Ternyata RUU Cipta Lapangan Kerja Hilangkan Pesangon dan Upah Minimum, Presiden Buruh Tolak Jadi Tim Omnibus Law

Buruh Tolak RUU Cipta Lapangan Kerja

Ternyata RUU Cipta Lapangan Kerja Hilangkan Pesangon dan Upah Minimum, Presiden Buruh Tolak Jadi Tim Omnibus Law.
Ternyata RUU Cipta Lapangan Kerja Hilangkan Pesangon dan Upah Minimum, Presiden Buruh Tolak Jadi Tim Omnibus Law.

Buruh menyatakan menolak ikut dan dimasukkan dalam bagian Tim Legislasi pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law RUU CLK).

Hal itu ditegaskan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, begitu mengetahui bahwa buruh hanya diikutkan sebagai pelengkap penderita dalam suksesi pembahasan Omnibus Law RUU CLK itu.




Saiq Ibal menegaskan, buruh juga sudah mengetahui bahwa kepentingan bruh tidak akan diakomodir di dalam pembahasan RUU CLK itu.

“Ternyata, pesangon dan Upah Minimum akan dihilangkan dalam Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja itu. Kami, para buruh yang tergabung di KSPI, menolak masuk dalam tim yang dibentuk oleh Menko Perekonomian itu,” tegas Said Iqbal, Sabtu (15/02/2020).

Dalam SK Menko Perekonomian Nomor 121 Tahun 2020, perwakilan Serikat Buruh (SB)/Serikat Pekerja (SP) diikutkan dalam Tim yang akan membahas Omnibus Law RUU CLK.




Said Iqbal menegaskan, sikap resmi KSPI terkait dengan draft Omnibus Law Cipta Kerja yang sudah masuk ke DPR RI itu. Mereka menyatakan menolak. Sebab, draf RUU CLK itu berakibat hilangnya uang pesangon dan upah minimum buruh.

“Serta, pada penjelasan tentang hilangnya jaminan sosial buruh. Kemudian, adanya penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar yang dipermudah, penggunaan outsourcing dan kontrak yang massif dan tanpa batas,” ujarnya.




Selain itu, juga dihilangkannya sanksi pidana bagi pengusaha nakal dalam RUU Cipta Kerja yang sudah diterima DPR RI tersebut. “Itu semua merugikan buruh Indonesia. Maka kami tidak akan masuk dalam tim itu. Kami tetap menolak RUU CLK itu,” pungkasnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan