Breaking News

Tanggapi Hasil Hitung Cepat Pilpres, HNSI: Semoga Nelayan Makin Sejahtera

Ada Yang Klaim Menangi Pilpres, Nelayan Mulai Alami Gesekan di Bawah, HNSI: Jangan Permainkan Nasib Bangsa, KPU Tolong Tegakkan Aturan Pemilu.

Proses pencoblosan Pilpres 2019 telah dilakukan. Dari hitungan cepat atau quick count yang digelar sejumlah lembaga survei dan disiarkan media massa, pasangan Capres Nomor 01 disebut masih meraup suara tertinggi.

Nelayan berharap, dengan selesainya Pilpres nantinya, program-program yang menyejahterakan nelayan akan kian nyata dilakukan.




Koordinator Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru menyampaikan,dari hasil hitung cepat, digambarkan Presiden Jokowi kembali memerintah untuk periode kedua.

“Semoga nelayan makin sejahtera,” tutur Siswaryudi Heru, di Jakarta, Rabu (17/04/2019).

Wakil Ketua Komite Tetap (Wakomtap) Hubungan Antar Lembaga Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) ini mengatakan, sejumlah program yang masih dinanti-nantikan nelayan antara lain adanya Kapal Puskesmas Keliling.

Menurut dia, keberadaan Kapal Puskesmas Keliling harus terus dilakukan. Kapal Puskesmas Keliling itu mampu menjangkau permukiman-permukiman nelayan dan masyarakat pesisir yang selama ini sulit dijangkau, untuk bisa dilakukan pelayanan kesehatan.

Selain itu, lanjut pria yang juga Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini, kemudahan-kemudahan lainnya yang perlu bagi nelayan adalah bantuan permodalan untuk peralatan dan usaha nelayan.

“Bank Nelayan itu perlu segera direalisasikan dan dikembangkan, sehingga mampu memberikan solusi modal usaha dan menjadi tempat menabung juga bagi nelayan. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan nelayan akan terus membaik lagi,” tutur Siswaryudi Heru.

Selain itu, Ketua Nelayan Projo ini juga menyebut, selama proses mendukung pasangan capres untuk Pilpres 2019, nelayan juga memperjuangkan adanya Asuransi Nelayan. “Yang preminya terjangkau,” ujar Siswaryudi.

Kemudian, ditambahkan Siswaryudi Heru, peralatan tangkap nelayan yang memadai juga masih merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera dilakukan.

“Perlu ada solusi pemakaian alat penghemat BBM (Bahan Bakar Minyak) untuk nelayan. Bukan BBM bersubsidinya loh, tetapi alatnya yang bisa menghemat. Ini sangat dibutuhkan,” tuturnya.




 

Nelayan berharap, semua persoalan-persoalan yang dihadapi nelayan bisa mendapat solusi yang baik. Sehingga pada pemerintahan baru, kehidupan nelayan akan kian sejahtera.

Sembari menantikan hasil akhir proses Pilpres, nelayan mengingatkan bahwa dukungan nelayan mestinya berguna bagi kesehateraan nelayan.

“Kiranya semua program dan kebutuhan nelayan itu bisa dipenuhi, agar nelayan yang berjuang juga memperoleh kehidupan yang semakin sejahtera,” tutup Siswaryudi Heru.(JR)

Leave a comment

Your email address will not be published.


*