Teror Bom Kepada Pimpinan KPK, Sabotase Pemberantasan Korupsi Sedang Terjadi

Teror Bom Kepada Pimpinan KPK, Sabotase Pemberantasan Korupsi Sedang Terjadi.

Teror bom di rumah pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan bentuk upaya sabotase terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hal itu disampaikan Analis Kebijakan Publik Melkior Wara Mas. Dia mengatakan, teror bom itu juga sebagai upaya menyingkirkan peran Negara untuk memberantas korupsi.

“KPK diintimidasi dengan kekerasan, KPK dipinggirkan untuk memberikan seluas-luasnya pada politik dan bisnis yang koruptif,” tutur Melkior Wara Mas, di Jakarta, Kamis (10/01/2019).

Dia menegaskan, peristiwa ini adalah bentuk sabotase penegakan hukum bagi koruptor. Di mana ada strategi yang dimainkan oleh tangan tak terlihat untuk melemahkan peran dan wewenang KPK dalam penegakan hukum.

“Proses penyelesaian kasus korupsi dibuat lambat, kabur, dan bahkan dipaksa agar dihentikan,” ucapnya.

Dalam tahun politik 2019 ini, peristiwa teror bom di rumah pimpinan KPK adalah sangat mungkin berkaitan dengan situasi politik dan bisnis Negara hari ini. KPK dibuat dilematis agar menerima tawaran kerjasama untuk membungkam kasus- kasus hukum korupsi, dan melanggengkan kepentingan politik kelompok tertentu.

Dalam analogi pemerintahan otoriter, upaya itu sama dengan upaya dari organized crime melindungi diri dari terjangan Negara (KPK).

“Upaya kehadiran diri mereka untuk menjadi bagian integral politik. Dan artinya, Organized crime kian perlahan mempengaruhi politik maupun bisnis, KPK diancam agar berkompromi, tutup mulut, dan tunduk pada kemauan koruptor. Ini namanya sabotase hukum ala komplotan koruptor,” ujar Melky.(JR)

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan