Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana

Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana

Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. - Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha, melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)
Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. - Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha, melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)

Selain kesulitan hidup karena pandemi yang masih terjadi di Tanah Air, banyak daerah di Indonesia juga sedang mengalami terpaan bencana. Seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor.

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) melakukan aksi penggalangan bantuan bagi saudara-saudari yang sedang mengalami bencana.

Penggalangan bantuan bertajuk Kaum Muda Peduli Bencana itu dilakukan secara berantai. Koordinator Departemen Gereja GMKI Jakarta, Martin Silitonga menyampaikan, dengan aksi peduli dan penggalangan bantuan itu, kiranya bisa meringankan sedikit beban yang dialami masyarakat korban.

Sekaligus, mengajak dan memotivasi berbagai elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa dan pemuda, untuk bergandengan tangan melakukan aksi kepedulian terhadap saudara-saudari yang sedang menjadi korban bencana di berbagai daerah di Tanah Air.

“Kami juga mengajak mahasiswa dan kaum muda gereja untuk bersama-sama bergerak menggalang aksi sosial bagi korban bencana alam, yang terjadi beberapa wilayah di Indonesia,” tutur Martin Silitonga, di Jakarta, Selasa (09/02/2021).

 Sejauh ini, GMKI Cabang Jakarta melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Korban Bencana yang digagasnya itu, mencoba melakukan penggalangan bantuan dengan dua cara. Yakni melakukan penggalangan secara daring, melalui transfer, dan juga aksi penggalangan dengan turun ke jalan.

Penggalangan di lapangan, lanjut Martin Silitonga, sudah dua kali dilakukan, yakni pada Sabtu, 30 Januari 2021, di wilayah Matraman, Jakarta Pusat, dan pada Sabtu, 06 Februari 2021, di wilayah Melawai, Blok M, Jakarta Selatan.

Selama sepekan ini, lanjutnya, komunitas pemuda yang bergabung dengan gerakan ini adalah Gerakan Pemuda GPIB Effatha.

“Teman-teman dari Komunitas Pemuda GPIB Effatha menyampaikan kesediaan mereka ikut dan bergabung menggalang bantuan lewat gerakan yang diinisiasi GMKI Jakarta ini. Kami setuju, bahwa anak-anak muda saat ini, khususnya pemuda-pemudi di lingkungan gereja, untuk bersedia dan bersama-sama meninggalkan zona nyaman-nya, demi membantu saudara-saudari kita yang sedang mengalami bencana,” jelas Martin Silitonga.

Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. - Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha,  melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)
Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. – Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha, melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)

Memang, lanjut Martin Silitonga yang jebolan Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta (STFT Jakarta)-dulu Sekolah Tinggi Teologia Jakarta (STT Jakarta)–ini, di era sekarang, hampir semua mahasiswa dan kaum muda gereja asyik dengan zona nyamannya. Sudah sangat jarang yang mau menunjukkan kepedulian secara langsung bagi saudara-saudari yang sedang ditimpa bencana. “Anak muda enggak cuma bisa hedon aja, kok,” ujarnya.

Kepedulian dan Gerakan Kaum Muda Peduli Korban Bencana ini, lanjut Silitonga, juga sebagai salah satu upaya menggeber sikap egoisme mahasiswa dan kalangan muda, yang saat ini cenderung dikategorikan sebagai kelompok yang hanya memikirkan diri sendiri.

“Mahasiswa dan Pemuda, terutama Pemuda Gereja juga mesti memikirkan orang di sekitarnya. Dalam hal ini, anak muda juga bisa merespons masalah alam yang belakangan ini terjadi,” katanya.

Dia berharap, apa yang dilakukan ini, kiranya bisa menjadi sebuah  gerakan sosial di kalangan mahasiswa dan kaum muda. Sebagai salah satu cara, dari sekian banyak cara, yang bisa dilakukan mahasiswa dan pemuda, untuk berpartisipasi mengalami dan meringankan beban para korban bencana.

“Gerakan ini juga tentu tidak lepas dari upaya mewujudkan visi dan misi GMKI, yakni mewujudkan kesejahteraan bersama dan keutuhan Ciptaan,” jelasnya.

Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. - Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha,  melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)
Selain Pandemi, Saat Ini Banyak Wilayah Indonesia Dilanda Bencana, Tinggalkan Zona Nyaman, GMKI Jakarta Ajak Mahasiswa dan Pemuda Gereja Galang Bantuan Bagi Korban Bencana. – Foto: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Jakarta (GMKI Jakarta) bersama Komunitas Pemuda GPIB Effatha, melakukan aksi penggalangan bantuan bagi korban bencana alam melalui Gerakan Kaum Muda Peduli Bencana. (Ist)

Meski terlihat kecil, Martin Silitonga melanjutkan, gerakan ini memang tidak akan sepenuhnya bisa mengobati keadaan yang dialami oleh korban bencana alam, seperti yang dialami masyarakat di Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Barat.

Namun, dia berharap, gerakan ini tetap dilakukan sebagai motivasi bagi anak-anak muda lain dari berbagai gereja, untuk bisa melakukan aksi kepedulian sesuai porsinya.

Rencananya, dana yang baru bisa terkumpul hingga Rp 2 juta lebih, akan disalurkan kepada gereja yang terdapat di daerah bencana alam. Mereka berharap, melalui sedikit bantuan ini bisa membantu korban bencana untuk mendapatkan kebutuhan pokok.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan