Telah Bersurat Dan Gelar Aksi Berkali-kali, Bertemu Pihak Kemenaker, Buruh Heran Sekelas Direktur Yang Tangani Buruh Tidak Tahu Informasi Persoalan Buruh PT Pelindo I Medan

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekjen SBSI) Andi Paraga F Naja usai bersama Sekretaris Wilayah Sumatera DPP SBSI Amser Hutauruk dan Ketua DPP SBSI Bidang Program Dartha Pakpahan bertemu dengan Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P3HI), Kemenaker, Sahat Sinurat dan Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemenaker S Junaedah AR, di Ruangan PPHI, Lantai 8, Gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Jumat (27/01/2017).

Pimpinan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) mengaku heran dengan ketidaktahuan pejabat eselon I setingkat Direktur di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) di Jakarta mengenai pergolakan yang dialami ratusan buruh PT Pelindo I Medan yang menolak dialihkan sebagai tenaga out sourcing.

 

Bahkan, para buruh yang tergabung dalam aksi long march Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I itu pun ternyata selama ini tidak digubris oleh pihak Kemenaker.

 

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (Sekjen SBSI) Andi Paraga F Naja usai bertemu dengan Direktur Pencegahan dan Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (P3HI), Kemenaker, Sahat Sinurat dan Direktur Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Kemenaker S Junaedah AR, di Ruangan PPHI, Lantai 8, Gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), Jumat (27/01/2017).

 

Sekjen DPP SBSI Andi Paraga F Naja yang datang bersama Sekretaris Wilayah Sumatera DPP SBSI Amser Hutauruk dan Ketua DPP SBSI Bidang Program Dartha Pakpahan diminta oleh pihak Kemenakertrans untuk bertemu dan menjelaskan persoalan yang dialami oleh para buruh PT Pelindo I Medan yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I.

 

“Katanya tidak tahu ada persoalan itu. Padahal sudah setahunanlah persoalan di PT Pelindo I Medan itu terjadi. Kawan-kawan SBSI Medan pun sudah berkali-kali melakukan komunikasi dan juga aksi unjuk rasa di Pelabuhan Belawan dan ke Kantor PT Pelindo I Medan, juga ke Dinas tenaga Kerja di Medan, kok bisa sekelas Direktur di Kemenaker sini malah enggak tahu ada informasi dan persoalan seperti itu?” ujar Andi Paraga F Naja heran.

 

Bahkan, lanjut Andi, ratusan buruh kini sedang melakukan aksi jalan kaki long march dari Medan ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menyampaikan langsung persoalan yang terjadi dengan buruh di PT Pelindo I Medan, serta meminta agar sejumlah tuntutan buruh dipenuhi.

 

“Memang kita heran dengan model koordinasi dan juga penyerapan informasi yang dilakukan pemerintahan seperti itu. Apakah karena miskomunikasi atau miskoordinasi kita pun tidak tahu. Yang pasti, saat ini, semua jalur informasi begitu terbuka kok. Media sosial pun begitu massifnya. Sedangkan orang yang ada di Puncak Gunung Jaya Wijaya di Papua sana, kini bisa cepat mendapat informasi dari berbagai daerah lain, karena sudah canggih teknologi informasi dan komunikasi,” tutur Andi.

 

Sedangkan aksi dan informasi para buruh PT Pelindo I Medan yang melakukan aksi unjuk rasa pun sudah berkali-kali terjadi, bahkan sudah terpublikasi di sejumlah media massa. Selain itu, persuratan dan juga korespondesi ke jajaran pemerintahan pun sudah dilakukan sejak lama. “Aneh juga jika masih dibilang tidak tahu,” ujarnya.

 

Di dalam pertemuan itu, lanjut Andi, pihak Kemenaker berjanji akan menindaklanjuti untuk penyelesaian persoalan yang dihadapi oleh para buruh itu. Namun, jika diminta menghentikan aksi long march yang sudah delapan hari dilakukan oleh Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I, yang berjalan kaki dari Medan menuju Jakarta, diminta dihentikan, Andi menolak tegas.

 

Selain tidak ada jaminan bahwa persoalan itu akan benar-benar diurusi dan diselesaikan oleh pejabat di Kemenaker, Andi pun tidak mau mengorbankan para buruh yang sudah berapi-api harus bertemu dengan Presiden Jokowi di Jakarta menyampaikan secara langsung persoalan yang dihadapi buruh.

 

Menurut dia, sepanjang setahun terakhir buruh menuntut ke PT Pelindo I Medan dan pihak Kemenaker tidak pernah digubris, dan kini ujug-ujug meminta hendak memberhentikan aksi long march dengan iming-iming bahwa persoalan ini akan segera diurusi dan diselesaikan, adalah janji-janji kosong saja.

 

“Selama setahun ini kemana aja mereka? Ya, silakan saja para pejabat di Kemenaker mencarikan solusi yang benar bagi para buruh itu. Tetapi aksi long march tidak boleh dihentikan. Ini pun tidak asal-asalan aksi ini. Mereka mau sampaikan langsung ke Pak Presiden Jokowi di Istana,” pungkasnya.

 

Sebagaimana diketahui, ratusan buruh PT Pelindo I Medan tergabung dalam aksi long march Pengurus Komisariat Serikat Buruh Sejatera Indonesia (PK SBSI) Kopkarpel UPTK Belawan-Pelindo I dari Medan menuju Jakarta masih berlangsung. Hingga hari kedelapan, aksi yang dimulai pada Jumat 20 Januari 2017 dari Medan itu kini sudah tiba di Provinsi Riau.

 

Koordinator SBSI Wilayah Sumatera Utara Nicholas Sutrisman menyampaikan, tututan mereka adalah menolak pengalihan buruh PT Pelindo I menjadi tenaga out sourcing, menuntut dipenuhinya hak-hak buruh, meminta agar pemerintah pusat mengusut dan memberikan sanksi tegas kepada para petinggi PT Pelindo I dan juga pejabat pemerintah yang mempermainkan nasib buruh.

 

Atas tuntutan buruh selama ini, lanjut dia, PT Pelindo I tidak memberikan respon yang positif. Karena merasa tidak ada tanggapan dan perusahaan pelat merah itu dianggap bebal, maka Nicho melanjutkan tuntuan aksinya hingga ke Jakarta secara langsung.

 

Dia mengatakan, aksi unjuk rasa yang mereka lakukan ini, merupakan lanjutan dari aksi-aksi yang sudah berkali-kali digelar di depan kantor PT Pelindo I di Jalan Krakatau Ujung Nomor 100 Medan.

 

“Kami meminta PT Pelindo I membayarkan upah lembur. Kemudian Kami menolak status para karyawan PT Pelindo dialihkan ke perusahaan outsourching. Kami meminta agar para pekerja buruh PT Pelindo agar ditetapkan menjadi karyawan tetap,” ucap Nicholas.

 

Dia mengatakan, masa kontrak para pekerja PT Pelindo I rata-rata 17 tahun dan para pekerja sudah puluhan tahun bekerja di perusahaan tersebut. Namun, perusahaan BUMN ini malah mengembalikan status mereka ke posisi awal dengan model outsourcing.

 

Dalam aksi kali ini mereka juga menuntut agar Direktur PT Pelindo I di turunkan dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar pemerintah juga mengusut tuntas kasus dwelling time.

 

“Kami menutut agar Direktur PT Pelindo I dipecat. Kami meminta Pekerjakan Buruh Pelindo menjadi karyawan tetap. Kami juga meminta agar Kepala Dinas Kota Medan dicopot,” ujarnya.

 

Tuntutan belum berhenti, para buruh ini juga menuntut agar Pemerintah mencabut PP 78/2015. Nicholas menambahkan, mereka juga akan menyuarakan putusan 378 terkait dengan penggunaan Logo SBSI dan Mars SBSI agar dilaksanakan oleh Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia  (KSBSI) yang selama ini dianggap secara ilegal mencaplok SBSI Pimpinan Prof Dr Muchtar Pakpahan,. SH, MA.

 

“Kami juga meminta agar PP 78 dicabut. Kemudian meminta Putusan  378 agar dilaksanakan oleh KSBSI untuk tidak menggunakan Logo SBSI, Mars SBSI dan bendera SBSI. KSBI itu ilegal, sebab putusannya yang sah adalah SBSI Muchtar Pakpahan,” ucapnya.

 

Rombongan aksi long march ini  akan melewati jalur timur Jalan Lintas Sumatera. Jarak yang akan ditempuh diperkirakan mencapai 2.000 km. Berbagai kebutuhan perjalanan pun telah dipersiapkan dengan matang. Selain perbekalan, mereka juga menyiapkan mobil komando hingga ambulance. “Diharapkan dapat kita tempuh selama satu bulan,” ujar Koorlap Aksi April Waruwu.

 

Menurut April, aksi longmarch ini rencananya akan disambut perwakilan SBSI di setiap kabupaten dan kota yang dilintasi. Para buruh ini berharap, aksi mereka berjalan dengan lancar dan tujuannya dapat tercapai. “Kami berharap semua lancar dan dapat tiba dengan selamat di Jakarta,” ujar April.(JR)

Untuk Informasi Up-date Aksi Long March Buruh dari Medan ke Jakarta, bisa menghubungi:

Contact Person:
Ketua Umum DPP SBSI Muchtar Pakpahan: 081295853704
Sekjen DPP SBSI Andi Naja F Paraga: 087884044215
Korwil SBSI Se-Sumatera Amser Hutauruk: 087711145338
Korwil SBSI Sumatera Nicholas Sutrisman: 081263976597
Ketua Korwil SBSI Sumut Arsula Gultom: 085297318011
Ketua DPC SBSI Medan April Waruwu: 081310052827 dan 081310052872

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan