Tulah Wabah Virus Corona Masih Mengancam, DPR Sebaiknya Tunda Rapat Paripurna

Tulah Wabah Virus Corona Masih Mengancam, DPR Sebaiknya Tunda Rapat Paripurna.
Tulah Wabah Virus Corona Masih Mengancam, DPR Sebaiknya Tunda Rapat Paripurna.

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) diminta menunda pelaksanaan Rapat Paripurna yang dijadwalkan akan digelar pada 23 Maret 2020 mendatang.

Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) mengingatkan, pada tanggal itu, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, dihimbau agar tidak berkumpul dan tidak bertemu untuk menghindari penyebaran virus corona.

Jurubicara Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) Jeirry Sumampow menyampaikan, pihaknya menghimbau dan meminta DPR menunda dulu pelaksanaan Rapat Paripurna itu.

Diterangkan Jeirry, sebagaimana diketahui, tanggal 23 Maret 2020 ini, DPR akan melaksanakan  Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III, Tahun Sidang 2019-2020. Artinya, setidaknya akan ada 250 orang akan berkumpul dalam satu ruangan. Tentunya ini sarat minimal untuk dapat dilaksanakannya rapat paripurna DPR.

“Hanya saja, mengingat bahwa tanggal yang dimaksud masih dalam tanggal yang dinyatakan untuk menghindari adanya pengumpulan orang, maka dengan ini, kami menghimbau agar Rapat paripurna Pembukaan Sidang III DPR agar ditunda sampai pada waktu di mana secara nasional sudah dimungkinkan adanya pengumpulan massa yang banyak,” tutur Jeirry Sumampow, dalam rilis GIAD yang diterima, Selasa (17/03/2020).

Dia menambahkan, mengingat bahwa rapat paripurna ini tidak dengan sendirinya hanya akan menghadirkan anggota DPR saja, tapi kemungkinan juga adalah staf DPR, staf komisi, dan staf fraksi.

“Artinya jumlah yang berkumpul bahkan bisa lebih banyak dari yang disebutkan di atas,” ujarnya.

Kemudian, tindakan menunda rapat paripurna ini juga sesuai arahan presiden yang menghimbau agar meniadakan pengumpulan massa dalam satu ruangan tertentu, demi menghindari penyebaran virus Corona.

“DPR sebaiknya memperlihatkan sikap untuk sama- sama mematuhi anjuran tersebut,” imbuhnya.

Bahkan, mengingat bahwa gedung DPR berada di Jakarta, dan persis pula di tengah kota, maka himbauan untuk menunda rapat paripurna ini makin relevan.

Jakarta adalah salah satu kota yang rentan akan penyebaran virus ini. Selain jumlah penduduk yang banyak dan padat, juga melibatkan mobilitas dari berbagai daerah atau bahkan negara. Jadi sikap hati-hati memang harus lebih ditingkatkan.

“Jadi, Rapat paripurna cukup dibuka oleh pimpinan DPR untuk kemudian dinyatakan ditunda. Dan dengan itu pula, semua jenis rapat di DPR juga harus ditunda. Apakah itu rapat komisi, pansus, panja atau baleg. Dalam hal ini, pimpinan DPR dapat mengkonsolidasi keputusan bersama untuk menyatakan segala jenis rapat di DPR untuk sementara ditunda,” tandasnya.

Masyarakat Sipil yang tergabung dalam Gerakan untuk Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) ini terdiri dari Lucius Karus, Arif Susanto, Jeirry Sumampow, Badi’ul Hadi, Kaka Suminta, Alwan , Yusfitriadi dan Ray Rangkuti.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*