Takkan Berhenti, Kejaksaan Agung Akan Garap Lagi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Penanganan Banjir Bandang Kota Manado

Takkan Berhenti, Kejaksaan Agung Akan Garap Lagi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Penanganan Banjir Bandang Kota Manado.
Takkan Berhenti, Kejaksaan Agung Akan Garap Lagi Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Penanganan Banjir Bandang Kota Manado.

Kejaksaan Agung akan kembali untuk mengembangkan pengusutan dugaan kasus korupsi dana hibah penanggulangan banjir bandang Kota Manado 2014.

Hal itu ditegaskan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus) Dr Adi M Toegarisman, meresponi perkembangan penanganan dugaan tindak pidana korupsi di Pemerintahan Kota Manado (Pemkot Manado) itu.

“Jadi tidak berhenti pada empat tersangka yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan,” Ungkap Jampidsus  M Adi Toegarisman, di Kejagung, Rabu (30/10/2019).

Meski demikian, lanjut mantan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan AGung (Jamintel) itu, pengembangan tersebut dilakukan sepanjang ditemukan alat bukti yang cukup.

“Kita lihat saja dari persidangan empat tersangka nantinya. Pastinya, kita bekerja profesional atas dasar fakta hukum bukan asumsi atau katanya,” ujar Adi Toegarisman yang juga mantan Direktur Penyidikan di Jampidsus Kejaksaan Agung itu.

Sebelumnya,  Kejagung telah menetapkan empat tersangka. Dua dari unsur pemerintah yakni FS selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan NJT selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kemudian YSR dan AYH dari unsur swasta.

Sementara itu, Walikota Manado Vicky Lumentut masih sebagai saksi. Dia sempat diperiksa pada 2 Oktober 2018 setelah dua kali dipanggil tidak hadir tanpa keterangan, yakni 24 Agustus dan 24 September 2018.

Kepada wartawan usai diperiksa di Gedung Bundar Kejagung Vicky tidak banyak memberi komentar, tetapi dia mengakui dimintai keterangan sebagai saksi. “Memberikan keterangan sebagai saksi saja,” ujarnya.(Richard)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*