Terdakwa Kasus Pembacokan Wartawan Bogor Divonis 4 Tahun Penjara

Terdakwa Kasus Pembacokan Wartawan Bogor Divonis 4 Tahun Penjara

- in DAERAH, HUKUM, NASIONAL
522
0
Terdakwa Kasus Pembacokan Wartawan Bogor Divonis 4 Tahun Penjara.

Sidang vonis putusan kasus penganiayaan terhadap wartawan di Bogor, Jawa Barat, terdakwa di vonis dengan menjalani kurungan pidana selama 4 tahun penjara.

Hal itu seperti disampaikan, Hakim ketua pengadilan negeri (PN) Cibinong klas I A, saat membacakan vonis putusan terdakwa di ruang sidang utama.

Menurut Hakim ketua, Chandra Gautama menyebut, jika perbuatan terdakwa Muhammad Nur alias Roni terbukti bersalah dengan melakukan tindak pidana penganiayaan berat terhadap korban WD di wilayah Cikaret, Kecamatan Cibinong, pada (4/8/2018), yang mengakibatkan korban alami luka cacat seumur hidup dibagian tangan kanannya.

“Kami hakim ketua dan kedua hakim anggota, merasa sependapat dengan jaksa penuntut umum untuk memutus hukuman kepada terdakwa dengan vonis selama 4 tahun penjara,” kata Hakim ketua, Chandra saat membacakan putusan, Rabu (30/1).

Namun, kata dia, dirinya memberikan kesempatan kepada terdakwa dan keluarga bila tidak terima dengan putusan tersebut. Dimana, hakim ketua juga sempat memberi waktu selama sepekan untuk terdakwa apakah menerima atau banding.

“Pikir-pikir dulu yah, apakah terdakwa keberatan dan mengajukan banding atas putusan kami dan kami beri waktu selama 7 hari. Tapi, jika selama waktu itu tak ada jawaban dari terdakwa kami nyatakan terdakwa menerima putusan kami,” tegasnya.

Sementara itu, korban WD mengaku masih kurang puas terhadap putusan hakim ketua PN Cibinong atas putusan maksimal tersebut. Pasalnya, dalam tindak pidana sebagaimana pasal 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) terduga dengan maksimal tuntutan 5 tahun penjara sesuai perbuatannya.

“WD selaku korban penganiayaan berat ini, mengenai putusan hakim yang memvonis atau menjatuhkan hukuman pidana 4tahun, WD melalui JPU mengatakan masih pikir-pikir”, ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa pembacokan atau penganiayaan itu terjadi di salah satu rumah makan di wilayah Cikaret, pada (4/8/2018) menyebabkan luka permanen pada korban WD sehingga tidak bisa melakukan aktivitas kewartawanannya.(Apul Iskandar)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Aroma Money Politics Sangat Terasa di Bangka Belitung, Tokoh Masyarakat Ingatkan Petugas Awasi Lapas dan Pelosok Pada Pencoblosan Pemilu 2024

Salah seorang Tokoh Masyarakat Bangka Belitung, Bujang Musa,