Tersangka Kembalikan Uang Korupsi, Sebesar Rp 1,6 Miliar Kerugian Negara Telah Diserahkan Ke Kejati Yogyakarta

Tersangka Kembalikan Uang Korupsi, Sebesar Rp 1,6 Miliar Kerugian Negara Telah Diserahkan Ke Kejati Yogyakarta.
Tersangka Kembalikan Uang Korupsi, Sebesar Rp 1,6 Miliar Kerugian Negara Telah Diserahkan Ke Kejati Yogyakarta.

Sebesar Rp 1,6 miliar kerugian negara dikembalikan oleh tersangka pelaku tindak pidana korupsi ke Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (Kejati DIY).

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) Mukri menuturkan, uang dari dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit itu dikembalikan tersangka berinisial NK dalam dua tahap.




“Jadi, Tim jaksa penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DI Yogyakarta berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara yang dikorupsi sebesar Rp16 miliar. Penyelamatan kerugian keuangan negara ini dilakukan setelah tersangka inisial NK melakukan pengembalian kerugian keuangan negara yang dilakukan secara 2 tahap, yakni tanggal 9 Mei 2019 sebesar Rp 5 miliar dan tanggal 13 Mei 2019 sebesar Rp 11 miliar. Terkait hal ini tim jaksa penyidik telah melakukan penyitaan dan menitipkannya di rekening tititpan Kejati DI Yogyakarta pada Bank BRI,” tutur Mukri, di Kompleks Kejaksaan Agung, Rabu (15/05/2019).

Mukri melanjutkan, adapun perkara yang menjerat tersangka inisial NK yakni dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit pada salah satu bank BUMN untuk pembelian Ruko kepada tersangka inisial MK selaku debitur (dalam berkas terpisah) pada tahun 2014 sebesar Rp16 Miliar.

Berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan tim jaksa penyidik, ternyata tersangka MK tidak mempunyai kemampuan bayar yang cukup dan nilai agunannya juga telah dimark-up.




Namun, permohonan kredit tersangka MK tersebut tetap diproses dan diusulkan untuk disetujui oleh tersangka MI selaku pimpinan salah satu Bank BUMN di Yogyakarta (dalam berkas terpisah).

Selanjutnya dalam proses pencairan kredit tersangka MK tidak membayar uang muka sebesar Rp 5 Miliar kepada tersangka NK sebagaimana disyaratkan dalam pencairan kredit.

Namun pada kenyataannya kredit tetap dicairkan. Setelah kredit dicairkan, kemudian tersangka NK langsung mentransfer uang hasil kredit lebih kurang sebesar Rp 4 miliar kepada tersangka MK.




“Saat ini, dalam perkara tersebut tim jaksa penyidik Kejati DI Yogyakarta telah merampungkan pemeriksa terhadap 40 orang saksi yang terdiri dari pihak bank, debitur, dan notaris, serta 5 orang ahli,” ujar Mukri.(JR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*