Tiga Tahun Tak Impor, Nelayan Dukung Bulog Wujudkan Swasembada Pangan Bersama Jokowi

Tiga Tahun Tak Impor, Nelayan Dukung Bulog Wujudkan Swasembada Pangan Bersama Jokowi

- in DAERAH, DUNIA, EKBIS, NASIONAL, POLITIK, PROFIL
47
0

Tiga tahun ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai sukses menyediakan pangan, tanpa impor lagi.

Nelayan Indonesia pun mengapresiasi Tim Bulog pimpinan Budi Waseso, yang telah melakukan banyak inovasi dan juga langkah-langkah strategis untuk ketersediaan pangan dan swasembada pangan di Indonesia.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru menyebut, program swasembada pangan sudah di depan mata. Bulog telah terbukti mampu menyediakan pangan tanpa harus impor lagi.

“HNSI sebagai elemen Nelayan Indonesia mengapresiasi kinerja Bulog yang dipimpin Pak Budi Waseso dan timnya. Sudah tiga tahun ini kita tidak mengimpor beras. Ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya bagi Nelayan terpenuhi dengan baik. Ini semua tidak terlepas dari kinerja Bulog yang terdiri dari Kepala Bulog Budi Waseso, <span;>Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, dan Sekretaris Bulog, Awaludin Iqbal,” tutur Siswaryudi Heru, kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (13/07/2022).

Siswaryudi Heru yang juga Ketua Perikanan dan Nelayan Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini juga menyebut, ke depan Bulog di bawah Tim Bulog bersama Febby Novita dan Awaludin Iqbal, mesti sudah bisa mewujudkan swasembada pangan, serta menggenjot ekspor pangan.

“Bulog perlu terus didukung untuk swasembada pangan, dan juga untuk ekspor. Dan tidak impor lagi tentunya,” ukar Siswaryudi Heru.

Siswaryudi Heru yang juga anggota Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bindang Pengembangan Pasar Ekspor, mengatakan, Bulog dan Timnya perlu terus diperkuat demi terwujudkan swasembada pangan di Tanah Air.

“Bukan hanya swasembada, namun juga untuk bisa ekspor pangan. Tim Bulog patut diapresiasi dan terus diperkuat untuk mewujudkan itu,” tandas Siswaryudi Heru.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo optimis Indonesia segera mencapai swasembada beras. Pasalnya, Indonesia sudah tidak mengimpor beras dalam tiga tahun terakhir.

“Karena kita sudah 3 tahun ini tidak impor beras, saya yakin swasembada beras kita akan segera kita capai,” ujar Jokowi di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Subang, Selasa (12/7).

Namun, Jokowi mengingatkan agar Indonesia tidak hanya bergantung pada beras.

Sebab, produksi pangan lain seperti sagu, sorgum, ketela, dan jagung masih dapat dikembangkan.

Dalam kunjungannya, Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia saat ini harus waspada dalam memastikan ketersediaan pangan di tengah mengurangnya pasokan pangan global.

“Kita tahu bahwa dunia sekarang ini sedang terjadi pengurangan pangan dimana-mana. Oleh sebab itu, kita harus waspada memastikan bahwa ketersediaan pangan kita masih aman,” ujar Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi melakukan sejumlah kegiatan, seperti peninjauan konservasi plasma, peninjauan Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS), peninjaun display pertanian, serta penyemaian benih padi breeder seed.

Sebelumnya, Jokowi pernah mengatakan ada negara yang minta dikirim stok beras produksi Indonesia sebanyak 2,5 juta ton.

Menurutnya, itu adalah peluang ekspor yang baik karena bisa menambah penerimaan negara tahun ini.

“Ini meningkatkan cadangan devisa kita,” ujar Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/6).

Selain itu, permintaan akan beras dalam negeri 2,5 juta ton ini bisa menjadi peluang di tengah krisis pangan dunia. Salah satunya dengan memperluas lahan tanam di dalam negeri.

Apalagi, Indonesia masih memiliki banyak lahan terlantar yang bisa digunakan untuk memperluas lahan tanam.

Misalnya untuk produk jagung, kedelai hingga produk pangan lainnya yang bisa memberikan nilai tambah.

“Bayangkan kalau kita bisa produksi pangan jangka pendek kerahkan semua, bukan hanya mandiri di bidang pangan tapi juga potensi ekspor,” katanya.(RED)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like

Listyo Sigit Didesak Minta Maaf Kepada Orang Batak

“Tak Perlu Diapresiasi Berlebihan, Memang Itu Sudah Tugas