Terus-terusan Klaim Menangi Pilpres, Jangan Negasikan Prinsip Negara Hukum di Indonesia

Terus-terusan Klaim Menangi Pilpres, Jangan Negasikan Prinsip Negara Hukum di Indonesia.

Setiap pemain dalam Pilpres harus menegakkan dan tunduk kepada hukum yang berlaku di Indonesia. Setiap pihak yang terus-terusan mengklaim memenangi Pilpres, diminta tidak menegasikan Prinsip Negara Hukum di Indonesia itu.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menyampaikan, sebaiknya semua warga Negara tunduk kepada konstitusi dan prinsip hukum yang berlaku di Indonesia.




“Sikap mendeklarasikan kemenangan Pilpres 2019 secara sepihak itu malah menegasikan prinsip-prinsip Negara hukum di NKRI. KPU masih melakukan penghitungan, jangan melakukan upaya-upaya yang mengklaim dan malah sebagai upaya menolak hasil dari KPU,” tutur Petrus Selestinus, di Jakarta, Sabtu (27/04/2019).

Petrus mengingatkan, Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari Nomor Urut 2 Pilpres, hendaknya menunjukkan loyalitasnya kepada Hukum dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan tidak serampangan menggelar sejumlah acara syukuran kemenangan Pilpres, sebab hal itu tidak sesuai konstitusi.

“Jangan malah tunduk kepada Rizieq Shihab. Dia itu bukan konstitusi dan bukan hukum di Indonesia. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kok malah loyal ke Rizieq Shihab? Dia itu provokator bangsa ini,” tutur Petrus Selestinus.

Menurut Petrus, dalam banyak acara yang digelar, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah mendapat dukungan dari Rizieq Shihab. Bahkan apa yang dikumandangkan Rizieq Shihab agar Prabowo Subianto terus menerus menggelar syukuran kemenangan di sejumlah tempat.

“Meski dengan jumlah peserta yang semakin berkurang. Ini menandakan bahwa Prabowo Subianto mulai kehilangan legitimasi dan kredibilitasnya di mata rakyat,” ujarnya.

Melihat realitas politik seperti ini, Petrus malah bertanya-tanya atas dasar apa Prabowo Subianto dengan tanpa malu-malu dan berkali-kali mendeklarasikan kemenangnanya? Apalagi, kata dia, sikap Capres Parbowo Subianto linear dengan sikap Rizieq Shihab yang meminta agar Prabowo tetap mempertahankan klaim kemenangan dan jangan kompromi dengan Capres 01 atau utusannya.

Karena itu, menurut Petrus, sikap itu mengkonfirmasi Parbowo Subianto hanya loyal atau setia kepada apa yang dikehendaki oleh Rizieq Shihab, yaitu jangan mundur dari klaim kemenangan dan jangan kompromi dengan Capres-Cawapres 01, kecuali kalau Capres-Cawapres 01 mengakui kemenangan Capres-Cawapres 02.

“Itu berarti jangan akui keputusan akhir KPU dan sekaligus jangan gunakan upaya ke Mahkamah Konstitusi kecuali jalan menuju people power,” ujarnya.

Tentang pilihan people power, kata dia lagi, meskipun masih tetap menjadi primadona bagi Prabowo Subianto dan Rizieq Shihab, akan tetapi rakyat tidak akan mendukungnya lagi.




Saat ini, lanjut Petrus, Prabowo Subianto mulai menuai penurunan dukungan dari kelompok Parpol yang semula menjadi Koalisi dalam BPN. Bahkan, organisasi buruh seperti KSPSI pimpinan Said Iqbal pun malah sudah bertemu dengan Presiden Jokowi.

“Sikap meninggalkan Prabowo Subianto sekaligus mendeligitimasi klaim kemenangan Prabowo yang semakin hari semakin tidak popular. Apalagi sejumlah Partai Politik dalam koalisi seperti Partai Demokrat dan PAN, berikut massa pendukungnya mulai meninggalkan Prabowo Subianto,” jelas Petrus.(JR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*