Fokus Dengan Perjuangan, Buruh Tetap Turun Aksi di 10 Provinsi

Bertemu Jokowi Nyatakan Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan

Bertemu Jokowi Nyatakan Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Tetap Fokus Dengan Perjuangan Buruh, KSPI Tetap Turun Aksi di 10 Provinsi.
Bertemu Jokowi Nyatakan Tolak Revisi UU Ketenagakerjaan, Tetap Fokus Dengan Perjuangan Buruh, KSPI Tetap Turun Aksi di 10 Provinsi.

Meskipun telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, buruh akan tetap menggelar unjuk rasa di 10 provinsi. Menolak revisi UU Ketenagakerjaan dan menagih janji revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan, pertemuannya dan sejumlah elemen buruh dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor pada Senin, 30 September 2019, tidak mempengaruhi buruh untuk fokus memperjuangkan nasibnya.

“Kita tetap menegaskan perjuangan kita fokus pada isu perburuhan. Besok, KSPI tetap menggelar aksi unjuk rasa di 10 provinsi,” tutur Said Iqbal, Selasa (01/10/2019).

Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Bogor, Senin (30/9/2019). Said Iqbal memastikan, pihaknya akan tetap fokus terhadap isu perjuangan buruh.

Iqbal yang dalam Pilpres kemarin mendukung Prabowo Subianto mengatakan, pemilihan presiden sudah selesai. Baik secara politik dan hukum di Mahkamah Konstitusi (MK). Dengan demikian, Presiden Jokowi akan kembali dilantik pada 20 Oktober 2019 untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024.

“Karena presiden yang terpilih adalah Pak Jokowi, sebagai presiden buruh tentu saya harus bertemu dengan beliau untuk menyampaikan isu dan gagasan kaum buruh sebagai penyeimbang dari gagasan yang telah disampaikan pengusaha,” kata Iqbal.

Dalam pertemuan dengan Jokowi, Said Iqbal menyampaikan, KSPI dan buruh Indonesia akan fokus terhadap isu perjuangan kaum buruh dan rakyat Indonesia. Misalnya menolak revisi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan fan meminta agar Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015 tentang Pengupahan segera direvisi. Hal ini sebagaimana janji Presiden Jokowi.

Selain itu, kata Iqbal, pihaknya meminta agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tidak dinaikkan.

Perjuangan kaum buruh akan dilakukan secara konstitusional. Untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak demi kemanusiaan.

KSPI menggunakan strategi Konsep, Lobi, Aksi, dan Politik (KLAP) dalam memperjuangkan tuntutannya. Ketika konsep sudah dibuat, selanjutnya lobi dilakukan untuk menyampaikan gagasan dan pikiran kaum buruh.

Dalam kaitan dengan itu, pertemuan antara Said Iqbal dan Jokowi adalah bagian dari upaya untuk menyampaikan gagasan kepada presiden. Tidak cukup dengan lobi, serikat pekerja juga melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi.

“Demonstrasi dilindungi konstitusi. Sebagai sebuah gerakan, KSPI tidak tabu dengan aksi unjuk rasa. Untuk itu, besok, 2 Oktober 2019, kaum buruh akan tetap melakukan aksi besar-besaran di 10 provinsi. Khusus di Jabodetabek aksi akan di DPR,” tuturnya.

Dalam aksi tersebut, ada tiga tuntutan utama yang akan disuarakan. Tolak revisi UU Ketenagakerjaan, tolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan, dan revisi PP No 78 Tahun 2015.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan