Tutup Celah Korupsi, Jaksa Agung Burhanuddin Galakkan Fungsi Legal Audit Datun Kejaksaan

Tutup Celah Korupsi, Jaksa Agung Burhanuddin Galakkan Fungsi Legal Audit Datun Kejaksaan

- in DAERAH, EKBIS, HUKUM, NASIONAL, PROFIL
119
0
Tutup Celah Korupsi, Jaksa Agung Burhanuddin Galakkan Fungsi Legal Audit Datun Kejaksaan. - Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin saat menyampaikan pengarahan di Kejaksaan Tinggi Jambi, dalam rangka kunjungan kerja, pada Jumat, 07 Januari 2022.(Ist)Tutup Celah Korupsi, Jaksa Agung Burhanuddin Galakkan Fungsi Legal Audit Datun Kejaksaan. - Foto: Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin saat menyampaikan pengarahan di Kejaksaan Tinggi Jambi, dalam rangka kunjungan kerja, pada Jumat, 07 Januari 2022.(Ist)

Jaksa Agung Republik Indonesia, Prof Dr Sanitiar Burhanuddin menggalakkan fungsi legal audit bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) yang dimiliki Kejaksaan Republik Indonesia, untuk menutup celah potensi korupsi, dan untuk mencegah terjadinya tidak pidana korupsi. 

Hal itu disampaikan Jaksa Agung Burhanuddin, pada saat kunjungan kerjanya di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jambi, Jumat, 07 Januari 2022. 

Dalam rangka mengoptimalisasikan penyelamatan aset Negara yang ada di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jambi, Jaksa Agung Burhanuddin meminta kepada segenap jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk melaksanakan Instruksi Jaksa Agung Nomor 10 Tahun 2020. 

“Sebagai langkah pencegahan, agar Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara proaktif memberikan masukan dan bimbingan dalam penyusunan kontrak perjanjian kerja sama, sehingga resiko yang timbul akibat lemahnya perjanjian bisa dihindari,” tutur Jaksa Agung Burhanuddin. 

Selanjutnya, Jaksa Agung Burhanuddin juga menyebut, saat ini fungsi Perdata dan Tata Usaha Negara yang lebih dominan adalah Legal Assistance dan Legal Opinion. 

Untuk itu, Jaksa Agung Burhanuddin memandang fungsi legal audit harus lebih digalakkan. 

“Hal ini merupakan suatu proses kesinambungan di mana fungsi penegakan hukum, khususnya dibidang tindak pidana korupsi telah sangat masif kita laksanakan,” ujarnya. 

Namun, Burhanuddin mengingatkan, Kejaksaan juga harus mampu mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab celah kebocoran, sehingga masih maraknya kasus tindak pidana. 

“Dengan dilakukannya legal audit maka celah potensi korupsi dapat kita tutup dan ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mencegah tindak pidana korupsi,” tandas Jaksa Agung Burhanuddin.(J-RO) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Listyo Sigit Didesak Minta Maaf Kepada Orang Batak

“Tak Perlu Diapresiasi Berlebihan, Memang Itu Sudah Tugas