisasi dari komitmen-komitmen sebagaimana disebutkan dalam Nawacita tersebut. Sehingga masyarakat adat di seluruh nusantara dapat menikmati kehidupan yang berdaulat, mandiri dan bermartabat.

Rukka menyampaikan, perlu diingatkan, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat dan serangkaian hak yang melekat pada masyarakat adat bersifat mendesak. Mengingat berbagai hukum dan kebijakan negara saat ini tidak mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat adat.

“Bahkan sebaliknya, hukum dan kebijakan negara menjadi alat untuk memperlambat, menolak, dan menyingkirkan masyarakat adat sebagai sebuah fondasi kebhinekaan Indonesia,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, di hari pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden lagi, AMAN menyampaikan tiga tuntutan atas janji-janji Jokowi kepada Masyarakat Adat.

Pertama,  Presiden Jokowi mesti mensegerakan pelaksanaan 6 komitmen Nawacita terhadap masyarakat adat dalam rangka mengakui, melindungi dan memajukan masyarakat adat.

Kedua, Presiden Joko Widodo harus memastikan bahwa Pemerintah, terutama Kementerian yang telah mendapatkan Surat Presiden (Surpres) sebagai wakil Pemerintah dalam pembahasan RUU Masyarakat bersama DPR RI, untuk segera mengeluarkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). sehingga RUU Masyarakat Adat dapat segera dibahas dan ditetapkan sebagai Undang-undang.

Tiga, Presiden menunda pembahasan berbagai rencana kebijakan terkait masyarakat adat dan sumberdaya alam termasuk RUU Pertanahan.

“Dan memastikan keterlibatan aktif Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan kelompok masyarakat sipil lainnya dalam pembahasan berbagai rencana kebijakan dimaksud,” ujar Rukka.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*