Breaking News

Tangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar, Komunitas Bela Indonesia Kita Gelar Sosialisasi di Sekolah-Sekolah

Tangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar, Bela Indonesia Kita Gelar Sosialisasi di Sekolah-Sekolah. Tangkal Radikalisme di Kalangan Pelajar, Bela Indonesia Kita Gelar Sosialisasi di Sekolah-Sekolah.

Para pelajar Indonesia juga diantisipasi agar tidak dimasuki faham radikalisme dan korupsi. Karena itu, lembaga-lembaga dan masyarakat perlu melakukan sosialisasi yang efektif bagi kalangan pelajar untuk menangkal radikalisme itu.

Hal itu disampaikan Koordinator Bela Indonesia Kita, Ronald Mulia Sitorus saat menggelar sosialisasi bertajuk Selamatkan Pelajar dari Bahaya Radikalisme dan Korupsi, yang dilakukan bersama SMU Tunas Gading, Jakarta Utara, pada Jumat 11 Oktober 2019.

Ronald mengatakan, Bela Indonesia Kita adalah sebuah Komunitas Media Sosial, Diskusi, Kajian dan Aksi yang konsern menentang radikalisme.

“Kita perlu menyelamatkan para pelajar kita dari bahaya radikalisme dan korupsi. Adik-adik pelajar mesti diinformasikan dan disosialisasikan tentang bahaya radikalisme dan korupsi itu,” tutur Ronald Mulia Sitorus.

Kegiatan sosialisasi menangal radikalisme dan menyelamatkan pelajar Indonesia dari bahaya radikalisme dan korupsi itu berupa diskusi dan dialog dengan para pelajar.

Ronald menambahkan, kegiatan seperti itu akan dilakukan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Kegiatan sosialisasi bahaya radikalisme dan bahaya korupsi akan terus kita lakukan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Pelajar kita harus diselamatkan dari bahaya radikalisme,” ujar Ronald.

Salah seorang pegiat pendidikan, Dr Leonie Agustina, yang turut melakukan sosialisasi mengaku, dirinya terpanggil dan dengan penuh kerinduan untuk menyampaikan dan mensosialisasikan bahaya radikalisme di kalangan pelajar.

Leonie Agustina berada dalam satu komunitas yang sama dengan Ronald Mulia Sitorus. Juga bersama aktivis Bayu Neneng. Membuat Komunitas Bela Indonesia Kita.

Dalam kegiatan sosialisasi kali ini, mereka menghadirkan sejumlah pembicara, yakni Pembina Gerakan Anti Radikalisme R Haidar Alwi, Aktivis Mahasiswa 90-an Embay S, Peneliti Sosial Ray Rangkuti.

Kegiatan itu juga menghadirkan seorang musisi dan penyanyi, yang merupakan santri Nahdatul Ulama (NU), Iwenk Fals. Dia juga seniman yang sering tampil di Komunitas Seniman di Bulungan, Blok M, Jakarta Selatan. Iwenk Fals menyanyikan lagu-lagu yang menggugah nasionalisme Indonesia.(Togap)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*