Terindikasi Penyalahgunaan, KPK Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana BOS di Indragiri Hulu

Terindikasi Penyalahgunaan, KPK Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana BOS di Indragiri Hulu. – Foto: Komisi Pemberantasan Korusi (KPK). (Ist)
Terindikasi Penyalahgunaan, KPK Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana BOS di Indragiri Hulu. – Foto: Komisi Pemberantasan Korusi (KPK). (Ist)

Pekanbaru, Riau, Sinarkeadilan.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau untuk menelusuri adanya dugaan penyelewengan dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasi Sekolah (Dana BOS).

Sejak Jumat (14/08/2020), Tim KPK sudah turun ke Indragiri Hulu. Menurut Juru Bicara KPK Ali Fikri, tim itu sedang menyelidiki adanya dugaan penyelewengan Dana BOS oleh sejumlah Kepala Sekolah SMP di Kabupaten Indragiri Hulu.

“Saat ini masih proses penyelidikan. Tentu permintaan keterangan oleh KPK akan terus dilakukan untuk memastikan apakah ada ditemukan peristiwa pidana ataukah tidak. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut,” ujar Ali Fikri.

Sebelumnya, sebanyak 64 Kepala Sekolah SMP di Indragiri Hulu menyatakan mundur dari jabatannya. Dikarenakan adanya dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor Nusantara, dan juga oleh sejumlah oknum Jaksa.

Kejaksaan Tinggi Riau (Kejati Riau) sudah meminta keterangan dari para Kepala Sekolah itu, dan juga dari para oknum yang diduga melakukan pemerasan terhadap para Kepsek itu.

Ketua Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Persatuan Guru Republik Indonesia (LKBH PGRI) Provinsi Riau, Taufik Tanjung yang mendampingi para Kepala Sekolah itu mengatakan, para Kepala Sekolah mengakui, mereka diperas oleh oknum jaksa dan oknum LSM di Indragiri Hulu.

“Diperkirakan uang yang sudah diserahkan mencapai Rp 1,5 miliar,” ujar Taufik Tanjung.

Taufik Tanjung melanjutkan, peristiwa itu telah terjadi sejak Tahun 2016 hingga tahun 2020 ini. “Terkait Dana BOS,” ujarnya.(Jhonny M)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan