Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Bamsoet: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Serangan Teroris

Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Bamsoet: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Serangan Teroris

- in DAERAH, DUNIA, HUKUM, NASIONAL, POLITIK
11
0
Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Bamsoet: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Serangan Teroris. - Foto: Bambang Soesatyo alias Bamsoet, Ketua MPR RI.(Net)Terduga Teroris Serang Mabes Polri, Bamsoet: Alarm Keras Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Serangan Teroris. - Foto: Bambang Soesatyo alias Bamsoet, Ketua MPR RI.(Net)

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menilai penyerangan terhadap Mabes Polri merupakan alarm keras agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kelompok teroris.

Aparat kepolisian di berbagai daerah juga perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini mengatakan, Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris.

“Begitu pun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya. Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” jelas Bamsoet dalam siaran persnya, Kamis (01/04/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga, tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama.

 Dia mengatakan, walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya.

“Siapa pun dengan motif apa pun bisa berada di baliknya. Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua,” tegas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menegaskan, tindakan terorisme bukan hanya menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Melainkan juga kejahatan terhadap persatuan dan kedaulatan kebangsaan. Karenanya, dengan gotong royong seluruh kekuatan elemen bangsa, Negara tidak boleh kalah oleh teroris.

Walaupun dalam beberapa hari ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, masyarakat harus tetap tenang dan waspada. Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama.

“Yang kita lawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia,” pungkas Bamsoet.(J-RO)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like