Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Libatkan Pakar Luar Negeri

Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Libatkan Pakar Luar Negeri

- in DAERAH, DUNIA, HUKUM, NASIONAL
30
0
Koordinasi Penuntutan Kejahatan HAM dan Tindak Pidana Internasional, Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Libatkan Pakar Luar. - Foto: Dr Setia Untung Arimuladi, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia.(Ist)Koordinasi Penuntutan Kejahatan HAM dan Tindak Pidana Internasional, Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM Berat, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi Libatkan Pakar Luar. - Foto: Dr Setia Untung Arimuladi, Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia.(Ist)

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia, Setia Untung Arimuladi mengkoordinasikan semua elemen yang terkait, untuk memperkuat proses-proses penuntutan terhadap perkara-perkara kejahatan kemanusiaan, pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM), dan Tindak Pidana Internasional.

Sebagai Ketua Tim Khusus Penuntasan Kasus Pelanggaran HAM berat di Kejaksaan, Setia Untung Arimuladi meminta tim bekerja secara konsisten dengan tetap menjaga soliditas, agar mencapai upaya penuntasan perkara-perkara pelanggaran HAM secara optimal.

“Selaku Ketua Tim, sekaligus anggota, yang diberikan tanggung jawab dalam Penuntasan Dugaan Pelanggaran HAM Berat, tentunya kami berupaya seoptimal mungkin dalam pelaksanaannya,” tutur Setia Untung Arimuladi saat menggelar koordinasi berupa Workshop Penuntutan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan dan Tindak Pidana Internasional, Rabu 24 Februari 2021.

Mantan Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat) ini berharap, terwujud soliditas seluruh anggota Tim Khusus HAM ini, serta tetap konsisten dalam melaksanakan tugasnya.

“Lalu kami sampaikan pula, diperlukan adanya dukungan, bukan saja dari anggota tim, melainkan juga diperlukan dukungan dari seluruh pihak termasuk dari Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP) dan Center for Human Rights and International Justice, Stanford University,” jelas Setia Untung Arimuladi.

Workshop ini digelar secara virtual dari ruang kerja Wakil Jaksa Agung, di Gedung Menara Kartika Adhyaksa Kejaksaan Agung di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pelatihan atau workshop ini dilaksanakan selama 2 hari. Dilakukan oleh Direktorat Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Workshop diikuti secara daring oleh anggota Tim Khusus Penuntasan Pelanggaran HAM Berat, para Asisten Tindak Pidana Khusus, Koordinator Bidang Tindak Pidana Khusus, Para Kepala Seksi Penyidikan dan Kepala Seksi Penuntutan pada 6 Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi yaitu Kejati Sumatera Utara, Kejati Sulawesi Selatan, Kejati DKI Jakarta, Kejati Jawa Timur, Kejati Papua, Kejati Lampung, dan Kejati Aceh.

“Dengan berbagai pelatihan dan workshop, maupun bentuk kegiatan lainnya yang menunjang, sangat kami harapkan. Oleh karenanya, tak lupa kami secara pribadi maupun institusi, mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dan dukungan yang diberikan kepada kami,” jelas Setia Untung Arimuladi.

Seraya mengajak hadirin untuk memanjatkan rasa syukur kepada TYME, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) ini berharap, walaupun di tengah keterbatasan akibat adanya pandemi Covid-19, Penuntutan Kejahatan terhadap Kemanusiaan dan Tindak Pidana Internasional mesti tetap dilaksanakan.

“Meskipun dilakukan secara virtual, mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan kita untuk berkumpul secara fisik, tidak mengurangi semangat kita untuk selalu terus bergerak dan berkarya demi kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Mantan Kepala Kejaksaan Ting Riau (Kajati Riau) ini juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak penyelenggara yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini.

Khususnya, kepada Lembaga Kajian dan Advokasi Independensi Peradilan (LeIP) dan Center for Human Rights and International Justice, Stanford University, Norwegian Center of Human Rights (NCHR).

“Serta pihak-pihak lainnya yang telah menyukseskan terselenggaranya workshop ini,” ujar Untung.

Wakil Jaksa Agung mengatakan, Kejaksaan sebagai lembaga Pemerintah yang melaksanakan kekuasaan Negara di bidang penuntutan.

Kejaksaan memiliki tugas dan kewenangan, di antaranya melakukan penuntutan, melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, melakukan penyelidikan terhadap tindak pidana tertentu, serta kewenangan melekat lainnya.

Seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia, menyebutkan, Jaksa Agung sebagai Penyidik Tindak Pidana Pelanggaran HAM Berat.

Bahkan fungsi penyidikan dalam perkara pelanggaran HAM Berat juga diakui secara universal dan diatur secara tegas dalam Pasal 53 ayat 1 United Nations Rome Statute of the International Criminal Court 1998 atau Statuta Roma. Yang menyatakan, penyidik perkara pelanggaran HAM Berat adalah Jaksa.

“Sehingga, apabila kewenangan tersebut dilakukan oleh lembaga negara lain, maka Pengadilan berhak untuk menolak kasus tersebut,” terang Setia Untung Arimuladi.

Wakil Jaksa Agung juga menyampaikan, bahwa Presiden Joko Widodo dalam Pidatonya pada Rapat Kerja Kejaksaan Agung pada Desember 2020 lalu, menegaskan Kejaksaan adalah aktor kunci dalam penyelesaian kasus pelanggaran HAM Berat masa lalu.

Setia Untung menguraikan, menindaklanjuti arahan Presiden tersebut, Kejaksaan telah membentuk Tim Khusus Penuntasan Dugaan Pelanggaran HAM Berat. Pembentukan timsus HAM ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 263 Tahun 2020 tanggal 29 Desember 2020.

“Pembentukan Timsus HAM ini adalah upaya konkrit Kejaksaan dalam rangka percepatan penuntasan dugaan pelanggaran HAM yang berat,” tegas Untung.

Timsus HAM itu juga sebagai bentuk penegasan kembali komitmen dan dukungan penegakan hukum oleh Kejaksaan sebagai bentuk penghormatan, pengakuan, dan pemenuhan terhadap Hak Asasi Manusia.

“Untuk itu, penanganan terhadap setiap pelanggaran HAM merupakan suatu keharusan dalam upaya melindungi harkat dan martabat kemanusiaan,” imbuhnya.

Untuk menyelesaikan berbagai perkara pelanggaran HAM berat itu, lanjut Setia Untung Arimuladi, keberadaan Timsus HAM dimaksudkan untuk mengumpulkan, menginventarisasi, dan mengidentifikasi, sekaligus memitigasi berbagai permasalahan atau kendala yang menjadi hambatan.

“Serta merumuskan rekomendasi penuntasan dugaan pelanggaran HAM yang berat,” lanjutnya.

Dengan tugas dan tanggung jawab itu, lanjut mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) ini, diperlukan penyegaran pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam penuntutan kasus HAM Berat, serta penanganan perkara terhadap kejahatan kemanusiaan.

“Sehingga tepat, kerja sama ini dilaksanakan melalui workshop dengan menghadirkan tim dan ahli tindak pidana internasional yang berpengalaman,” sebut Untung.

Pemahaman terhadap hukum Internasional sangatlah relevan, mengingat Undang-Undang HAM Nomor 26 Tahun 2020 disusun berbasiskan pengaturan dalam Statuta Roma dalam kerangka International Criminal Court (ICC).

Selain itu, peserta workshop ini juga diharapkan mampu memahami berbagai yurisprudensi dalam tindak pidana internasional. Yang dikembangkan dalam Appeals Chamber of the International Criminal Tribunal untuk Yugoslavia (ICTY) dan International Criminal Tribunal untuk Rwanda (ICTR), sebagai dasar dalam menafsirkan berbagai prinsip dan elemen tindak pidana dalam kejahatan kemanusiaan.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi berharap, pelaksanaan workshop ini mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman penegak hukum, khususnya Jaksa dan anggota Tim Khusus HAM.

“Tentang prinsip dan kerangka hukum dari subjek hukum dalam ruang lingkup hukum pidana internasional. Dan kerja sama ini dapat berjalan dengan baik, serta berkelanjutan, sehingga berhasil memberikan manfaat nyata bagi kita sekalian,” tandas Setia Untung Arimuladi.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like