Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan

Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan. – Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris)
Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan. – Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris)

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020).

Mereka menuntut pembuktian janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menyetop reklamasi. Kini, Anies dinilai melanggar janji kampanyenya, karena menerbitkan ijin reklamasi Ancol.

Pada Pilkada lalu, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno menjanjikan pembatalan Reklamasi Teluk Jakarta.

Salah seorang orator aksi Gentar, Syahroni menyatakan kegeraman para mahasiswa terhadap Anies Rasyid Baswedan.

“Kami geram kepada Anies karena tidak menepati janji kampanyenya untuk menghentikan reklamasi. Anies seorang Gubernur yang plin plan,” tutur Syahroni, kepada Sinarkeadilan.com, di depan Balaikota.

Anies didesak segera menghentikan rencana reklamasi Ancol, karena cacat hukum.

“Karena tidak ada aturan kuat untuk melanjutkan reklamasi ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Reklamasi Ancol ini sudah diijinkan oleh Anies, yang dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur (Kepgub) No 237 Tahun 2020, tertanggal 24 Februari 2020.

Di dalam ijin itu, Anies mempersilakan perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol seluas 120 hektar, dan wilayah rekreasi Dunia Fantasi (Dufan) sekitar 35 hektar.

Ijin usahanya dimiliki oleh perusahaan pelat merah DKI Jakarta yaitu PT Pembangunan Jaya Ancol.

Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan. – Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris)
Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan. Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris).
Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan. – Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris)
Tolak Reklamasi Ancol, Puluhan Mahasiswa Geruduk Kantor Anies Baswedan.Foto: Massa aksi mahasiswa dari Gerakan Nasional Tolak Reklamasi (Gentar) Jakarta menggeruduk kantor Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (08/07/2020). (Istimewa/Tarsan Morris).

Anggota DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga juga menyesalkan langkah yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam pemberian ijin reklamasi Ancol itu.

Sebab, menurut Sekretaris Komisi B DPRD DKI ini, masalah perijinan reklamasi Ancol belum dibicarakan dengan parlemen Jakarta.

“Janji kampanye Gubernur kan tidak akan melakukan reklamasi. Sedangkan faktanya kan dilakukan. Ini yang jadi persoalan,” ujar Pandapotan Sinaga, saat dijumpai Sinarkeadilan.com  di ruang kerjanya, Senin (05/07/2020).

Politisi PDIP ini berjanji akan memanggil anak buah Anies di Dinas terkait, untuk dimintai penjelasan terkait reklamasi Ancol itu.

“Di Komisi kami, di Komisi B DPRD, belum ada pembahasan soal aturan itu. Pada rapat kerja mendatang kami akan memanggil mereka,” tutup Pandapotan Sinaga.(Tarsan Morris)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan