Turunkan Indeks Korupsi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Gencarkan Tindakan Preventif

Turunkan Indeks Korupsi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Gencarkan Tindakan Preventif.
Turunkan Indeks Korupsi, Jaksa Agung ST Burhanuddin Gencarkan Tindakan Preventif.

Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan perlu adanya tindakan preventif atau upaya pencegahan yang maksimal untuk menurunkan indeks korupsi.

Hal itu diutarakan ST Burhanuddin setelah mengikuti Nonton Bareng film pendek dengan judul Generasi Milenial Antikorupsi yang diselenggarakan Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung bersama Siswa-Siswi se-DKI Jakarta. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Internasional tahun 2019. Digelar di Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (09/12/2019).

Menurut Burhanuddin, kejaksaan sedang dan terus melakukan tindakan preventif, baik di internal kejaksaan, instansi dan lembaga pemerintah maupun ke kampus dan sekolah.

“Kita tetap lakukan pola-pola pencegahan. Banyak yang telah dilakukan kejaksaan mulai dari penyuluhan dan penerangan hukum ke sekolah-sekolah dan kampus seperti Jaksa Masuk Sekolah atau Kampus dan juga Jaksa Masuk Desa yang semuanya itu merupakan upaya pencegahan dini dari korupsi,” katanya.

Dia juga berharap dengan adanya kegiatan yang terus dilakukan tersebut dapat menurunkan indeks korupsi di tahun berikutnya.

“|Pastinya ada harapan korupsi kedepannya makin menurun jadi indeks korupsi kita semakin turun,” ujarnya.

Mantan JAM Datun itu mengatakan, peran kejaksaan dalam meminimalisir korupsi di kementerian dan instansi atau lembaga pemerintahan juga telah dilakukan dengan memberikan masukan dan saran terkait sistem yang dianggap rentan terhadap korupsi.

“Tentu kalau ada sistem yang kurang pas kita akan memberikan masukan-masukan kepada pemerintah,” katanya.

Burhanuddin mengatakan, sejak Januari hingga November 2019 ini kejaksaan telah melakukan pengembalian uang negara dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi sebesar Rp 698 miliar dan 44 ribu dolar Amerika serta 23,04 dolar Singapura.

Pendapatan uang sitaan hasil korupsi yang telah diputuskan atau ditetapkan pengadilan Rp 19.988.817.291. Dan pendapatan uang pengganti Tipikor yang telah diputuskan atau yang telah ditetapkan pengadilan Rp 617.057.426.580. Sedangkan pendapatan penjualan hasil lelang tipikor Rp 841.606.021. Pendapatan denda hasil korupsi Rp 56.795.198.160, pendapatan hasil pengembalian uang negara Rp 4.003.718.636.

Acara tersebut juga turut hadir Wakil Jaksa Agung Dr Arminsyah, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabandiklat) Kejaksaan Republik Indonesia Setia Untung Arimuladi, para pejabat Eselon I dan Eselon II Kejaksaan Agung serta Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri, bersama 300 Siswa-Siswi SMA di Jakarta.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan