Tinjau Proyek Pembangunan Underpass dan Flyover, TP4D Kejati DKI Temukan Kendala

Tinjau Proyek Pembangunan Underpass dan Flyover, TP4D Kejati DKI Temukan Kendala.

Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan peninjauan ke beberapa proyek pembangunan flyover (jalan layang) dan underpass. Diantaranya pembangunan underpass Mampang-Kuningan dengan nilai proyek sebesar 202,2 miliar rupiah.

 

Peninjauan tersebut dipimpin Kepala Kejati DKI Jakarta, Tony Spontana didampingi Asisten Intelijen Kejati DKI Jakarta, Bangkit Hariyanto, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal dan Kepala Bidang Simpang dan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo.

 

Kepada wartawan, Kepala Kejati DKI Jakarta, Tony Spontana mengatakan, peninjauan ini untuk mengawal proyek yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

 

“Kegiatan ini untuk meninjau sejauh mana progres perkembangannya, apa ada kendala dan persoalan yang ada di lapangan, baik itu persoalan terutama atau persoalan teknis,” kata Tony Spontana saat meninjau lokasi pembangunan underpass Mampang-Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/07/2017).

 

Tony menyebutkan, ada beberapa kendala teknis yang ditemukan dalam pengerjaan proyek tersebut, seperti adanya kabel milik PLN di galian underpass.

 

“Memang ditemukan beberapa kendala teknis, misalnya di bawah tanah yang kita injak ini yang akan menjadi underpass Kuningan-Mampang itu ada utility, jadi di bawah itu ada kabel PLN, pipa air bersih, dan sebagainya. Karena itu, TP4D berencana untuk melakukan rapat koordinasi dengan mengundang pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap kelancaran teknis,” ujarnya.

 

Tony menilai progres pembangunan dari skala 1 sampai 60 sudah cukup baik namun untuk akselerasi seharusnya sudah rampung 50 persen.

 

“Kita menghitung semester pertama secara otomatis harusnya sudah selesai 50 persen tapi ini masih mendekati kesana karena ada beberapa kendala teknis, seperti yang saya sampaikan itu kalau bisa di akselerasi 50 persen,” ujarnya.

 

Tony berharap proyek yang sedang berjalan tersebut dapat segera selesai pada akhir 2017.

 

“Tapi insya Allah pada akhir tahun ini, kita akan bisa bersama-sama menikmati suasana lalu lintas yang lebih baik di Jakarta,” ucapnya.

 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal Hasil mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk memindahkan kabel PLN, pipa air bersih, dan lainnya yang ada di bawah tanah yang akan dijadikan underpass Mampang-Kuningan.

 

“Tinjauan hari ini, kan melihat, memastikan bahwa keadaan utility-utility itu kan perlu kita koordinasi. Nah, ini nanti kita akan relokasi supaya hal-hal seperti ini kita selesaikan,” kata Yusmada.

 

Terkait pembangunan proyek tersebut, kata Yusmada, sudah 36 persen terlaksana.

 

“Target kita kan tahun ini tapi kalau ada kendala di lapangan yang mungkin bisa agak molor dikit dan itulah yang harus kita kebut,” ujarnya.

 

Setelah melakukan peninjauan di pembangunan proyek underpass Mampang-Kuningan rombongan melanjutkan peninjauan ke proyek flyover Pancoran dan proyek Simpang Susun Semanggi.

 

Diketahui, selain pembangunan underpass Mampang-Kuningan TP4D Kejati DKI juga melakukan pengawalan di proyek lainnya, yakni pembangunan flyover Pancoran, pembangunan Simpang Tidak Sebidang Cipinang Lontar, pembangunan Simpang Tidak Sebidang Bintaro Permai-Rel KA, pembangunan underpass Kartini dan pembangunan underpass Matraman-Salemba.(Richard)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan