Tolak Dugaan Kriminalisasi Kepada Warga Minas, Komando Rakyat Anti Penjajah Asing Geruduk Kantor Pusat PT Chevron di Jakarta

Tolak Dugaan Kriminalisasi Kepada Warga Minas, Komando Rakyat Anti Penjajah Asing Geruduk Kantor Pusat PT Chevron di Jakarta. – Foto: Aksi unjuk rasa Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) menggeruduk Kantor Pusat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), di Jalan Asia Afrika, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (08/08/2020). Kompas menuntut PT CPI mencabut laporan terhadap korban kriminalisasi warga di Minas, Kabupaten Siak, atas nama Ibu Mewa Riska Boru Manullang.(Ist)
Tolak Dugaan Kriminalisasi Kepada Warga Minas, Komando Rakyat Anti Penjajah Asing Geruduk Kantor Pusat PT Chevron di Jakarta. – Foto: Aksi unjuk rasa Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) menggeruduk Kantor Pusat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), di Jalan Asia Afrika, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (08/08/2020). Kompas menuntut PT CPI mencabut laporan terhadap korban kriminalisasi warga di Minas, Kabupaten Siak, atas nama Ibu Mewa Riska Boru Manullang.(Ist)

Ratusan orang yang tergabung dalam Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) menggeruduk Kantor Pusat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) di Jalan Asia Afrika, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kedatangan massa ini, untuk meminta PT Chevron menghentikan upaya berbagai kriminalisasi dan diskriminasi kepada Rakyat Indonesia, yang kini kian marak terjadi di Provinsi Riau dan daerah-daerah lainnya.

Koordinator Aksi Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) Johan Aritonang menyampaikan, mereka menolak kriminalisasi dan penjajahan gaya baru yang dilakukan oleh perusahaan asing, seperti yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) itu.

Dugaan kriminalisasi yang diduga diinisiasi oleh PT Chevron itu paling nyata dialami seorang Ibu bersama 4 orang anaknya yang masih kecil-kecil, di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Ibu Mewa Riska Boru Manullang bersama keluarganya, dikriminalisasi dengan cara dituduh sebagai penadah barang rongsokan berupa tembaga kupas milik PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), yang dijual tanpa sepengetahuan Safri Sibagariang, yakni suami dari Mewa Riska Boru Manullang, yang membuka usaha jual beli barang rongsokan di Minas.

“Kami menolak adanya dugaan kriminalisasi dan penjajahan gaya baru yang dilakukan perusahaan asing, PT CPI di Indonesia. Kami mendesak, PT CPI segera mencabut laporan polisi kepada Ibu Mewa Riska Boru Manullang. Karena laporan itu adalah rekayasa yang dilakukan oknum PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) di Kepolisian Sektor Minas,” tutur Johan Aritonang, ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Selasa (11/08/2020).

Selain itu, dalam Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) juga meminta PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) untuk meminta maaf melalui media massa nasional dan lokal, kepada seluruh keluarga korban, dan kepada seluruh Rakyat Indonesia.

“Dan meminta agar PT CPI mensejahterakan masyarakat Minas, di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.

Secara khusus, lanjutnya, PT CPI harus memberikan ganti rugi dan jaminan kesejahteraan kepada keluarga Mewa Riska Boru Manullang. Besarnya, mencapai Rp 5 miliar, yang mesti dibayarkan tunai. Serta jaminan pendidikan dan jaminan usaha bagi keluarga yang dikriminalisasi itu.

“Kami, mendukung upaya Kepolisian Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia, dalam menegakkan hukum yang berkeadilan bagi seluruh warga negara Indonesia,” tandas Johan.

Tolak Dugaan Kriminalisasi Kepada Warga Minas, Komando Rakyat Anti Penjajah Asing Geruduk Kantor Pusat PT Chevron di Jakarta. – Foto: Aksi unjuk rasa Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) menggeruduk Kantor Pusat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), di Jalan Asia Afrika, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (08/08/2020). Kompas menuntut PT CPI mencabut laporan terhadap korban kriminalisasi warga di Minas, Kabupaten Siak, atas nama Ibu Mewa Riska Boru Manullang.(Ist)
Tolak Dugaan Kriminalisasi Kepada Warga Minas, Komando Rakyat Anti Penjajah Asing Geruduk Kantor Pusat PT Chevron di Jakarta. – Foto: Aksi unjuk rasa Komando Rakyat Anti Penjajah Asing (Kompas) menggeruduk Kantor Pusat PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI), di Jalan Asia Afrika, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (08/08/2020). Kompas menuntut PT CPI mencabut laporan terhadap korban kriminalisasi warga di Minas, Kabupaten Siak, atas nama Ibu Mewa Riska Boru Manullang.(Ist)

Dia mengatakan, Mewa Riska br Manullang merupakan warga negara serta rakyat yang tertindas, karena manipulasi hukum. Karena diperlakukan dengan sewenang-wenang, serta mengangkangi aturan hukum Indonesia oleh oknum PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bersama oknum polisi di Minas dan oknum Jaksa di Siak.

“Mewariska br Manullang bersama anak-anak dan keluarganya telah dijebak oleh PT CPI dengan cara bekerjasama dengan oknum Kepolisian Polsek Minas. Dia dituduh sebagai pelaku tindak pidana atas barang milik PT CPI. Mewariska br Manullang dan keluarga telah menjadi Korban kesewenang-wenangan dan tidak berkeprikemanusiaan yang dilakukan oleh oknum PT CPI bersama-sama dengan Oknum Kepolisian Sektor Minas,” ungkap Johan Aritonang.

Status Tersangka yang ditimpakan kepada Mewariska br Manullang sangat dipaksakan. Dan tidak sesuai dengan hokum, sebab dilakukan dengan cara merekayasa penangkapan yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP), serta bertentangan dengan Kitab Hukum Acara Pidana.

“Ditambah lagi, ada dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum Kepolisian Polsek Minas dan Kejaksaan Negeri Siak, dengan meminta sejumlah uang kepada keluarga Mewariska br Manullang. Ini menjadi catatan panjang bobroknya kinerja Aparat Penegak Hukum kita,” ujar Johan.

Menanggapi persoalan ini, Manager Corporate Communications PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI),  Sonitha Poernomo menyampaikan, pihaknya menyerahkan penanganan persoalan yang dialami Ibu Mewa Riska Boru Manullang itu ke Aparat Penegak Hukum (APH).

“PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) menyerahkan proses hukum atas kasus ini kepada pihak yang berwenang,” ujar Sonitha Poernomo.

Dia mengatakan, PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pemerintah Indonesia, di Blok Rokan, yang mengelolaaset-aset Negara Indonesia, untuk mendukung kegiatan Hulu Migas Nasional.

“PT Chevron Pacific Indonesia (PT CPI) bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas,” tutup Sonitha Poernomo.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan