Tentara Berasal Dari Rakyat, Jangan Klaim dan Gusur Tanah Warga, Kualat!

Tentara Berasal Dari Rakyat, Jangan Klaim dan Gusur Tanah Warga, Kualat!

Guntur Napitupulu, salah seorang Koordinator Forum Warga Korban Perampasan Kodam RW 010 Cililitan menerangkan, dari proses persidangan atas gugatan warga kepada Kodam Jaya, terungkap bahwa pihak Kodam Jaya selalu mengatasnamakan nasionalisasi aset Belanda menjadi milik Tentara.

Untuk RW010 Cilitan itu, lanjutnya, ada kesalahan fatal. Sebab, Kodam Jaya tidak bisa membuktikan bahwa tanah di wilayah itu sebagai bagian dari asset tentara.

“Kodam Jaya selalu mengklaim bahwa tanah dan rumah warga itu milik Tentara sesuai penyerahan eks KNIL ke TNI, pada 25 Juli 1950. Wong, jauh sebelum 1950 pun tanah itu sudah milik warga kok,” tutur Guntur Napitupulu.

Di sekitar Cawang, lanjut Guntur, memang pernah ada dibuat Barak Penampungan sementara para eks tentara Belanda yaitu eks KNIL. Tetapi barak yang dimaksud bukanlah milik tentara.

“Ada dulu namanya BS atau Barak Sementara. Itu menampung keluarga yang rumahnya kebakaran di Asrama 3 Mei yang ada di sekitar Cawang. Itu sekitar tahun 1970-an. Dan mereka pindah kembali setelah rumah mereka yang terbakar itu diperbaiki. BS inilah yang juga sering diklaim Kodam Jaya sebagai milik mereka. Kan kacau,” ujarnya.

Lagi pula, lanjut Guntur, jika mau merampas tanah dan rumah warga Negara sendiri, tak perlu membuat dalil dan kebohongan. Tak perlu mengidentikkan istilah BS sebagai Batalion Siliwangi, agar terkesan milik tentara.

“Asal diketahui ya, Siliwangi itu bukan Batalion. Itu divisi. Batalion itu berupa angka, bukan berupa nama. Yang ada adalah Divisi Siliwangi. Bukan battalion. Mau nge-klaim kok asal-asalan. Coba cek, battalion itu apa, dan divisi itu apa,” tutur Guntur.

Dia mengungkapkan, asset termasuk tanah eks KNIL yang diserahkan ke TNI untuk wilayah itu sebanyak 7,7 hektar. Sedangkan RW 010 Cililitan itu seluas 4,9 hektar. Dan lokasinya bukan di lokasi yang ditentukan pada penyerahan eks KNIL ke TNI.

Jika dibaca dengan teliti poin penyerahan eks KNIL ke TNI, lanjut Guntur, disitu dituliskan Cililitan I Pada Jalan Arah Landasan Udara Cililitan. “Jadi, yang dimaksud itu adalah jalan menuju Bandara Halim Perdanakusuma yang sekarang. Itu kan jauh diseberang RW 010. Lah tanah dan rumah kami ada di RW 010. Landasan menuju Halim ada di seberang sana. Kok tanah dan rumah warga yang diklaim sebagai tanah milik tentara hasil penyerahan eks KNIL ke Tentara? Bagaimana ceritanya begitu,” protes Guntur.

Bukti yang menguatkan lagi, lanjutnya, bahwa tanah itu bukan milik TNI adalah adanya surat berupa Surat Ijin Perpanjangan Tinggal bagi prajurit yang dikeluarkan pada tahun 2013. Di dalam surat itu, disebut hanya ada 33 titik yang pakai surat ijin perpanjangan, tidak termasuk RW 010.

“Kok sekarang masih diklaim bahwa RW 010 itu milik tentara?” katanya.

Pada persidangan Kasasi, lanjut Guntur, ada satu bukti dari warga yang secara terang bederang menjelaskan kepemilikan warga, bukan milik TNI atas tanah itu. Namun, bukti nomor 38 yang tertera dalam Surat Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat nomor 490 tahun 2009 itu tidak digubris hakim.

“Termasuk klaim register tanah nomor 30, 50, 5005, itu tidak masuk ke wilayah RW 010,” ujar Guntur.

Perlu diketahui, lanjut Guntur, Penglima Kodam Jaya sebelum-sebelumnya, yakni sebelum 2013, tidak pernah mengklaim bahwa RW 010 itu sebagai tanah milik Kodam. Kok bisa ketika Pangdam baru waktu itu langsung mengklaim dan melakukan upaya pemaksaan mengusir warga?

Sampai saat ini, dia menerangkan, dalam administrasi kependudukan pun, RW 010 adalah sah milik warga, bukan milik tentara. “Dan itu mau dihapuskan mereka. Tidak boleh dong,” katanya.

Selain itu, dalam proses-proses politik, RW 010 sepanjang masa hingga kini memiliki Tempat Pemungutan Suara (TPS), punya aparatur pemerintahan di tingkat RT, RW, Kelurahan dan ke Kecamatan.

“Nah ini yang diklaim Kodam Jaya sebagai miliknya? Tega betul. Ingat ya, tentara itu berasal dari rakyat. Jangan sakiti rakyat, dan jangan rampas hak dan milik rakyat. Kualat nanti,” ujarnya.(JR)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan